Potensi Energi Terbarukan Indonesia 3.700 GW, Baru 15,4 GW Tergarap

JAKARTA (Waspada.id): Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar, mencapai sekitar 3.700 gigawatt (GW). Namun, pemanfaatannya hingga kini masih sangat kecil. Dari total potensi tersebut, kapasitas energi terbarukan yang telah digunakan untuk pembangkit listrik baru sekitar 15,4 GW.
Kondisi ini sekaligus menunjukkan masih terbukanya ruang investasi yang sangat besar di sektor energi bersih, seiring pemerintah mendorong transisi energi dan pengembangan industri berbasis energi terbarukan.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan, pemerintah tengah mempercepat pemanfaatan potensi tersebut, salah satunya melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga surya.
“Potensi energi terbarukan kita kurang lebih 3.700 GW, yang baru kita gunakan sekitar 15,4 GW,” ujar Rosan Roeslani dalam wawancara di Indonesia Sustainability Forum (ISF) 2026 di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Kejar 100 GW Energi Surya
Rosan menjelaskan, energi surya menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mempercepat pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Pemerintah menargetkan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya dapat mencapai 100 GW.
Pengembangan energi surya juga diarahkan untuk menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel yang dinilai tidak efisien.
Pemerintah secara bertahap menargetkan penggantian pembangkit diesel dengan total kapasitas sekitar 13 GW melalui pengembangan pembangkit tenaga surya.
Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk mempercepat transisi energi, tetapi juga berpotensi membuka ruang investasi baru di sektor energi bersih.
Dengan potensi energi terbarukan yang mencapai ribuan gigawatt, pemerintah memiliki ruang yang besar untuk meningkatkan kapasitas pembangkit sekaligus menarik investasi dalam pengembangan infrastruktur energi hijau.
Butuh Koordinasi Kuat
Meski peluangnya besar, percepatan pengembangan energi terbarukan membutuhkan koordinasi lintas sektor yang lebih kuat.
Rosan mengatakan pembentukan kementerian koordinator baru yang menangani hilirisasi dan transisi energi diharapkan dapat mempercepat implementasi berbagai program energi bersih.
“Dengan adanya kementerian koordinator baru untuk hilirisasi dan transisi energi, saya rasa ini akan membuat pekerjaan kita lebih komprehensif dan implementasinya bisa lebih cepat,” kata Rosan.
Pengembangan energi terbarukan juga menjadi bagian penting dari strategi hilirisasi nasional. Industri membutuhkan pasokan energi yang tidak hanya mencukupi kebutuhan produksi, tetapi juga semakin bersih dan berkelanjutan.
Dengan demikian, besarnya potensi energi terbarukan yang belum tergarap menjadi peluang sekaligus tantangan bagi Indonesia untuk mempercepat pembangunan pembangkit, menarik investasi, dan mendukung hilirisasi industri dalam jangka panjang. (Lip6)


















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda