Pemkab Pakpak Bharat Pantau Kemunculan Harimau di Kuta Saga

PAKPAK BHARAT (Waspada.id): Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat bersama BKSDA, TNI/Polri, Yayasan Tangguh Hutan Khatulistiwa, COP, pemerintah desa, dan masyarakat terus memantau keberadaan harimau sumatera yang diduga berkeliaran di Desa Kuta Saga, Kecamatan Kerajaan.
Pemantauan dilakukan setelah warga menemukan jejak harimau di kawasan perladangan Sulampak dan seekor sapi milik warga ditemukan telah dimangsa satwa liar tersebut.

Plt. Camat Kerajaan, Sondang M Berutu, SE, Selasa (22/09/2026) mengatakan, sejumlah langkah telah dilakukan untuk mengetahui keberadaan satwa yang dilindungi tersebut.
Di antaranya memasang sejumlah kamera tersembunyi (camera trap) di titik-titik yang diduga menjadi jalur perlintasan harimau. Petugas juga memantau bangkai sapi yang sebelumnya diduga menjadi mangsa harimau.
Menurut Sondang, keberadaan harimau sempat terekam kamera pengintai saat kembali mendatangi bangkai sapi tersebut. Namun, setelah dilakukan penelusuran selama beberapa hari, satwa itu tidak lagi ditemukan di sekitar lokasi.

“Kejadiannya bermula pada Kamis (17 September) kemarin, kami menerima laporan adanya jejak-jejak harimau di kawasan perladangan Sulampak, Desa Kuta Saga. Di hari yang sama ternyata hewan ini telah memangsa seekor sapi milik warga. Terkait hal ini kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten, BKSDA, Kepolisian dan juga TNI. Upaya yang kami lakukan pada dasarnya adalah mencegah korban, baik itu dari masyarakat jangan sampai ada korban, serta juga mencegah supaya jangan ada pihak-pihak tertentu yang mencoba membunuh hewan ini. Bagaimanapun, hewan ini sangat dilindungi,” jelas Sondang Berutu.
Ia menegaskan, pemantauan dilakukan untuk mencegah terjadinya korban, baik dari masyarakat maupun satwa tersebut. Selain itu, langkah tersebut juga untuk memastikan tidak ada pihak yang mengambil tindakan sendiri terhadap harimau yang merupakan satwa dilindungi.

Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae atau Panthera tigris sondaica) merupakan satu-satunya subspesies harimau asli Indonesia yang masih bertahan hingga saat ini.
Sementara harimau bali dan harimau jawa telah dinyatakan punah. Satwa endemik Pulau Sumatra itu berstatus kritis, dengan perkiraan populasi liar yang tersisa sekitar 400 hingga 500 ekor.
Harimau sumatera memiliki wilayah jelajah luas di Pulau Sumatra, mulai hutan dataran rendah, hutan hujan tropis hingga hutan pegunungan dengan ketinggian mencapai 3.000 meter di atas permukaan laut.
Sebagai predator puncak dalam rantai makanan, keberadaan harimau sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Satwa tersebut berperan mengendalikan populasi hewan herbivora dan hama, seperti babi hutan, agar tidak berkembang secara berlebihan dan merusak vegetasi hutan. [***]














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda