Nur Shabrina Hasan Raih Gelar Doktor, Kembangkan Model Pelatihan Transformasional Untuk Guru Bahasa Inggris

MEDAN (Waspada.id): Kebahagiaan terpancar dari wajah Nur Shabrina Hasan setelah berhasil mengikuti Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Doktor Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Medan (Unimed), Rabu (7/10).
Dalam ujian yang berlangsung di Ruang Sidang A Lantai III Gedung Pusat Administrasi Unimed, Jalan Willem Iskandar Pasar V, Medan Estate, Nur Shabrina mempertahankan disertasinya berjudul “Pengembangan Model Manajemen Pelatihan Berbasis Transformasional Dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Bahasa Inggris Madrasah Aliyah Islamic Boarding School Deli Serdang.”
Ujian terbuka tersebut dipimpin Rektor Unimed Prof. Dr. Ir. Baharuddin, S.T., M.Pd. selaku Ketua Sidang sekaligus penguji. Turut hadir Prof. Dr. Budi Valianto, M.Pd. selaku Sekretaris Sidang sekaligus Direktur Pascasarjana Unimed.
Nur Shabrina juga diuji oleh jajaran akademisi yang terdiri dari Promotor Prof. Dr. Rosmala Dewi, M.Pd., Ko-Promotor Prof. Dr. Eka Daryanto, M.T., serta penguji Prof. Dr. Yuniarto Mudjisusatyo, M.Pd., Prof. Dr. Aman Simaremare, M.S., Dr. Arif Rahman, M.Pd., dan Penguji Eksternal Prof. Dr. Arwildayanto, M.Pd. Prof. Dr. Aman Simaremare, M.S. juga bertugas sebagai notulen.
Usai menjalani ujian, Nur Shabrina mengaku bahagia. Momen tersebut terasa semakin istimewa karena dihadiri keluarga, sahabat, rekan kerja dan orang-orang terdekat yang memberikan dukungan sejak proses pendidikan hingga penyelesaian disertasinya.
Nur Shabrina diketahui merupakan guru Bahasa Inggris di Al-Azhar Asy-Syarif Islamic Boarding School (AAIBS) Sumatera Utara. Selain mengabdikan diri sebagai pendidik, ia juga menjadi salah satu tentor di Bimbingan Belajar Adzkia.
Direktur Pascasarjana Unimed Prof. Dr. Budi Valianto, M.Pd. mengatakan, penelitian yang dilakukan Nur Shabrina diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah.
“Tentunya saya berharap bahwa hasil dari penelitiannya ini bisa diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah. Kemudian tentunya diharapkan produk dari pembelajaran tadi, prestasi akademik dari siswa-siswanya meningkat dan memberikan manfaat untuk anak didiknya untuk berprestasi,” ujar Budi Valianto.
Menurutnya, penerapan hasil penelitian tersebut juga diharapkan mampu mendorong peserta didik untuk mengembangkan potensi di luar proses pembelajaran rutin, termasuk mengikuti berbagai perlombaan dan kegiatan kreativitas.
“Bukan hanya dalam proses belajar-mengajar, tapi juga prestasi misalnya ikut lomba-lomba kreativitas, sehingga sekolah juga memiliki prestasi yang terdata di Pusat Prestasi Nasional Kemdikdasmen. Nah, itu yang saya harapkan,” katanya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap kemampuan Nur Shabrina dalam mempertahankan disertasinya di hadapan para penguji. “Beliau ini tadi bagus, bisa menjawab dan dia tidak terpancing dengan pertanyaan, dan tetap konsisten dengan kerangka berpikir dari model penelitian,” ungkapnya.
Sementara itu, Nur Shabrina menjelaskan bahwa penelitian yang dilakukannya memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan peningkatan kompetensi guru Bahasa Inggris di lingkungan sekolah.
Menurutnya, model yang dikembangkan dalam disertasi tersebut diharapkan dapat membantu menciptakan pelatihan yang lebih efektif bagi guru sehingga berdampak terhadap proses pembelajaran dan perkembangan peserta didik.
“Karena supaya lebih efektif untuk siswa-siswi, yakni pembelajaran dari sekolah dan sistem mentoring untuk beberapa guru di sekolah,” jelas Nur Shabrina.
Ia mengatakan, penelitian tersebut juga diharapkan dapat diimplementasikan di lingkungan sekolah tempatnya mengajar, yakni Al-Azhar Asy-Syarif Islamic Boarding School Sumatera Utara.
Kehadiran pimpinan dan rekan-rekan dari AAIBS pada ujian terbuka tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap perjalanan akademik Nur Shabrina.
Direktur Al-Azhar Asy-Syarif Islamic Boarding School Sumatera Utara, Dr. Muhammad Adyan Simanjuntak, ST, MM, mengatakan pencapaian Nur Shabrina sejalan dengan semangat seorang guru untuk terus belajar dan berkembang.
“Yang pertama, sesuai dengan konsep Ki Hajar Dewantara, guru itu belajar. Tidak ada berhenti untuk belajar,” kata Muhammad Adyan.
Ia berharap gelar doktor yang diraih Nur Shabrina tidak sekadar menjadi pencapaian akademik, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan.
“Jadi seorang Dr. Sabrina pasti akan menginspirasi orang bagaimana dia tumbuh, bergerak, dan berdampak. Jangan tumbuh, bergerak, tapi tidak berdampak,” ujarnya.
Muhammad Adyan juga menekankan pentingnya budaya belajar bagi guru-guru muda agar terus meningkatkan kompetensi dan memberikan manfaat bagi lingkungan pendidikan.
“Maka kepada guru-guru muda, kita harapkan utlubul ilma, walau ke negeri Cina. Sekarang yang harus kita tekankan kepada guru-guru muda kita, guru-guru calon pemimpin ini adalah belajar berdampak,” tuturnya.
Ia menilai hasil penelitian Nur Shabrina memiliki potensi memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris melalui manajemen pelatihan yang lebih terstruktur.
“Saya yakin dengan rawatan dan didikan seorang ibu yang sangat luar biasa, Nur Sabrina akan menjadi pemimpin yang berdampak di masa yang akan datang,” katanya.
Muhammad Adyan menambahkan, pihaknya bangga memiliki guru yang terus mengembangkan kapasitas akademiknya. Menurutnya, AAIBS juga terus mendorong para guru untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi melalui program beasiswa S2 dan S3.
“Kami Al-Azhar Asy-Syarif pasti bangga memiliki sosok guru yang terus tumbuh karena kami juga terus menumbuhkan guru-guru kami dengan program beasiswa S2 dan S3 untuk guru Al-Azhar Asy-Syarif,” pungkasnya.
Dukungan serupa disampaikan Supervisor Bidang Operasional Bimbingan Belajar Adzkia, Triana Lili Rahayu Tanjung, S.S., yang hadir didampingi Sari Dewi Surabina br. Tarigan, S.Ag.
Triana berharap ilmu yang diperoleh Nur Shabrina selama menempuh pendidikan doktoral dapat diterapkan dan memberikan manfaat di lingkungan kerja maupun pendidikan.
“Kami berharap semoga yang diterima oleh adik kita bisa diterapkan di rumah kita nanti,” katanya.
Ia juga berharap pencapaian Nur Shabrina dapat menjadi motivasi bagi para guru dan tenaga pengajar lainnya di Bimbingan Belajar Adzkia untuk terus meningkatkan pendidikan.
“Semoga Nur Shabrina menjadi contoh untuk kawan-kawan supaya terus belajar, karena belajar itu tidak akan pernah berhenti. Semoga Rina menjadi contoh untuk kawan-kawan yang lainnya supaya bisa melanjutkan kegiatan yang mereka inginkan,” ujarnya.
Sari Dewi Surabina br. Tarigan turut menyampaikan ucapan selamat dan berharap pencapaian tersebut menjadi pemantik semangat bagi rekan-rekan lainnya.
“Selamat kepada Kak Nur Shabrina dan untuk teman-teman dan orang lainnya, khususnya untuk saya sendiri juga, semoga semakin semangat lagi,” katanya.
Sementara itu, salah satu sahabat Nur Shabrina, Dr. Dody Arisandy, S.Pd., M.M.Gr., yang sebelumnya juga telah mengikuti Ujian Terbuka Promosi Doktor, mengaku bangga atas pencapaian tersebut.
Ia berharap Nur Shabrina dapat terus membawa semangat positif dalam menghadapi berbagai tantangan dan persoalan yang dihadapi dalam perjalanan profesional maupun akademiknya.
“Apapun yang terjadi, ikat dengan positif. Apapun permasalahan dengan macam segala fenomena yang dihadapi adik kita Sabrina, Alhamdulillah berjalan dengan baik,” ujar Dody.
Ia juga mengapresiasi kemampuan Nur Shabrina saat mempertahankan disertasinya di hadapan para penguji.
“Dan ini para penguji, para profesor menyatakan adik kita is the best. Dengan proses-proses tatanan yang dia jawab sesuai dengan harapan yang kita lakukan hari ini,” katanya.
Menurut Dody, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa semangat belajar dan kolaborasi dapat mengantarkan seseorang mencapai jenjang akademik tertinggi.
Dengan keberhasilan mengikuti Ujian Terbuka Promosi Doktor tersebut, Nur Shabrina Hasan kini semakin dekat dengan gelar doktor.
Perjalanan akademiknya menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi profesional guru sekaligus menghadirkan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan, khususnya pembelajaran Bahasa Inggris di lingkungan madrasah dan Islamic Boarding School. (Fes)



















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda