Minimalisir Dampak Banjir, BWS Diminta Bangun Tanggul Pengaman Lawe Bulan

KUTACANE (Waspada.id): Warga Aceh Tenggara mendesak pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera I agar membangun tanggul pengaman dua sungai besar di kabupaten itu.
Pasalnya, akibat tak adanya tanggul pengaman Sungai Lawe Bulan dan Lawe Kinga serta beberapa sungai lainnya, kerap kali mengakibatkan banjir sungai di Agara hingga mengakibatkan rumah dan permukiman warga terendam dan hanyut disapu banjir.
“Setiap musim penghujan tiba, kami warga Babussalam dan Lawe Bulan, serta warga Kecamatan Bambel maupun warga Kecamatan Lawe Sumur tak pernah nyenyak tidur,” ujar Hajirin.
Masalahnya, selain karena dasar Sungai Kali Bulan terus mengalami pendangkalan, tanggul maupun bronjong darurat yang selama ini dibangun pemerintah kerap jebol, sehingga mengakibatkan banjir dan membuat rumah warga hanyut serta rusak berat.
“Umumnya, banjir Sungai Kali Bulan terjadi pada September sampai akhir Desember. Selain merusak dan menghanyutkan rumah penduduk dan pasar, banjir juga menyebabkan gedung sekolah dan jalan raya lenyap dan putus total,” sebut Dewi, warga Pulonas, Babussalam.

Selain Sungai Kali Bulan, Sungai Kisam dan Sungai Lawe Kinga juga kerap kali menimbulkan banjir hingga merendam jalan nasional dan menghanyutkan rumah warga maupun gedung sekolah di Kecamatan Lawe Sumur dan Bambel.
“Sedikit saja diguyur hujan, Sungai Lawe Kinga (Lawe Ketuban) kerap kali menimbulkan banjir dan merusak permukiman penduduk serta fasilitas umum lainnya,” sambung Ridwan, warga Bambel.
Untuk itu, agar ratusan kute wilayah Kecamatan Babussalam, Lawe Bulan, Deleng Pokhkisen, Bambel, dan Lawe Sumur aman dari hantaman banjir yang membuat warga mengalami kerugian tak terperi, BWS Sumatera I segera membangun tanggul pengaman Sungai Kali Bulan, Sungai Lawe Kisam, dan Sungai Lawe Kinga.
Kadis PUPR Aceh Tenggara, Sadli Desky, kepada Waspada.id, Senin (28/9), membenarkan tingginya permintaan warga di Kecamatan Deleng Pokhkisen, Lawe Bulan, Babussalam, Bambel, dan Lawe Sumur agar pemerintah membangun tanggul pengaman yang kokoh di Sungai Kali Bulan, Kisam, dan Sungai Lawe Kinga.
“Informasi yang kami dapat dari pihak BWS Sumatera I, untuk tahun 2026 ini Kementerian PUPR yang mengelola sumber daya air di wilayah Aceh akan membangun tanggul pengaman Sungai Kali Bulan dan Lawe Kinga.
Nilai proyek pembangunan tanggul pengaman sungai untuk dua sungai tersebut sebesar Rp100 miliar. Realisasi proyek normalisasi itu yang didesak warga untuk segera dibangun,” sebut Sadli Desky.
Selain proyek normalisasi dan pembangunan tanggul pengaman Sungai Kali Bulan dan Lawe Kinga, pihak BPJN juga akan membangun jembatan di Desa Kuning yang selama ini menjadi langganan banjir.
“Untuk lebih jelasnya, silakan tanyakan pada PPK Jalnas 3.5 ruas Batas Sumut-Kutacane-Batas Gayo Lues, Jaya Juliadi,” ungkap Sadli Desky.
PPK 3.5 Ruas Jalan Nasional, Jaya Juliadi, hingga berita ini diturunkan belum bisa dimintai tanggapannya tentang pembebasan tanah warga untuk pembangunan Jembatan Kuning yang direncanakan mirip jembatan rangka baja Batam, karena handphone dan WA Juliadi jarang aktif. (id79/id80)
















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda