Breaking News
Memuat breaking news...

Pascabanjir Hantam Pusat Penangkaran Reptil, Ratusan Ular Serbu Kota Hengzhou

Redaksi
Redaksi
Minggu, 12 Juli 2026 - 9.35 AM WIB
Pascabanjir Hantam Pusat Penangkaran Reptil, Ratusan Ular Serbu Kota Hengzhou
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

HENGZHOU (Waspada.id): Ratusan ular yang mayoritas berbisa menyerbu Hengzhou, sebuah kota di selatan China, usai banjir bandang melanda. Banjir bandang akibat Topan Maysak itu telah menewaskan setidaknya 39 orang.

Jumat (10/7/2026), seorang wanita meninggal usai digigit ular yang melarikan diri dari salah satu peternakan reptil akibat banjir.

Media pemerintah melaporkan, beberapa orang lain juga menjadi korban gigitan ular.

Video-video yang diunggah oleh warga menunjukkan ular-ular berenang di jalanan, dengan kepala mereka terangkat di atas air.

Awalnya, pihak berwenang China meremehkan ancaman tersebut, tetapi sekarang mengeluarkan peringatan kepada penduduk desa untuk menjauhinya.

Sementara, pemerintah kini sedang memobilisasi penangkap ular, meningkatkan stok antibisa, dan mempersiapkan petugas rumah sakit untuk potensi peningkatan kasus gigitan ular.

Ribuan ular telah ditangkap

Anggota tim penangkap ular sipil di Hengzhou, Zhu mengatakan, tim yang terdiri dari 7-8 orang telah bekerja terus menerus selama dua hari dan menangkap total 2.000-3.000 ekor ular.

Angka itu bahkan lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya tentang jumlah ular yang lolos, terutama ular tikus.

Zhu menjelaskan, setelah banjir, ular sering mencari perlindungan di tempat-tempat tersembunyi seperti sudut-sudut rumah.

Warga desa akan memberi tahu tim setelah melihat ular-ular tersebut dan ular yang tertangkap akan diserahkan kepada para profesional untuk dilepaskan kembali ke alam liar.

“Kami menangkap dua atau tiga ribu ekor dalam dua hari, pada dasarnya kami telah membasmi mereka semua,” katanya.

Hewan lain turut berkeliaran

Namun, ular bukanlah satu-satunya hewan yang berkeliaran.

Dua zebra, satu lembu, tiga kuda poni, dan dua keledai, juga melarikan diri ketika kebun binatang di wilayah tersebut terendam banjir.

Kebun Binatang Guigang mengeluarkan pemberitahuan darurat pada Rabu (8/7/2026) malam, memperingatkan masyarakat bahwa beberapa hewan yang lepas dapat menjadi agresif ketika ketakutan dan meminta laporan penampakan hewan.

Dalam sebuah wawancara dengan media lokal Hongxing News, pemilik kebun binatang Yin Feifei mengatakan, staf mempertaruhkan nyawa mereka untuk mengunci kandang predator ketika air banjir naik.

“Kita tidak bisa membiarkan predator lolos selama banjir dan menciptakan risiko tambahan bagi keselamatan publik,” katanya.

Tak hanya itu, lebih dari 16.000 babi juga hanyut terbawa banjir.

Alat berat digunakan untuk mengangkat babi dari air banjir, seperti mesin capit di mesin permainan arcade.

Terkenal dengan bunga melati dan ular, Hengzhou terletak di bagian tenggara wilayah Guangxi di dataran tengah yang relatif datar, serta dikelilingi oleh pegunungan dan lebih dari 660 sungai.

Kota ini terkenal sebagai "ibu kota melati" China. Di sinilah bunga harum ini telah dibudidayakan selama 500 tahun. Namun, bukan hanya melati yang membuat wilayah ini terkenal.

Dalam beberapa dekade terakhir, Hengzhou, bersama dengan seluruh wilayah Guangxi, telah menjadi pusat penangkaran ular.

Lebih dari 100 spesies ular telah tercatat di wilayah yang berbatasan dengan Vietnam dan memiliki beragam kelompok minoritas ini.

Masyarakat setempat menganggap daging ular sebagai makanan bergizi dan terdapat tradisi panjang menangkap ular untuk dimakan.

Pada 2020, Guangxi menjadi rumah bagi hampir 20 juta ular, dengan lebih dari 14.000 peternakan. Saat ini, kebanyakan orang membiakkan ular untuk aplikasi farmasi dan biomedis.

Ular yang paling umum dikembangbiakkan di daerah ini adalah kobra dan ular tikus biasa. Namun, apa yang dulunya merupakan industri penting bagi Hengzhou kini menghadirkan masalah kritis bagi pemerintah daerah.(id03)

Sumber Kompas.com

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement