Breaking News
Memuat breaking news...

Kapolsubsektor Polres Abdya Ringankan Beban Janda Empat Anak di Jeumpa

Redaksi
Redaksi
Selasa, 29 September 2026 - 11.15 AM WIB
Kapolsubsektor Polres Abdya Ringankan Beban Janda Empat Anak di Jeumpa
Kapolsubsektor Jeumpa Polres Abdya, Ipda Iskandar, bersama sejumlah personel mengantarkan bantuan sembako ke rumah Dina Masria, janda empat anak di Desa Ladang Neubok, Kecamatan Jeumpa, Abdya, Selasa (29/9). Waspada.id/Syafrizal
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BLANGPIDIE (Waspada.id): Beban kehidupan yang dipikul Dina Masria, janda empat anak di Desa Ladang Neubok, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), kian terasa setelah suaminya meninggal dunia. Di tengah keterbatasan ekonomi dan anak-anak yang masih kecil, perhatian datang dari Kapolsubsektor Jeumpa, jajaran Polres Abdya, Ipda Iskandar.

Iskandar bersama sejumlah personel Polsubsektor Jeumpa mendatangi langsung kediaman Dina Masria, Senin (29/9). Mereka membawa bantuan sembako berupa beras, telur, minyak makan, mi instan, dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya.

Kedatangan tersebut menjadi bentuk kepedulian kepolisian terhadap keluarga yang sedang menghadapi kesulitan. Bagi Dina, perhatian itu bukan hanya tentang sembako yang dibawa, tetapi juga tentang hadirnya orang-orang yang peduli ketika kehidupan terasa semakin berat.

Ipda Iskandar mengaku sangat prihatin melihat kondisi Dina Masria yang kini harus membesarkan empat anak seorang diri.

"Kami sangat prihatin melihat kondisi Ibu Dina bersama anak-anaknya. Bantuan ini memang tidak seberapa, tetapi mudah-mudahan dapat meringankan kebutuhan keluarga," ujar Iskandar.

Menurutnya, kepedulian kepada warga yang sedang mengalami kesulitan merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan antara polisi dan masyarakat. Kehadiran aparat di tengah masyarakat, kata dia, tidak hanya dalam konteks menjaga keamanan, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap persoalan sosial yang dihadapi warga.

Iskandar berharap bantuan tersebut dapat memberi sedikit ruang bagi keluarga Dina untuk melewati masa sulit yang sedang dihadapi.

"Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi amal ibadah bagi kita semua. Mudah-mudahan kepedulian seperti ini juga dapat menggerakkan pihak-pihak lain untuk membantu keluarga yang membutuhkan," katanya.

Dalam kehidupan sosial, membantu keluarga yang kehilangan tulang punggung ekonomi memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar menyerahkan kebutuhan pokok. Ada nilai kemanusiaan, kepedulian, dan solidaritas yang ikut disampaikan.

"Sebab, ketika seorang ibu harus membesarkan empat anak dalam kondisi ekonomi terbatas, kebutuhan yang dihadapi bukan hanya persoalan makan dan minum hari ini. Ada biaya pendidikan, kesehatan, kebutuhan rumah tangga, serta masa depan anak-anak yang harus dipikirkan," kata Iskandar.

Sekretaris Desa Ladang Neubok, Hamdani, mengungkapkan, kondisi kehidupan keluarga Dina Masria memang sangat memprihatinkan. Kesulitan ekonomi bahkan telah dialami keluarga tersebut sejak mendiang suaminya masih hidup.

"Memang kondisi ekonomi keluarga ini sangat memprihatinkan. Sejak suaminya masih hidup, kehidupan mereka sudah sulit karena suaminya hanya bekerja sebagai nelayan kecil dengan penghasilan yang tidak menentu," ungkap Hamdani.

Setelah sang suami meninggal dunia, beban Dina semakin berat. Ia harus menjalani kehidupan sekaligus menjadi pengasuh bagi empat anak yang masih membutuhkan perhatian penuh.

Hamdani mengatakan, Dina saat ini belum dapat bekerja secara maksimal karena anak-anaknya masih sangat kecil. Anak tertua baru duduk di kelas V sekolah dasar, sedangkan dua anak paling bungsu merupakan anak kembar yang baru berusia dua tahun.

"Jangankan bekerja mencari penghasilan, anak-anaknya masih kecil dan sangat membutuhkan pengasuhan. Yang sulung baru kelas lima SD, sedangkan yang bungsu kembar dan usianya baru dua tahun," jelasnya.

Kondisi tersebut membuat keluarga Dina membutuhkan perhatian lebih dari berbagai pihak. Hamdani berharap pemerintah dapat melihat langsung keadaan keluarga tersebut dan memberikan dukungan sesuai kebutuhan.

"Pihak desa tentu berharap ada perhatian dari pemerintah untuk keluarga ini. Kondisinya memang membutuhkan perhatian, apalagi anak-anaknya masih kecil dan kebutuhan hidup terus berjalan," katanya.

Hamdani juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolsubsektor Jeumpa dan jajaran yang telah datang langsung melihat kondisi keluarga tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Kapolsubsektor Jeumpa bersama personel yang sudah peduli dan datang langsung memberikan bantuan. Perhatian seperti ini sangat berarti bagi keluarga," ujarnya.

Kepedulian semacam itu menjadi pengingat bahwa persoalan sosial tidak selalu harus menunggu hadirnya program besar. Kadang, sebuah langkah sederhana berupa kunjungan, perhatian, dan bantuan kebutuhan pokok mampu menghadirkan kekuatan moral bagi keluarga yang sedang berada dalam kesulitan.

Bagi Dina dan empat anaknya, bantuan tersebut mungkin hanya memenuhi sebagian kebutuhan untuk sementara waktu. Namun, kehadiran orang-orang yang peduli memberi pesan penting bahwa mereka masih menjadi bagian dari masyarakat yang tidak dibiarkan menghadapi beban kehidupan seorang diri. (id82)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement