Breaking News
Memuat breaking news...

Kepala BPSDM Aceh Ajak Siswa SMAN 9 Banda Aceh Bangun Growth Mindset

Redaksi
Redaksi
Jumat, 25 September 2026 - 7.44 PM WIB
Kepala BPSDM Aceh Ajak Siswa SMAN 9 Banda Aceh Bangun Growth Mindset
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, Marthunis menyampaikan taushiyah Jumat kepada siswa SMAN 9 Banda Aceh di Aula Sekolah tersebut, Jumat (25/9/2026).(Waspada.id/Ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BANDA ACEH (Waspada.id): Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, Marthunis, mengajak siswa SMA Negeri 9 Banda Aceh untuk membangun growth mindset atau pola pikir berkembang dalam menghadapi proses belajar, tantangan, maupun kegagalan.

Pesan tersebut disampaikan Marthunis saat memberikan tausyiah Jumat kepada siswa SMAN 9 Banda Aceh, di Aula Sekolah tersebut, Jumat (25/9/2026), setelah kegiatan pembacaan Yasin bersama.

Dalam tausiah bertema growth mindset, Marthunis mengaitkan konsep tersebut dengan nilai-nilai keimanan. Menurutnya, iman tidak cukup hanya diyakini dalam hati, tetapi harus menjadi sebuah sinergi yang diwujudkan melalui ucapan, doa, dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.

“Iman menjadi dasar bagi kita dalam menentukan sikap, menghadapi berbagai keadaan, dan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Marthunis.

Ia menjelaskan, growth mindset juga memiliki keterkaitan erat dengan rukun iman, khususnya iman kepada kitab-kitab Allah serta iman kepada qada dan qadar.

Menurutnya, iman kepada kitab Allah mengajarkan manusia menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, sekaligus mendorong untuk terus belajar dan memperbaiki diri.

Hal itu antara lain tercermin dalam Surah Al-’Asr yang mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu dalam keimanan, amal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Sementara iman kepada qada dan qadar, kata Marthunis, mengajarkan seseorang menerima hasil setelah melakukan ikhtiar.

Kegagalan tidak semestinya dipandang sebagai akhir, tetapi dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui kekurangan dan memperbaiki langkah berikutnya.

“Jangan takut gagal. Yang penting kita terus berusaha, berdoa, mengevaluasi diri, lalu memperbaiki langkah. Hasil akhirnya kita serahkan kepada Allah,” katanya.

Ia juga mendorong siswa agar tidak hanya berorientasi pada kemenangan dalam pembelajaran maupun perlombaan. Keberhasilan dapat menjadi motivasi, sedangkan kekalahan hendaknya dijadikan pengalaman untuk berkembang.

Kepala SMAN 9 Banda Aceh, Zulfikar, menyampaikan apresiasi atas tausyiah tersebut. Menurutnya, pembinaan karakter dan pola pikir siswa merupakan bagian penting dalam proses pendidikan.

Ia menambahkan, pendidikan tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membentuk siswa yang memiliki karakter, ketangguhan, serta kemampuan untuk terus berkembang. Dengan demikian, iman, doa, ikhtiar, dan proses belajar dapat berjalan secara beriringan.

“Kami berharap pesan yang disampaikan Pak Marthunis dapat menjadi bekal bagi siswa untuk menghadapi tantangan, baik dalam belajar maupun dalam kehidupan. Siswa harus berani mencoba, tidak mudah menyerah, dan menjadikan setiap pengalaman sebagai proses untuk menjadi lebih baik,” pungkas Zulfikar.(id66)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement