Kabar Gembira Bagi Warga Simuk, PLN UP3 Nias Akan Bangun PLTS

SIMUK, Nisel (Waspada.id): Harapan masyarakat Kecamatan Simuk, Kabupaten Nias Selatan, untuk menikmati listrik PLN mulai menemukan titik terang.
Pasalnya PT PLN UP3 Nias rencananya akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kecamatan Simuk yang merupakan salah satu Pulau di Kepulauan Batu Noas Selatan.
PLN UP3 Nias yang diwakili Andi Gultom bersama Wakil Bupati Nias Selatan Ir Yusuf Nache, ST.,MM melakukan survei lahan untuk pembangunan PLTS di empat desa di Kecamatan Simuk, yakni Desa Gobo, Silina, Maufa, dan Gondia, pada Kamis (24/9).
Kedatangan perwakilan PLN UP3 Nias bersama Wakil Bupati Nias Selatan untuk melakukan survey lahan pembangunan PLTS juga sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat Simuk.
Masyarakat Simuk merasa gembira dengan rencana pembangunan PLTS di daerah mereka. Selama puluhan tahun ratusan rumah di daerah itu belum menikmati yang namanya layanan listrik.
Camat Simuk, Lisius Duha,S.Pd, mengatakan survei tersebut dilakukan untuk melihat kelayakan lahan yang disiapkan masyarakat sebagai lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

“Survei tersebut berkaitan dengan rencana pembangunan jaringan listrik PLTS di Kecamatan Simuk,” ujar Lisius kepada wartawan, Sabtu (26/9).
Menurutnya, hingga saat ini seluruh wilayah Kecamatan Simuk belum dialiri listrik PLN.
“Masyarakat Simuk sangat membutuhkan penerangan karena selama beberapa puluh tahun kami hidup dalam kegelapan dan belum menikmati kemerdekaan yang seutuhnya,” ujar Lusius..
Lisius menuturkan pemerintah kecamatan telah berulang kali mengusulkan pembangunan listrik kepada pemerintah daerah dan PLN UP3 Nias. Terakhir, pada Agustus 2026, dirinya kembali menyampaikan proposal permohonan tersebut.
Dalam sosialisasi bersama masyarakat di Aula Katolik Santo Antonius, pemerintah daerah dan PLN menyampaikan harapan agar pembangunan jaringan listrik di Simuk dapat mulai dilaksanakan paling lambat awal 2027.
“Harapan kita semua mudah-mudahan awal tahun depan pembangunan jaringan PLN di Simuk sudah bisa terealisasi,” katanya.
Meski demikian, ia berharap survei ini tidak berhenti pada tahap perencanaan.
“Harapan kami, baik pemerintah dan masyarakat Simuk, mudah-mudahan survei ini merupakan bagian konkret pembangunan listrik di Simuk,” ujarnya.
Lisius mengungkapkan, Kecamatan Simuk terdiri dari enam desa dengan jumlah penduduk sekitar 2.000 jiwa. Terdapat sekitar 520 rumah warga yang hingga kini belum mendapatkan layanan listrik PLN.
Selain permukiman, sejumlah fasilitas publik juga membutuhkan dukungan listrik, yakni enam gedung sekolah, satu Puskesmas, satu Pos Polisi, enam tempat ibadah, satu unit navigasi, dan satu unit SPPG.

Menurut Lisius, ketersediaan aliran istrik akan berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, pelayanan publik, komunikasi, hingga pengembangan usaha dan aktivitas nelayan.
Ketersediaan listrik juga diharapkan dapat mendukung optimalisasi jaringan telekomunikasi dan penggunaan internet di wilayah kepulauan tersebut.
“Dengan adanya listrik semuanya mudah dilakukan,” katanya.
Selain listrik, pemerintah kecamatan bersama masyarakat juga menyampaikan kebutuhan pembangunan Kantor Camat Simuk yang selama ini masih menumpang di gedung Puskesmas serta pembangunan dermaga dan kampung nelayan.
“Kami akan melaksanakan segala persyaratan yang diminta sebagai bentuk dukungan masyarakat dan pemerintah kecamatan serta desa,” ujar Lisius.

Kini masyarakat Simuk tinggal menunggu tindak lanjut dari survei tapak tersebut. Setelah puluhan tahun hidup tanpa listrik PLN, harapan mereka tertuju pada satu hal: agar rencana yang kembali digaungkan pada September 2026 benar-benar berujung pada pembangunan jaringan listrik pada 2027. (id60)
















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda