OMI 2026 Zona III Tingkat Provinsi di Asahan, 132 Siswa Adu Kemampuan

KISARAN (Waspada.id): Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Provinsi Sumatera Utara Zona III digelar di Kabupaten Asahan yang menjadi tuan rumah. Sebanyak 132 siswa dari empat kabupaten/kota mengikuti kompetisi tersebut.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Asahan Abdul Manan saat membuka secara resmi OMI 2026 Zona III di MAN Asahan, Senin (5/10), menekankan pentingnya mengusung tiga target utama keberhasilan dalam perhelatan OMI tahun ini, yakni sukses acara, sukses prestasi, dan sukses laporan.
"Sukses acara tercermin dari kelancaran seluruh tahapan kegiatan, sedangkan sukses prestasi diraih melalui kompetisi yang menjunjung tinggi kejujuran. Sementara itu, sukses laporan menjadi bentuk pertanggungjawaban tata kelola administrasi yang transparan dan akuntabel," jelas Kakankemenag.
Selain itu, kata Abdul Manan, OMI menjadi ajang bergengsi bagi siswa madrasah untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan kemampuan mereka di bidang sains dan riset. Menurutnya, kompetisi tersebut juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan inovasi dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.
"OMI ini menjadi sebuah ajang yang sangat bergengsi bagi anak-anak kita yang sudah belajar di madrasah. Mereka dapat mengembangkan potensi di bidang sains dan riset, sekaligus mengasah kreativitas dan inovasi yang berlandaskan nilai-nilai keislaman," jelasnya.
Sementara itu, Kasi Penmad Kemenag Asahan Srei Muchlis menerangkan, OMI 2026 Zona III diikuti empat kabupaten/kota, yakni Asahan, Tanjungbalai, Labuhanbatu Utara, dan Labuhanbatu. OMI merupakan kompetisi sains dan riset tingkat nasional yang diselenggarakan Kementerian Agama RI berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam.
Untuk tingkat MI sederajat, kata Srei, mata pelajaran yang dilombakan meliputi Matematika dan IPAS. Tingkat MTs meliputi Matematika, IPA, dan IPS. Sedangkan tingkat MA mencakup Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Geografi, dan Ekonomi.
"Kegiatan ini berlangsung 5-6 Oktober 2026 di MAN Asahan, Jalan Latsitarda Nusantara VIII, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan. Di Zona III, masing-masing Kemenag kabupaten/kota mengirimkan 33 peserta sehingga total peserta mencapai 132 siswa," ujarnya.
Menurut Srei, OMI bertujuan mengembangkan potensi, kreativitas, serta pola pikir kritis murid madrasah dan sekolah umum dalam bidang sains dan riset yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. Kompetisi ini juga memberikan ruang kepada siswa jenjang MI, MTs, dan MA sederajat untuk menyalurkan minat dan kemampuan di bidang ilmu pengetahuan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komite OMI Provinsi Sumatera Utara Nursyamsiah, Kakankemenag, serta Kasi Penmad dari kabupaten/kota yang tergabung dalam Zona III. (Id40)


















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda