Breaking News
Memuat breaking news...

Ketua KIP Aceh: Pahami "Matematika Pemilu" Agar Setiap Suara Tersalurkan Menjadi Keterwakilan

Redaksi
Redaksi
Senin, 21 September 2026 - 11.08 AM WIB
Ketua KIP Aceh: Pahami "Matematika Pemilu" Agar Setiap Suara Tersalurkan Menjadi Keterwakilan
Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Agusni AH, S.E
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

LHOKSEUMAWE (Waspada.id): Literasi kepemiluan, khususnya pemahaman bagaimana suara dikonversi menjadi kursi, menjadi kunci menjaga kualitas demokrasi.

Demikian Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Agusni AH, S.E., saat membuka kegiatan Bedah Buku Seri I bertajuk "Matematika Pemilu: Desain Wasted Vote pada Pemilu Indonesia" di Aula Kantor KIP Kota Lhokseumawe, Senin (21/9/2026).

Kegiatan yang digelar secara luring dan daring ini menghadirkan Ketua Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU RI Dr. Idham Holik, S.E., M.Si., sebagai pembicara utama, serta penulis buku Prof. Dr. phil. Ridho Al-Hamdi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Agusni menekankan pemilu bukan sekadar pemberian suara di TPS. Di balik setiap angka perolehan suara terdapat kehendak rakyat yang harus diterjemahkan menjadi keterwakilan. Konsep wasted vote — suara yang tidak terkonversi menjadi kursi — mengajak kita menelaah kembali desain sistem pemilu, mulai dari besaran daerah pemilihan, jumlah kursi, ambang batas, hingga metode perhitungan alokasi kursi.

"Pemilu bukan sekadar tentang siapa yang dipilih dan berapa suara yang diperoleh. Pemilu juga tentang bagaimana setiap suara diperlakukan oleh sistem, dikonversikan menjadi kursi, dan menjelma menjadi keterwakilan," ujarnya.

Bagi penyelenggara pemilu, pemahaman ini bukan sekadar urusan teknis, melainkan bagian dari tanggung jawab menjaga akurasi, transparansi, dan integritas proses. Demokrasi membutuhkan masyarakat yang tidak hanya datang memilih, tetapi juga memahami bagaimana suara mereka bekerja dalam sistem.

Kegiatan ini diinisiasi KIP Kota Lhokseumawe. Hadir pula Ketua KIP Kota Lhokseumawe Abdul Hakim, S.E., M.S.M., para panelis, komisioner KIP se-Aceh, jajaran KPU, Panwaslih, akademisi, mahasiswa, dan pemerhati kepemiluan. Agusni berharap kegiatan ini menjadi awal diskusi berkelanjutan untuk memperkuat literasi demokrasi di Aceh.(id03)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement