Breaking News
Memuat breaking news...

Penerima Bantuan Pangan di Tebingtinggi Capai 23.292 KK

Redaksi
Redaksi
Rabu, 7 Oktober 2026 - 1.55 PM WIB
Penerima Bantuan Pangan di Tebingtinggi Capai 23.292 KK
Beras bantuan pangan yang disalurkan Bulog ke berbagai kelurahan di Kota Tebingtinggi. Waspada.id/Khalik
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TEBINGTINGGI (Waspada.id): Penerima bantuan pangan (Banpang) dari Kota Tebingtinggi, pada kuartal kedua 2026, ternyata mencapai 23.292 kepala keluarga, tersebar di 35 kelurahan. Jumlah penerima Banpang ini tercatat sebagai keluarga dengan tingkat kesejahteraan hidup Desil 4 ke bawah.

Dari data petugas pencatat kelurahan yang berhasil Waspada.id peroleh, Rabu (7/10), tercatat jumlah penerima Banpang dari Bulog yang disalurkan pada periode Juli Agustus September 2026, tercatat Kecamatan Rambutan terbesar penerima Banpang sebanyak 5.641 kepala keluarga (KK). Menyusul Kec. Bajenis dengan penerima sebanyak 5.639 KK. Tiga kecamatan lain, Padang Hilir sebanyak 5.122 kk, Padang Hulu mencapai 4.417 KK dan T.Tinggi Kota hanya 3.110 KK.

Kelurahan terbesar dengan jumlah penduduk miskin tercatat dari Kel. Tebingtinggi, Kec. Padang Hilir dengan penerima sebanyak 1.289 KK, menyusul Kel. Karya Jaya, Kec. Rambutan mencapai 1.242 KK. Kelurahan Durian, Kec. Bajenis dengan penerima 1.204 KK dan Kel. Brohol, Kec. Bajenis dengan penerima mencapai 1.057 kk. Sedangkan 30 kelurahan lainnya, jumlah penerima Banpang berada pada tentang antara 224 KK, Kel. T.Tinggi Lama, Kec. T.Tinggi Kota hingga 962 KK, Kel. Tualang, Kec. Padang Hulu.

Data penerima Banpang untuk kota Tebingtinggi. Waspada.id/Ist

Banpang ini dikirimkan Bulog langsung dari gudang Pulo Brayan, Medan ke kantor kelurahan yang terdaftar, di mana pihak kelurahan langsung mendistribusikannya kepada warga penerima.

Jumlah Banpang yang disalurkan ke kota Tebingtinggi mencapai 717.970 Kg atau 717 ton lebih. Setiap warga penerima, dari pantauan Waspada.id, mendapatkan 30 kg beras dalam karung plastik 10 kg terdiri atas 3 karung.

Terkait itu, sejumlah sumber di kelurahan mengungkapkan adanya permainan kotor dalam distribusi beras, sehingga menguntungkan aparat kelurahan. Sumber yang minta namanya tidak di muat, menyatakan permainan kotor itu terjadi pada data warga yang tidak mengambil jatahnya karena meninggal atau pindah, tapi namanya masih tercantum dalam daftar penerima. "Biasanya petugas akan cari warga pengganti, tapi dengan nego tertentu," terang sumber.

Negosiasinya, warga penerima pengganti hanya akan menerima satu atau dua karung beras 10 Kg dari tiga karung beras yang jadi hak warga penerima. Sisanya itu yang jadi milik kelurahan. Jumlah warga yang tak menerima cukup besar, pengakuan sumber. Pada satu kelurahan saja ada 80 an KK yang tak mengambil haknya. Jadi bayangkan jika pada semua kelurahan ada kasus yang sama. "Yang untung lurahnya, karena beredar di pasaran Rp100 ribu per karung," ujar sumber dengan senyum penuh makna.

Sumber berharap, ke depan ada perubahan tata kelola penyaluran yang lebih bersih agar target Banpang tercapai. "Kabarnya bulan November ada penyaluran lagi," pungkas sumber. (Lik)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement