MTQ Nasional XXXI: Jejak Qur’ani Aceh Utara dari Samudera Pasai ke Nusantara

"Dari lantunan ayat suci lahir cahaya, dari hafalan Qur’an tumbuh kejayaan. Raisya dan kafilah Aceh Utara bukan sekadar juara, mereka adalah lentera Samudera Pasai yang menuntun generasi menuju jalan Allah."
Di panggung MTQ Nasional XXXI, Semarang, Aceh Utara menyalakan lentera. Raisya Annazira dan enam rekannya bukan sekadar peserta, mereka adalah cahaya yang menuntun, kado dari Samudera Pasai untuk Nusantara, tanda bahwa generasi Qur’ani dari utara Aceh sedang bangkit, menuju cahaya yang lebih abadi.
Raisya Annazira, santriwati yang menorehkan sejarah dengan meraih Juara I Tahfiz Al-Qur’an 30 Juz Putri. Prestasi ini bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan gema kebanggaan yang mengalir hingga ke pelosok kampung, menyentuh hati masyarakat Aceh Utara yang menjunjung Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Direktur Daerah LPPSDM BKPRMI Aceh Utara, Sudadi, kepada Waspada.id, Kamis (24/9/2026) pagi, menyebut capaian ini sebagai bukti nyata bahwa Aceh Utara memiliki potensi generasi Qur’ani yang mampu bersaing di panggung nasional.
“Prestasi ini patut kita apresiasi dan menjadi kebanggaan bersama. Semoga keberhasilan anak-anak kita menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus belajar, berlatih, dan mencintai Al-Qur’an,” ujarnya penuh harap.
Tujuh Cahaya dari Utara
Raisya tidak berdiri sendiri. Enam rekannya turut mengibarkan panji Aceh di berbagai cabang: Nailul A’rifa – Tartil Al-Qur’an Putri. Muhammad Nawal Mubarak – Tafsir Bahasa Arab Putra. Amaliya Ash Shalihah – Tafsir Bahasa Arab Putri. Syeh Marzawi – Khat Al-Qur’an Hiasan Mushaf Putra. Ahyar Arrayyan – Khat Al-Qur’an Kontemporer Putra. Dan, Qaisal Ridha – Khat Al-Qur’an Digital Putra
“Mereka adalah wajah-wajah anak muda yang menyalakan obor Qur’ani. Kehadiran mereka di atas panggung MTA Nasional 2026 meneguhkan bahwa Aceh Utara bukan sekadar tanah sejarah, tetapi juga tanah harapan,” sebut Sudadi.
Keberhasilan Raisya hadir bertepatan dengan Milad Samudera Pasai ke-800. Seakan sejarah berulang, kejayaan masa lalu yang pernah menjadikan Samudera Pasai sebagai pusat dakwah Islam kini menemukan gema baru dalam diri generasi Qur’ani Aceh Utara. “Ini merupakan kado istimewa bagi Aceh Utara. Semangat membangun generasi Qur’ani terus tumbuh.”
Sudadi berharap pemerintah daerah memberi perhatian lebih kepada para putra-putri berprestasi ini. Penghargaan bukan sekadar simbol, melainkan bahan bakar yang akan menyalakan semangat pembinaan tilawah, tahfiz, tafsir, dan seni Al-Qur’an di Aceh Utara.
Prestasi Raisya dan kawan-kawan adalah awal dari perjalanan panjang. Mereka adalah benih yang ditanam di tanah subur Aceh Utara, yang kelak akan tumbuh menjadi pohon-pohon Qur’ani, menaungi masyarakat dengan keteduhan ayat-ayat Allah. WASPADA.id
Maimun Asnawi, S.HI.,M.Kom.I















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda