Pendangkalan Sicanang Ganggu Nelayan, Salman Minta Segera Dikeruk

MEDAN (Waspada.id): Pendangkalan kawasan pantai dan perairan di Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, mulai mengganggu aktivitas nelayan. Kondisi tersebut mendapat perhatian Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut), H. Salman Alfarisi, yang meminta instansi terkait segera melakukan kajian dan pengerukan pada titik-titik yang dinilai prioritas.
Salman mengatakan, persoalan sedimentasi di kawasan pesisir tidak cukup ditangani secara insidental. Diperlukan kajian menyeluruh untuk mengetahui sumber sedimentasi, pola pergerakannya serta titik-titik yang membutuhkan pengerukan.
“Kalau pendangkalan terus terjadi, masyarakat yang paling merasakan dampaknya. Ini harus ditangani secara serius, terukur dan berkelanjutan, bukan menunggu sampai kondisinya semakin parah,” kata Salman kepada wartawan, Senin (28/9/2026).
Ia mendorong Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II melakukan kajian terhadap sedimentasi yang berkaitan dengan sistem aliran sungai, sekaligus menentukan titik pengerukan prioritas.
Sementara untuk kawasan perairan pelabuhan, Salman meminta KSOP Utama Belawan dan Pelindo memastikan penanganan alur serta kolam pelabuhan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat pesisir, khususnya nelayan.
Menurut Salman, pengerukan juga harus disertai pengelolaan material hasil kerukan yang jelas agar tidak menimbulkan persoalan baru di kawasan pesisir.
“Harus ada pemetaan kedalaman, pengerukan titik prioritas dan pengelolaan material hasil kerukan yang tepat. Jangan sampai sedimentasi hanya dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain,” tegasnya.
Salman juga meminta Pemprov Sumut dan Pemko Medan memperkuat koordinasi lintas instansi agar persoalan pendangkalan di Sicanang tidak ditangani secara parsial.
Ia menekankan, kepentingan nelayan, kelestarian lingkungan pesisir dan keselamatan masyarakat harus menjadi bagian utama dalam penanganan sedimentasi tersebut. (id145)















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda