Breaking News
Memuat breaking news...

Pemkab Deliserdang dan PT Pupuk Indonesia Tindaklanjuti Kendala Pupuk Petani

Redaksi
Redaksi
Selasa, 22 September 2026 - 7.15 PM WIB
Pemkab Deliserdang dan PT Pupuk Indonesia Tindaklanjuti Kendala Pupuk Petani
Misran Sihaloho, bersama PT Pupuk Indonesia mengunjungi Gapoktan Jaya Bersama di Desa Paluh Manan dan Gapoktan Sinar Tani di Desa Kota Rantang, Kecamatan Hamparan Perak, Selasa (22/9/26). Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

HAMPARAN PERAK (Waspada.id): Pemkab Deliserdang memperkuat pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi untuk memastikan ketersediaan dan distribusinya sesuai kebutuhan petani.

Monitoring dan evaluasi dilakukan Staf Ahli Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setdakab Deliserdang, Misran Sihaloho, bersama PT Pupuk Indonesia dengan mengunjungi Gapoktan Jaya Bersama di Desa Paluh Manan dan Gapoktan Sinar Tani di Desa Kota Rantang, Kecamatan Hamparan Perak, Selasa (22/9/26).

Misran mengatakan, monitoring langsung diperlukan untuk melihat kesesuaian antara alokasi, penyaluran, dan kebutuhan petani di lapangan.

Menurutnya, di Gapoktan Jaya Bersama, alokasi pupuk per tahun tercatat 161 ton urea dan 146 ton NPK. Hingga monitoring dilakukan, realisasi penyaluran mencapai 60 ton urea dan 65 ton NPK. Harga penyaluran masing-masing Rp90.000 per goni untuk urea dan Rp92.000 per goni untuk NPK.

Tim juga menemukan adanya petani baru yang belum dapat menebus pupuk, karena belum tercantum dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Dinas Pertanian akan mendata dan memperbarui usulan agar kebutuhan petani tersebut dapat terakomodasi.

Sementara di Gapoktan Sinar Tani, alokasi pupuk mencapai 133 ton urea dan 101 ton NPK per tahun, dengan realisasi masing-masing 51 ton dan 40 ton. Monitoring turut menemukan lahan pertanian yang terdampak banjir sehingga tanaman rusak dan harus ditanam kembali.

Kondisi tersebut berdampak pada kebutuhan pupuk. Alokasi yang sebelumnya diperhitungkan untuk dua musim tanam telah digunakan, sementara penanaman kembali membutuhkan tambahan pupuk. Temuan ini akan ditindaklanjuti OPD terkait untuk mencari solusi bagi petani terdampak.

“Setelah dilakukan monitoring langsung, kami berharap para distributor dapat memaksimalkan penggunaan pupuk subsidi kepada para petani,” ujarnya.

Account Executive Wilayah Sumatera Utara I PT Pupuk Indonesia, Ahmad Dalfin, mengapresiasi kolaborasi dengan Pemkab Deliserdang dalam pengawasan pupuk bersubsidi.

Dijelaskannya, monitoring di tingkat Gapoktan membantu memberikan gambaran mengenai realisasi penyaluran dan kebutuhan pupuk selama satu tahun. Sehingga ketersediaannya dapat terus dijaga untuk mendukung produktivitas pertanian di Deliserdang.

“Kegiatan monitoring ini menjadi langkah yang baik untuk memastikan ketersediaan pupuk di tingkat Gapoktan. Selain itu, kami juga melakukan pendataan terkait penyaluran dan penggunaan pupuk selama satu tahun,” pungkasnya.(id.28)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement