Breaking News
Memuat breaking news...

OJK Catat Penghimpunan Dana Pasar Modal Capai Rp169,5 T

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 3 Oktober 2026 - 8.35 AM WIB
OJK Catat Penghimpunan Dana Pasar Modal Capai Rp169,5 T
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Pasar modal Indonesia masih menjadi salah satu sumber pembiayaan bagi dunia usaha. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penghimpunan dana di pasar modal telah mencapai Rp169,5 triliun dari 148 emisi hingga September 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, capaian tersebut menunjukkan pasar modal tetap menjadi pilihan perusahaan untuk memperoleh sumber pendanaan.

Menurut Hasan, minat perusahaan untuk melakukan penghimpunan dana juga masih berlanjut. Saat ini masih terdapat sejumlah perusahaan yang berada dalam antrean penawaran umum dengan total nilai emisi mencapai Rp27,61 triliun.

"Di dalam pipeline, di tempat kami (OJK) dan di tempat Pak Jeffrey (Direktur Utama Bursa Efek Indonesia) di Bursa, masih ada permintaan untuk fundraising sebesar Rp27,61 triliun," ujar Hasan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Jumat (2/10).

Investor Pasar Modal Tembus 32,17 Juta SID

Dari sisi permintaan, Hasan menyebut minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal juga masih menunjukkan pertumbuhan. Hal tersebut tercermin dari jumlah investor ritel domestik yang terus meningkat meski pasar modal menghadapi berbagai dinamika dan tekanan sepanjang tahun ini.

Setelah menembus 20 juta investor pada akhir 2025, jumlah investor pasar modal kini telah mencapai 32,17 juta Single Investor Identification (SID).

Artinya, jumlah investor bertambah lebih dari 12 juta dalam kurun waktu sekitar satu tahun. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya partisipasi masyarakat di pasar modal.

"Kenaikan yang sangat impresif, dalam setahun naik lebih dari 12 juta dan ini belum sampai ke akhir tahun atau sampai saat ini sudah naik di angka 57,96 persen," terangnya.

Transaksi Derivatif dan Bursa Karbon

Tidak hanya pasar modal konvensional, aktivitas di sektor keuangan derivatif juga terus berkembang. OJK mencatat sebanyak 113 pihak telah memperoleh persetujuan prinsip di sektor tersebut.

Sementara itu, volume transaksi keuangan derivatif sepanjang tahun ini telah mencapai 379.443 lot.

Di sektor bursa karbon, OJK mencatat sebanyak 160 pengguna jasa telah terdaftar. Volume transaksi mencapai 1,98 juta ton CO2 ekuivalen, dengan akumulasi nilai transaksi sebesar Rp93,97 miliar.

Hasan mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan aktivitas di pasar modal, sektor keuangan derivatif, maupun bursa karbon tetap berjalan dan terjaga.

"Kami juga menyediakan sarana di sektor keuangan derivatif dan juga Bursa Karbon yang juga tercatat terjaga dengan baik aktivitasnya di tahun ini," ungkap Hasan. (cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement