Breaking News
Memuat breaking news...

LPM UIN Syahada Padangsidimpuan Sukses Gelar Seminar Ilmiah Moderasi Beragama

Redaksi
Redaksi
Kamis, 9 Juli 2026 - 7.05 PM WIB
LPM UIN Syahada Padangsidimpuan Sukses Gelar Seminar Ilmiah Moderasi Beragama
Rektor UIN Syahada, Prof. Dr. Sumper Mulia Harahap, M.Ag (kanan) menyerahkan serifikat penghargaan kepada Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM, Kemenag RI, Prof Dr. Muhammad Ali Ramdhani, STP, MT., Kamis (9/7/2026). Waspada.id/Mohot Lubis
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

P.SIDIMPUAN (Waspada.id) : Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN SYekh Ali Hasan Ahmad Addary (Syahada) Padangsidimpuan sukses gelar seminar Moderasi Beragama di Aula Perpustakaan UIN Syahada, Jl.HT.Rizal Nurdin, Sihitang, Padangsidimpuan, Kamis (9/7/2026).

Seminar ilmiah dengan tema "Moderasi Beragama dalam dan Penguatan Wawasan Kebangsaan Membangun Akademik Yang Moderat, Inklusif dan Berdaya Saing Menuju Indonesia Emas 2045" tersebut dibuka Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan, Prof.Dr.Sumper Mulia Harahap, M.Ag.

Dalam memberikan pemahaman betapa pentingnya memahami moderasi beragama dilingkungan kampus maupun diluar kampus, UIN Syahada menghadirkan Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM, Kementerian Agama RI, Prof Dr.Muhammad Ali Ramdhani, STP, MT, dan Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pendidikan Agama dan Keagamaan, Badan Moderasi Beragama, Prof Dr.Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag sebagai pemateri.

Kegiatan berskala nasional ini dihadiri WAkil Rektor Bidang Akademik UIN Syahada, Prof.Arbanur Rasyid MA, Wakil Rektor Bidang AUPK UIN Syahada, Prof.Dr.Darwis Harahap, M.Si, Direktur Pascasarjana UIN Syahada Prof.Dr.Ibrahim Siregar, MCL, Ketua DWP UIN Syahada, Ny. JWS Rizki Sumper Mulia, Guru Besar UIN Syahada, Dekan, Ketua Prodi, dosen dan mahasiswa.

Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan, Prof.Dr.Sumper Mulia Harahap, M.Ag dalam sambutannya mengatakan, UIN Syahada dengan slogan cerdas berintegritas, secara totalitas melaksanakan Ma'had Al-Jamiyah (Pesantren Kampus) bagi mahasiswa baru selama dua semester.

Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan, Prof. Dr. Sumper Mulia Harahap, M.Ag bersama Prof Dr. Muhammad Ali Ramdhani, STP, MT dan Prof Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag foto bersama dengan peserta seminar ilmiah Moderasi Beragama, Kamis (9/7/2026). Waspada.id/Mohot Lubis

"Sistem Ma'had aljamiyah dari tahun 2015 menjadi salah satu instrumen penting dalam memajukan UIN. Selain UIN malang yang totalitas melaksanakan Ma'had Aljamiyah adalah UIN Syahada Padangsidimpuan," katanya.

Sarana dan prasarana pendukung yang disiapkan UIN Syahada Padangsidimpuan, ucap Rektor mampu menampung sekira 2.000 sampai 2.500 mahasiswa untuk di didik dan dibina untuk menjadi generasi muda yang cerdas berintegritas

Menyinggung kondisi ketidak pastian saat ini, Prof Sumper Mulia meminta agar mempersiapkan diri dalam menghadapinya dengan memperkuat kompetensi diri.

Pada kesempatan itu, Rektor mengungkapkan bahwa UIN Syahada Padangsidimpuan bersama 16 program studi mengantongi akreditasi unggul."Capaian ini bukti kerja keras dan komitmen civitas akademika dalam memajukan UIN Syahada Padangsidimpuan," tuturnya.

Terhadap mahasiswa alumni Ma'had Al-Jamiyah sebagai bagian dari peserta seminar Ilmiah Moderasi Beragama ini, Rektor meminta untuk tidak segan segan memberikan penjelasan tentang Ma'had Al-Jamiyah ketika berdialog dengan pemateri.

Prof Dr.Muhammad Ali Ramdhani, STP, MT dalam paparannya menjelaskan bahwa eksistensi manusia terletak pada kemampuan berpikir dan kecerdasan emosional merupakan kunci keberhasilan dalam meraih sukses. Menurutnya jika dipersentasikan mencapai 90 %.

"Orang terpelajar itu pemilik masa lalu dan orang yang terus belajar adalah pemilik masa depan" ucapnya sambil memberikan gambaran bahwa baja terbaik itu ditempatkan dengan hawa terpanas.

Prof Dr.Ahmad Zainul Hamdi, MAg sebagai pemateri pertama menjelaskan secara gamblang tentang moderasi beragama. Menurutnya warga Indonesia sudah telah terdidik sejak dari dulu dalam kehidupan sehari hari terkait moderasi bergama

Menurutnya Indonesia emas 2045 tidak akan terwujud, jika tidak didukung SDM yang mumpuni.Namun kecerdasan yang dimiliki seseorang jika diarahkan secara positif maka akan memberi dampak negatif.

"Jika tumbuh rasa kebencian, maka seluruh kehebatan dan kemampuan seseorang, termasuk intelektualnya akan digunakan untuk membenci orang," jelasnya.(id46)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement