Nyaris Adu Jotos, Sosialisasi Tambang PT MMS di Kantor Camat Samadua Dihentikan

TAPAKTUAN (Waspada.id) : Sosialisasi kegiatan pertambangan PT Mineral Mega Sentosa (MMS) di Aula Kantor Camat Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, Selasa (22/9), berakhir ricuh. Ketegangan antarkelompok warga bahkan nyaris berujung bentrokan fisik hingga kegiatan terpaksa dihentikan.
Kericuhan terjadi setelah puluhan warga yang terdiri dari laki-laki dan perempuan mendatangi lokasi sosialisasi sembari menyuarakan penolakan terhadap aktivitas pertambangan.

Aparat keamanan dari Polsek dan Koramil Samadua yang berjaga di lokasi langsung turun tangan ketika situasi memanas. Sejumlah warga yang sempat terlibat saling dorong berhasil dipisahkan sebelum terjadi bentrokan lebih jauh.
Camat Samadua, Muhammad Iqbal, mengatakan sosialisasi yang digelar PT MMS tersebut diikuti para keuchik, imum mukim, serta warga pemilik lahan yang masuk dalam wilayah eksplorasi perusahaan.
Pihak perusahaan juga mengundang Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh Selatan, Asrimaida, ST, sebagai pemateri.
"Kami hanya diminta untuk mempersiapkan tempat guna memfasilitasi kegiatan sosialisasi. Seharusnya warga mendengar dulu apa saja yang disampaikan pihak perusahaan," kata Muhammad Iqbal.
Informasi yang dihimpun Waspada.id di lokasi menyebutkan, kegiatan awalnya berlangsung tertib. Situasi mulai berubah sekitar pukul 11.00 WIB ketika puluhan warga mendatangi Kantor Camat Samadua.
Sebagian warga membawa kertas karton dan meneriakkan penolakan terhadap pertambangan. Mereka kemudian memasuki aula tempat sosialisasi berlangsung.

Suasana semakin panas ketika seorang warga laki-laki menyampaikan interupsi di tengah acara. Dalam interupsinya, ia melontarkan tudingan terhadap keuchik, imum mukim, dan camat terkait perusahaan tambang.
"Apa kalian sudah kenyang dengan duit tambang makanya membela perusahaan tambang? Kami menolak kehadiran tambang, awas kalian ya," teriak warga tersebut.
Tudingan itu langsung memancing reaksi sejumlah peserta yang berada di dalam aula. Adu mulut pun pecah dan berkembang menjadi aksi saling dorong. Sejumlah warga terlihat mengepalkan tangan dan nyaris terlibat adu jotos.
Melihat situasi semakin tidak terkendali, aparat keamanan segera masuk ke tengah kerumunan dan memisahkan warga yang bersitegang.
Untuk mencegah bentrokan fisik dan menghindari kejadian yang tidak diinginkan, pihak kecamatan akhirnya menghentikan sosialisasi. Peserta, warga, dan pemateri kemudian diminta membubarkan diri.
"Acara terpaksa kita hentikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Muhammad Iqbal.
Hingga kegiatan dihentikan, belum diperoleh keterangan lebih lanjut dari pihak PT MMS mengenai kericuhan tersebut maupun kelanjutan agenda sosialisasi kegiatan pertambangan di Kecamatan Samadua. (id85)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda