Pabrik Es 30 Ton Per Hari Hadir di PPI Ujung Serangga, Perkuat Rantai Dingin Nelayan Abdya

BLANGPIDIE (Waspada.id): Kebutuhan es untuk menjaga mutu hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kini mendapat dukungan fasilitas baru.
Pabrik Es Balok PT Samudra Karya Nanggroe resmi mulai beroperasi di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujung Serangga, Kecamatan Susoh, Senin (28/9). Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 30 ton es balok per hari.
Kehadirannya di kawasan PPI diharapkan memudahkan nelayan memperoleh kebutuhan es, sekaligus memperkuat penanganan hasil tangkapan sebelum dipasarkan.
Soft opening fasilitas tersebut dilakukan Wakil Bupati Abdya H. Zaman Akli, dihadiri Plt Sekda Amrizal, jajaran PT Samudra Karya Nanggroe, anggota DPRK Abdya Kasyful Wara dan Deviani, sejumlah kepala SKPK, Camat Susoh Teuku Nasrul, Panglima Laot Abdya T. Indra Kusuma, tokoh masyarakat, serta nelayan.

Direktur Utama PT Samudra Karya Nanggroe, Kaslianda Firdaus alias Anto, mengatakan pembangunan pabrik merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung aktivitas nelayan dan perekonomian masyarakat pesisir.
Menurutnya, selama ini ketersediaan es menjadi salah satu kebutuhan penting bagi nelayan, terutama dalam mempertahankan kualitas ikan setelah hasil tangkapan didaratkan.
“Semoga pabrik ini sukses dan terus berkembang, sehingga manfaatnya semakin besar bagi kelompok nelayan yang selama ini sering mengalami kekurangan es,” ujar Anto.
Ia mengatakan, keberadaan fasilitas tersebut juga diharapkan membuka kesempatan kerja dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar PPI Ujung Serangga.
Sementara itu, Wakil Bupati Zaman Akli menilai ketersediaan es memiliki peran penting dalam menjaga kualitas ikan sejak dari kapal hingga sampai kepada konsumen.

Menurutnya, fasilitas tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan nelayan, tetapi menjadi bagian dari mata rantai usaha perikanan yang saling berkaitan.
“Nelayan lebih mudah mendapatkan es, hasil tangkapan dapat ditangani dengan baik, pedagang memperoleh ikan dengan kualitas yang lebih terjaga, dan manfaat ekonominya dapat dirasakan masyarakat,” kata Zaman Akli.
Ia meminta pihak perusahaan menjaga kualitas produksi, memastikan kebutuhan nelayan menjadi perhatian utama, serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
“Kita ingin potensi laut dan pesisir yang kita miliki tidak hanya menjadi sumber daya alam, tetapi benar-benar menjadi sumber kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Direktur Pabrik Es PT Samudra Karya Nanggroe, Romi Herdiansyah, menjelaskan fasilitas tersebut ditopang dua mesin produksi, dengan kapasitas masing-masing 15 ton per hari.
Dalam operasionalnya, pabrik mampu melakukan dua kali produksi selama sekitar 10 jam, dengan kapasitas total mencapai 30 ton atau sekitar 620 batang es balok per hari.
“Dua mesin masing-masing berkapasitas 15 ton per hari. Dengan dua kali produksi selama 10 jam, kapasitasnya sekitar 30 ton atau 620 batang es per hari,” jelas Romi.
Selain peresmian operasional, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan santunan kepada 30 anak yatim dan makan bersama.
Kehadiran pabrik es di kawasan PPI Ujung Serangga diharapkan menjadi salah satu penunjang aktivitas perikanan tangkap Abdya, terutama dalam memastikan hasil laut tetap terjaga kualitasnya sebelum bergerak dari nelayan menuju pasar. (id82)
















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda