Breaking News
Memuat breaking news...

Pemulihan Ekonomi Pascabanjir Aceh Utara, Pendampingan Berkelanjutan bagi Pelaku Ekraf

Redaksi
Redaksi
Selasa, 22 September 2026 - 7.05 PM WIB
Pemulihan Ekonomi Pascabanjir Aceh Utara, Pendampingan Berkelanjutan bagi Pelaku Ekraf
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menggelar Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih, Selasa (22/9), di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Utara. Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

ACEH UTARA (Waspada.id): Penanganan pascabencana di Aceh Utara dinilai tidak hanya berfokus pada pemulihan infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan kembali perekonomian masyarakat.

Mengusung semangat "Ekraf Peduli: Pulih Bersama, Bangkit Berdaya", Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menggelar Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih, Selasa-Rabu (22-23/9), di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Utara.

Program Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih dihadirkan sebagai langkah nyata pendampingan bagi para pelaku usaha ekonomi kreatif yang terdampak bencana. Program ini menyasar 80 pelaku usaha setempat yang dibagi ke dalam dua hari intensif.

Kegiatan tidak sekadar pelatihan teori, namun para peserta dibekali strategi praktis sehingga mampu mentransformasi potensi bahan baku lokal menjadi produk kreatif unggulan yang memiliki daya saing tinggi.



Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Aceh Utara, Zulkifli, bersama Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Indri.


Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Aceh Utara, Zulkifli, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. "Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah pemulihan dan rehabilitasi usaha serta membuka kembali peluang usaha bagi pelaku ekraf, khususnya di Kabupaten Aceh Utara," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Kementerian Ekraf, Indri, menegaskan komitmen pemerintah dalam mengawal pemulihan ekonomi kreatif lokal. "Wujud nyata percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, pemulihan tidak hanya difokuskan pada perbaikan infrastruktur fisik, tetapi juga pada kebangkitan ekonomi warganya," ujarnya.

Dalam agenda ini, praktisi ekonomi kreatif Khairul Fajri Yahya (Fashion Designer, Pemilik Brand Ija Kroeng, dan Peraih Serambi Ekraf Award) hadir membagikan wawasan serta pengalaman praktis dalam membangun bisnis berbasis kearifan lokal.

Ia menjelaskan, pertama, peningkatan kapasitas ekonomi kreatif meliputi pemahaman mendalam mengenai branding, penentuan segmen pasar, hingga legalitas merek guna melindungi aset kreatif lokal.

Kedua, manajemen usaha mencakup pendampingan teknis perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP), strategi pricing, analisis SWOT, serta tata kelola keuangan usaha agar lebih akuntabel dan berkelanjutan.

Sejumlah peserta menyampaikan optimisme mereka usai mengikuti pelatihan ini. Salah satunya, Cut Putriani, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru yang siap ia terapkan secara langsung.

"Saya mendapatkan ilmu baru dan siap menerapkan seluruh materi yang telah diberikan. Harapannya, program EKRAF Peduli ini dapat menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa," ujar Cut Putriani.

Manfaat serupa dirasakan Ruli Safianur, warga Desa Sawang, salah satu wilayah yang terdampak bencana. Ia mengapresiasi hadirnya kegiatan ini dan berharap adanya dukungan berkelanjutan bagi warga terdampak.

"Kami berharap ke depannya Kementerian EKRAF tidak hanya menggelar pelatihan, tetapi juga memberikan bantuan alat produksi," tutur Ruli.

Melalui Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih ini, diharapkan para pelaku ekonomi kreatif di Aceh Utara tidak hanya bangkit dari dampak bencana, tetapi juga mampu mengolah potensi lokal menjadi produk unggulan berkualitas yang siap bersaing di pasar nasional maupun global. (id71)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement