Kisruh Bupati - Wabup Dinilai Gerus Fokus Pemerintahan, LBH ARUN: Rakyat Jangan Jadi Korban Drama

MEUREUDU (Waspada.id): Konflik terbuka antara Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya dinilai mulai menggeser perhatian pemerintahan dari kepentingan publik. Ketika dua pucuk pimpinan daerah sibuk mempertontonkan polemik dan saling tuding, masyarakat justru membutuhkan kepastian bahwa pelayanan, pembangunan, dan penyelesaian persoalan daerah tetap berjalan.
Direktur LBH ARUN, Taufik Akbar, menyayangkan konflik tersebut terus bergulir ke ruang publik. Ia mengingatkan, jika tidak segera dihentikan, polemik berkepanjangan dapat menguras energi pemerintahan dan mengganggu konsentrasi dalam menjalankan agenda pembangunan.
“Ini seperti film Korea yang selalu punya episode baru. Saling tuding dan saling menyerang, tetapi tidak fokus memimpin rakyat dan pembangunan daerah,” kata Taufik Akbar, Minggu (27/9).
Menurut Taufik, perbedaan pandangan antara Bupati dan Wabup merupakan hal yang dapat terjadi dalam pemerintahan. Namun, persoalan tersebut semestinya diselesaikan melalui komunikasi dan mekanisme pemerintahan, bukan terus dipertontonkan kepada masyarakat.
“Rakyat tidak butuh drama berseri. Rakyat butuh pemerintah yang bekerja, pelayanan yang berjalan dan pembangunan yang jelas,” ujar Direktur LBH Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) ini.
Taufik berharap kedua pimpinan daerah mengakhiri polemik terbuka dan kembali memusatkan perhatian pada kepentingan masyarakat. “Jangan sampai konflik elite menjadi beban rakyat. Jabatan itu amanah untuk memimpin dan menyelesaikan persoalan daerah, bukan untuk saling menyerang di depan publik,” tegasnya. (Nas)
















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda