Kader Posyandu Tapsel Harus Jadi 'Mata dan Telinga' Pemda

TAPSEL (Waspada.id): Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu menegaskan pentingnya memperkuat transformasi Posyandu menjadi wadah pelayanan masyarakat yang terintegrasi melalui enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Bahkan, ia mendorong agar penerapan Posyandu 6 SPM di Tapsel dikembangkan menjadi “6 SPM Plus”, dengan kader sebagai mata, telinga sekaligus penyambung informasi pemerintah dari tingkat masyarakat hingga pemerintah daerah.
Hal itu disampaikan Gus Irawan saat menghadiri Evaluasi Posyandu 6 SPM di Desa Bulu Mario, Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari evaluasi Posyandu 6 SPM oleh Tim Pembina Posyandu Provinsi Sumatera Utara terhadap Desa Bulu Mario yang menjadi salah satu lokasi evaluasi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi atas kedatangan Tim Pembina Posyandu Provinsi Sumatera Utara sekaligus mengapresiasi kekompakan masyarakat Desa Bulu Mario dalam mendukung pelaksanaan Posyandu.
“Desa Bulu Mario ini luar biasa kekerabatannya. Saya berharap kegiatan ini bukan sekadar untuk mengejar juara, tetapi bagaimana Posyandu benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Gus Irawan.
Kader Posyandu memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, kader diharapkan mampu mendengar persoalan masyarakat, mencatat kebutuhan, menyampaikan informasi secara berjenjang, serta memastikan persoalan tersebut mendapat tindak lanjut dari Pemerintah Daerah (Pemda).
“Jadikan wajahmu sebagai mata dan telinga kami di pemerintahan, bahkan sebagai penyambung lidah kami,” pesan Gus Irawan kepada para kader. (Id45)
















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda