Mahasiswa Unimal Tagih Janji Wali Kota Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE (Waspada.id): Puluhan mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal), menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Senin (21/9), untuk menagih janji wali kota.
Unjuk rasa dimulai dengan aksi long march dari Lapangan Hiraq, Kecamatan Banda Sakti, menuju kantor Wali Kota Lhokseumawe.
Mereka membentangkan sejumlah spanduk, bertuliskan kalimat kritis diantaranya, “Evaluasi Kinerja Wali Kota Lhokseumawe”.
Kemudian sampai di Halaman Kantor Wali Kota, mahasiswa aksi langsung melakukan orasi secara bergantian, mempertanyakan janji dan kinerja Wali Kota Lhokseumawe diantaranya terkait program “Broeh Jeut Keupeng” atau sampah jadi uang, hingga penanganan pascabencana terkait huntara.
Aksi unjuk rasa mahasiswa disambut oleh Sekretaris Daerah Lhokseumawe, A Haris yang didampingi oleh sejumlah pejabat, seperti Kepala Dinas Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan (BLHK) Zulfikar Sarif, Kabid Kesehatan, Zainal dan lainnya.
Akan tetapi mahasiswa justru tampak kecewa dan protes karena disambut Sekda dan berharap bertemu langsung dengan Wali Kota Lhokseumawe Sayuti. A. Bakar.
Bahkan untuk mencairkan suasana mahasiswa dan Sekda bersama pejabat lainnya sepakat berdialog dengan posisi duduk bersila di halaman kantor wali kota.
Koordinator aksi, Hafizi, menyampaikan dalam aksi tersebut mempertanyakan terkait gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang tak kunjung direalisasikan.
Karena sebagian besar dari PPPK hanya menggantungkan hidupnya dari gaji tersebut.
Selain itu, juga mempertanyakan terkait program Wali Kota Lhokseumawe yakni “Broh Jeut keu peng” yang peralatannya sudah ada, namun program tersebut hingga kini belum berjalan dan belum menghasilkan sampah menjadi uang.
“Tapi kami enggak peduli dengan hal (alasan) itu, karena jangka waktu sudah panjang dari bulan dua sampai september ini justru alasannya itu-itu aja, apakah harus datang BPK dulu baru dijalankan,” tegasnya.
Massa aksi juga mempertanyakan terkait fasilitas umum di Lhokseumawe, diantaranya jembatan penghubung Los Kala dan Ujong Blang, permasalahan lampu jalan. Termasuk meminta transparansi keuangan Wali Kota Lhokseumawe selama dua tahun terakhir.
Dalam aksi tersebut mahasiswa sempat melakukan panggilan video dengan Wali Kota Lhokseumawe, untuk mengagendakan pertemuan pada Rabu, 24 September 2026 mendatang.
Karena ingin membahas sejumlah tuntutan dalam aksi unjuk rasa itu.
Unjuk rasa turut dikawal personel TNI dan Polri serta Satpol PP Kota Lhokseumawe. Aksi berakhir damai sekira pukul 16:00 Waktu Aceh.
Bahkan Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan pun turun memantau langsung aksi mahasiswa di halaman Kantor Wali Kota setempat. (id72)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda