Prediksi ARGENTINA Vs MESIR Piala Dunia 2026Prediksi ARGENTINA Vs MESIR Piala Dunia 2026

Oleh: Indra Efendi Rangkuti
Argentina akan bertemu Mesir pada pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan Argentina dengan Mesir akan berlangsung di Stadion Atlanta, Amerika Serikat pada Selasa, 7 Juli 2026, pukul 23.00 WIB.
Argentina dan Mesir baru bertemu sekali dalam pertandingan Internasional sebelumnya.Pertemuan itu terjadi dalam pertandingan persahabatan yang digelar di Stadion Internasional Kairo, Mesir pada 26 Maret 2008.Argentina sukses menaklukkan Mesir 2-0 waktu itu.Gol kemenangan Argentina saat itu dicetak oleh Sergio Agüero dan Nicolás Burdisso.
Argentina pada pertemuan itu dilatih oleh Alfio Basile dan Mesir dilatih oleh Hassan Shehatta.Kini di Piala Dunia 2026 Argentina dilatih oleh Lionel Scaloni dan Mesir dilatih oleh Hossam Hassan.
Berdasarkan peringkat FIFA edisi terbaru, Argentina menempati urutan 2. Mereka akan melakukan pembuktian kekuatannya terhadap Mesir yang berada di peringkat 24.Namun, peringkat FIFA tidak bisa jadi tolok ukur utama untuk mengukur kekuatan tim yang akan bertanding.
Argentina dan Mesir kini harus berpacu dengan waktu untuk memulihkan fisik. Keduanya dalam ujian kebugaran setelah sama-sama melalui laga menguras energi di babak 32 besar.Argentina butuh babak perpanjangan waktu untuk menundukkan tim debutan Cape Verde 3-2. Mesir juga main 120 menit sebelum akhirnya menang 4-2 lewat drama adu penalti melawan Australia, setelah bermain imbang 1-1 dalam babak normal dan perpanjangan waktu.
Jadwal pemulihan singkat ini memicu kekhawatiran bagi kedua tim. Performa dominan Argentina sepanjang fase grup mulai menunjukkan celah dan kerentanan. Argentina menjadi salah satu tim paling meyakinkan sepanjang fase grup, setelah menyapu bersih tiga laga Grup J dengan kemenangan 3-0 atas Aljazair, 2-0 melawan Austria, dan 3-1 atas Yordania.
Kapten tim sekaligus mega bintang Argentina di Piala Dunia 2026 Lionel Messi
Pelatih kepala Argentina, Lionel Scaloni, mengkritik jadwal Piala Dunia 2026 setelah timnya dipaksa menjalani pertandingan perpanjangan waktu yang melelahkan melawan Tanjung Verde. Pelatih Albiceleste itu mengungkapkan kekecewaannya atas semakin berkurangnya waktu pemulihan antar pertandingan saat turnamen memasuki fase paling kritisnya.
Kemenangan 3-2 di babak perpanjangan waktu melawan Cape Verde membuat Albiceleste hanya memiliki waktu tiga hari untuk mempersiapkan diri menghadapi laga babak 16 besar melawan Mesir pada hari Selasa. Lebih buruk lagi, mereka harus membatalkan sesi latihan Sabtu pagi karena badai yang melanda Miami.
Scaloni tidak ragu-ragu dalam penilaiannya terhadap struktur turnamen setelah kemenangan tipis Argentina. Meskipun meraih kemenangan, sang manajer terdengar frustrasi dengan kurangnya waktu pemulihan yang diberikan kepada para pemainnya dibandingkan dengan tahap-tahap awal kompetisi.
Berbicara kepada pers setelah pertandingan, Scaloni mempertanyakan logika di balik jadwal tersebut:
"Lalu apa selanjutnya? Sekarang waktunya istirahat. Saya tidak tahu bagaimana Piala Dunia dibuat, tetapi kita sudah menjalani enam hari dan sekarang kita punya tiga setengah hari. Ketika Anda paling membutuhkan istirahat, Anda justru memiliki waktu istirahat paling sedikit. Ini sangat sulit dipahami, seharusnya dimulai secara bertahap. Tapi ya sudahlah, begitulah adanya," ungkap Scaloni kepada media.
Andalan utama lini tengah Argentina Rodrigo De Paul
Frustrasi akibat jadwal pertandingan yang kurang memuaskan ini muncul setelah pertandingan yang benar-benar menguji kemampuan sang juara bertahan. Pada malam yang menandai pertandingan ke-100-nya sebagai pelatih, Scaloni mengakui bahwa akan "gila" jika Argentina kalah setelah mereka dipaksa bermain hingga perpanjangan waktu oleh tim Afrika yang tangguh. Kemenangan 3-2 memastikan lolos ke babak selanjutnya, tetapi membuat skuad kelelahan secara fisik.
Kapten Lionel Messi juga merasakan intensitas pertandingan, mengungkapkan dampak fisik dari permainan tersebut. Messi bercanda bahwa meskipun lawan "menghajarnya habis-habisan" selama sembilan puluh menit, mereka dengan senang hati meminta bajunya dan berfoto selfie begitu peluit akhir berbunyi. Sifat fisik permainan tersebut membuat Scaloni khawatir tentang kebugaran beberapa bintang kunci.
Mantan penyerang Timnas Argentina, Sergio Aguero, mengaku cemas mengenai situasi terbaru La Albiceleste. Faktor kelelahan fisik dinilai jadi tantangan terbesar bagi Argentina saat menghadapi Mesir di babak 16 besar.
Jeda waktu yang singkat ini sangat mengkhawatirkan mengingat cedera yang dialami di Miami. Facundo Medina terpaksa keluar lapangan karena kram parah, sementara gelandang andalan Enzo Fernandez juga mengalami kram di akhir pertandingan. Selain itu, Nico Gonzalez mengalami keseleo pergelangan kaki selama babak tambahan, menambah daftar panjang masalah bagi tim medis.
Andalan lini pertahanan Argentina Lisandro Martinez
Meskipun babak 32 besar sangat menegangkan bagi para pendukung Albiceleste, tim mereka kini juga mencatatkan delapan kemenangan beruntun yang patut dipuji di semua turnamen dan telah mencetak dua gol atau lebih di semua kemenangan tersebut, dengan total 11 gol dalam empat pertandingan di Amerika Utara sejauh ini.
Timnas Mesir terus menorehkan sejarah di edisi Piala Dunia kali ini setelah berhasil mencapai babak 16 besar untuk pertama kalinya setelah 92 tahun berlalu, dengan menampilkan performa menawan yang menarik perhatian media internasional, sehingga akan menghadapi laga sengit melawan juara bertahan, dalam ujian yang dianggap sebagai yang tersulit dalam perjalanan Mesir.
Pada Piala Dunia 1934 yang digelar di Italia Mesir memang lolos ke babak gugur namun saat itu Piala Dunia masih digelar dalm format langsung gugur dimana tim yang kalah langsung gugur.Sehingga momen perjuangan Mesir lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026 ini terasa sangat istimewa.
Perjuangan keras Mesir terlihat saat menyingkirkan Australia lewat adu penalti di babak 32 besar. Salah sukses menjadi eksekutor dengan tendangan ala Panenka, dan tampak menangis usai laga.
Air mata Salah menggambarkan segalanya bagi Mesir, yang kini harus mengesampingkan emosi demi membenahi lini pertahanan sebelum menghadapi juara dunia bertahan. Tim besutan Hossam Hassan telah kebobolan setidaknya satu gol dalam enam pertandingan berturut-turut dan menjadi PR besar untuk Mesir.

Kapten Mesir sekaligus andalan utama Mesir di Piala Dunia 2026 Mohamed Salah
Mesir diprediksi kembali bermain rapat sembari mencari celah untuk serangan balik cepat. Merujuk laga melawan Australia, skuad asuhan Hossam Hassan bertumpu pada Mohamed Salah dan Omar Marmoush untuk membongkar pertahanan lawan.Skema serupa kemungkinan diterapkan lagi saat mereka bersua Argentina.
Hanya saja, Mesir sekarang juga menghadapi kendala soal kebugaran Mohamed Salah. Penyerang andalan mereka itu tampil dalam laga melawan Australia dengan kondisi cedera hamstring yang belum sepenuhnya pulih. Sepanjang 120 menit tersebut, Salah beberapa kali tampak ragu melakukan sprint dengan kecepatan penuh.
Perhatian para penggemar sepak bola kini tertuju pada pertandingan yang dinanti-nantikan antara tim nasional Mesir dan Argentina, dalam babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa mendatang.
Pertandingan ini memiliki nuansa yang istimewa, tidak hanya karena nilai teknisnya, tetapi juga karena akan kembali mempertemukan dua bintang terhebat dari generasi saat ini, legenda Lionel Messi, kapten tim Tango, dan Mohamed Salah, ikon tim Mesir.
Lionel Messi dan Mohammed Salah sudah pernah bertemu dua kali sebelumnya. Pertemuan pertama terjadi pada babak penyisihan grup Liga Champions musim 2015/2016, saat Salah masih membela Roma, sementara Messi memimpin Barcelona. Pertandingan yang digelar di Stadion Olimpico itu berakhir imbang 1-1, setelah kedua pemain tersebut bermain penuh sepanjang pertandingan. Pada leg kedua di Stadion Camp Nou, Barcelona meraih kemenangan telak 6-1, namun Salah absen dari skuad Roma, sehingga pertemuan kedua antara kedua bintang tersebut tertunda hingga empat tahun kemudian.

Andalan lini tengah Mesir Imam Ashour
Pertemuan berikutnya terjadi pada leg pertama semifinal Liga Champions 2019, saat Barcelona mengalahkan Liverpool dengan skor 3-0, dan Messi tampil gemilang dengan mencetak dua gol, salah satunya dari tendangan bebas langsung yang menjadi salah satu gol terbaik di turnamen tersebut.
Pertandingan antara Mesir dan Argentina di babak 16 besar Piala Dunia akan menjadi babak ketiga dalam persaingan antara Salah dan Messi, namun kali ini di panggung sepak bola terbesar di dunia, di mana bintang timnas Mesir ini akan berusaha memimpin Mesir meraih prestasi tak tertandingi dengan melaju ke perempat final, melawan timnas Argentina yang berupaya mempertahankan gelar yang diraihnya empat tahun lalu di Qatar.
Namun, Salah tidak dapat tampil pada leg kedua di Stadion “Anfield” akibat cedera kepala yang dialaminya saat melawan Newcastle United, sehingga ia absen dari salah satu pertandingan Liga Champions paling legendaris, yang menandai kebangkitan bersejarah Liverpool dengan kemenangan 4-0, sebelum akhirnya meraih gelar keenam dalam sejarah klub.
Untuk Mohammed Salah, meskipun kebintangannya bisa dibilang masih di bawah Messi, telah menjadi wajah dari sepak bola Mesir dan Afrika selama hampir satu dekade terakhir. Ia menjadi salah satu pencetak gol tersukses di Liga Inggris, dengan empat kali memenangi gelar pencetak gol terbanyak, sekaligus memimpin jumlah gol untuk pemain asing di liga tersebut.
Pemain berusia 34 tahun berjuluk Raja Mesir ini adalah pencetak gol terbanyak Mesir di Piala Dunia dengan tiga gol dan hanya tertinggal satu gol dari sang pelatih Hossam Hassan sebagai pencetak gol terbanyak tim Pharaoh yang mengemas 69 gol. Bagi Salah, pencapaian terbesarnya barangkali hanya untuk membawa Mesir melaju sejauh mungkin di Piala Dunia. Berbeda dengan Messi yang menanggung harapan publik Argentina untuk kembali menjadi juara.
Andalan lini pertahanan Mesir Hossam Abdelmaguid
Skuad Argentina mengalami kelelahan fisik setelah pertarungan sengit selama dua jam melawan Cape Verde. Nahuel Molina, Enzo Fernandez, maupun Facundo Medina harus keluar lapangan karena cedera di babak 32 besar.
Masalah Medina disebut hanya sekadar kram, meski Nicolas Tagliafico siap diturunkan jika perubahan di posisi bek kiri diperlukan. Kondisi pemain sayap Nico Gonzalez lebih meragukan karena dilaporkan mengalami keseleo pergelangan kaki.
Kemenangan Mesir atas Australia melalui adu penalti harus dibayar dengan harga yang cukup mahal, saat bek kiri Karim Hafez ditarik keluar pada menit ke-80.Absennya Hafez akan menjadi pukulan telak bagi Mesir menjelang laga menghadapi ancaman Messi di sisi kanan penyerangan lawan. Mengingat bek kiri lainnya, Ahmed Fatouh, juga tidak bisa bermain melawan Australia akibat cedera paha dan kondisinya masih diragukan untuk pertandingan melawan Argentina.
Kekhawatiran berikutnya di lini pertahanan Mesir tertuju pada bek tengah asal klub Nice, Mohamed Abdelmonem. Ia sebelumnya absen dalam kemenangan di babak 32 besar akibat cedera pergelangan kaki yang diderita saat melawan Iran di fase grup, dan kini statusnya pun masih belum pasti untuk ditampilkan melawan Argentina.
Di sisi lain, ada kabar positif dengan kembalinya gelandang berpengalaman Mohanad Lasheen, yang kini bisa bermain setelah menjalani hukuman akumulasi kartu kuning saat melawan Australia. Kehadiran Mohanad Lasheen tentu akan memberi kekuatan baru bagi lini tengah Mesir.
Melihat data dan fakta yang tersaji di atas saya prediksi laga akan berlangsung ketat.Namun dengan melihat penampilan Argentina selama babak penyisihan grup dan ketegaran mereka ketika melawan Cape Verde pada babak 32 besar maka saya prediksi Argentina akan menang atas Mesir sekaligus lolos ke babak 8 besar.
Namun tentunya skuad Argentina perlu waspada karena tidak menutup kemungkinan Mesir ampil dengan insiatif serangan terlebih dahulu dan menyumbat aliran serangan dari lini tengah ke lini depan Argentina yang berpotensi membuat kreativitas serangan Argentina yang dipimpin Lionel Messi mandek dan kondisi ini bisa saja membuat hasil pertandingan berakhir imbang.
Dan jika pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu dan drama adu penalti maka ini akan menjadi duel yang menarik.Kemampuan Mesir yang menang dalam adu penalti ketika melawan Australia akan diuji oleh kematangan skuad Argentina. WASPADA.id
Penulis adalah pemerhati olahraga






























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda