Breaking News
Memuat breaking news...

Prediksi BELANDA vs SWEDIA Piala Dunia 2026

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 20 Juni 2026 - 3.15 PM WIB
Prediksi BELANDA vs SWEDIA Piala Dunia 2026
Pertandingan kedua Grup F Piala Dunia 2026 antara Belanda dengan Swedia akan berlangsung di Stadion NRG, Houston, Amerika Serikat pada Minggu, 21 Juni 2026, pukul 00.00 WIB.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

Oleh: Indra Efendi Rangkuti

Belanda akan bertemu Swedia pada pertandingan kedua Grup F Piala Dunia 2026. Pertandingan Belanda dengan Swedia akan berlangsung di Stadion NRG, Houston, Amerika Serikat pada Minggu, 21 Juni 2026, pukul 00.00 WIB.

Belanda sudah 20 kali bertemu dengan Swedia di berbagai pertandingan Internasional. Belanda memenangkan 9 pertandingan, 4 pertandingan berakhir imbang dan 7 pertandingan dimenangkan oleh Swedia. Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada kualifikasi Piala Dunia 2018 zona UEFA yang berlangsung pada 11 Oktober 2017 di Stadion Amsterdam Arena, Amsterdam Belanda. Saat itu Belanda menaklukkan Swedia dengan skor 2-0.Gol kemenangan Belanda dicetak oleh Arjen Robben yang mencetak dua gol.

Pelatih Belanda saat itu adalah Dick Advocaat dan pelatih Swedia adalah Janne Andersson.Kini di Piala Dunia 2026 ini Belanda dilatih Ronald Koeman dan Swedia dilatih Graham Potter.

Di skuad Belanda saat ini ada Virgil Van Dijk, Nathan Ake dan Memphis yang tampil pada pertemuan terakhir menghadapi Swedia pada 11 Oktober 2017 lalu.

Kapten Timnas Belanda sekaligus andalan di lini pertahanan Virgil Van Dijk

Di skuad Swedia saat ini ada sang kapten Victor Lindelof yang tampil pada pertemuan terakhir menghadapi Belanda pada 11 Oktober 2017 lalu.

Berdasarkan peringkat FIFA edisi terbaru, Belanda menempati urutan 8. Mereka akan melakukan pembuktian kekuatannya terhadap Swedia yang berada di peringkat 34. Namun, peringkat FIFA tidak bisa jadi tolok ukur utama untuk mengukur kekuatan tim yang akan bertanding.

Belanda saat ini berada di bawah tekanan setelah hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Jepang pada laga pembuka. Jika tersandung lagi saat melawan Swedia, harapan bisa lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026 bisa kandas. Tidak ada jaminan pula Belanda akan mendapatkan 3 poin di laga pemungkas melawan Tunisia.

Di pihak lawan, Swedia menatap pertandingan ini dengan tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi. Pasukan Graham Potter sukses mengamankan takhta klasemen Grup F berkat kemenangan telak 5-1 atas Tunisia. Kolektivitas tim yang matang, juga ketajaman duet lini depan, Viktor Gyökeres dan Alexander Isak, kini akan diuji oleh lawan yang lebih berat, yaitu Belanda.

Saat Swedia melumpuhkan Tunisia 5-1, Swedia bukanlah tim yang tampil dominan di laga tersebut dengan penguasaan bola hanya 48,7 persen. Namun, Swedia tampil efektif dengan 13 tembakan, 7 di antaranya tepat sasaran. Sebaliknya, Tunisia cuma 6 peluang dan 2 on target.

Andalan lini serang Swedia Viktor Gyökeres

Catatan penting lain, Swedia bisa mencetak 3 gol dari open play, 1 lewat serangan balik, dan 1 dari skema set piece. Mereka membobol gawang Tunisia hampir dari semua aspek serangan.

Belanda sendiri tampil lumayan bagus saat melawan Jepang. Ketika semua mengira Belanda punya masalah di lini serang, mereka membuktikan dengan mencetak dua gol. Namun, justru ketika Belanda pada Piala Dunia 2026 ini membawa bek-bek tangguh, mereka bisa kebobolan setelah tekanan frontal Jepang dari kedua sisi lapangan.

Belanda dibuat frustrasi di pertandingan pembuka mereka, dua kali kehilangan keunggulan dan berakhir imbang 2-2 dengan Jepang. Ronald Koeman berharap timnya belajar dari kesalahan mereka melawan Jepang ketika menghadapi Swedia pekan ini. Belanda memiliki banyak pemain berkualitas, tetapi seringkali tampil di bawah ekspektasi.

Swedia datang dengan motivasi berlipat ganda. Kemenangan telak atas Tunsia 5-1 tidak hanya membuat mereka ada di puncak Grup F. Satu kemenangan lagi bakal memastikan Swedia lolos ke 32 besar. Hal tersebut akan lebih indah dilakukan saat lawan Belanda, daripada harus menunggu partai menghadapi Jepang.

Dalam laga dengan Tunisia, Swedia melakukan pendekatan pragmatis dengan memainkan 5 bek dalam formasi 3-5-2 yang bisa disulap jadi 5-3-2. Di samping itu, duo Alexander Isak dan Viktor Gyokeres akan menjadi kunci utama Swedia lawan Belanda. Pasangan ini menciptakan 3 assist lawan Tunisia, di samping total mengirim 8 tembakan dan merepotkan lawan sepanjang laga.

Pelatih Swedia, Graham Potter, enggan untuk lengah setelah kemenangan besar lawan Tunisia. Baginya, laga sudah usai dan kini Belanda adalah sesuatu yang sama sekali berbeda. Mengulang taktik pragmatis dengan bertahan lawan Belanda adalah opsi paling mungkin bagi Swedia.

Secara psikologis, Swedia jelas lebih stabil karena sudah mengamankan tiga poin pertama. Situasi ini membuat mereka bisa bermain lebih pragmatis dalam menghadapi tekanan Belanda.

Sebaliknya, Belanda tidak punya pilihan selain tampil agresif sejak awal laga. Kegagalan meraih kemenangan akan membuat mereka berada di posisi berbahaya menjelang pertandingan terakhir Grup F menghadapi Tunisia.

Pelatih Belanda Ronald Koeman kemungkinan besar akan mempertahankan susunan pemain yang tampil melawan Jepang karena tidak ada laporan cedera baru dalam timnya. Ronald Koeman tampaknya akan meninggalkan gaya yang terlalu berhati-hati seperti diterapkannya saat berjumpa Jepang. Koeman diperkirakan akan langsung menggempur sejak awal laga nanti.

Memphis Depay yang belum sepenuhnya pulih dari masalah kebugaran diprediksi kembali memulai pertandingan dari bangku cadangan. Sementara Cody Gakpo, Cryscensio Summerville dan Donyell Malen tetap dipercaya meski mendapat kritik atas penampilannya pada laga sebelumnya.

Andalan lini depan Belanda Cody Gakpo

Tidak ada salahnya Ronald Koeman mencoba memainkan striker Ajax Wout Weghorst ketika lini serang Belanda menemui jalan buntu. Pengalaman Wout Weghorst di Piala Dunia 2022 dan Piala Eropa 2024 yang mampu memecah kebuntuan serangan ketika masuk dari bangku cadangan tentu layak diperhatikan Ronald Koeman menghadapi taktik pragmatis yang akan diterapkan Swedia.

Di posisi bek kanan Ronald Koeman harus memilih dua Denzel Dumfries dan Jeremie Frimpong untuk posisi tersebut. Di lini tengah, Frenkie de Jong akan kembali menjadi motor permainan bersama Ryan Gravenberch dan Tijjani Reijnders. Sementara lini belakang yang dipimpin Virgil Van Dijk dan Micky Van de Ven diperkirakan tidak mengalami perubahan.

Kreativitas Frenkie de Jong dan Tijjani Reijnders juga akan menjadi salah satu kunci Belanda dalam mencari gol. Kemampuan Ryan Gravenberch dalam melakukan penetrasi dan melihat peluang sebagai gelandang box-to-box. Belanda, sangat membutuhkan semua potensi terbaik mereka dalam pertandingan yang sangat penting ini. Atau mereka akan berada dalam situasi sulit di pertandingan ketiga Grup F nanti.

Di kubu Swedia, Viktor Gyokeres dan Alexander Isak dipastikan kembali menjadi andalan setelah sama-sama mencetak gol pada laga pembuka. Yasin Ayari menjadi salah satu pemain terbaik saat melawan Tunisia dengan torehan dua gol dan diperkirakan kembali tampil sebagai starter di lini tengah.

Lucas Bergvall dan Anthony Elanga kemungkinan harus kembali memulai pertandingan dari bangku cadangan mengingat solidnya performa lini tengah Swedia. Di lini belakang, kehadiran Victor Lindelöf yang sarat pengalaman akan mengatur solidnya lini pertahanan bersama Carl Starfelt.

Kapten tim sekaligus andalan lini pertahanan Swedia Victor Lindelof

Sejak menangani Swedia, Potter meninggalkan gaya penyerangan yang lebih berisiko dan menggantinya dengan sistem yang lebih pragmatis dengan lima pemain bertahan. Meski begitu, alur serangan tetap efektif dengan keberadaan duo Alexander Isak dan Viktor Gyokeres.

Kedua pemain yang turut mencetak gol ke gawang Tunisia itu akan kembali diandalkan untuk menggedor lini belakang Belanda. Apalagi, kedua pemain Liga Primer Inggris itu sudah sangat mengenal komandan benteng pertahanan Belanda, Virgil van Dijk, yang menjadi rekan setim Isak di Liverpool.

Di tengah, Swedia juga bisa mengandalkan gelandang muda Yasin Ayari, yang memborong dua gol dalam partai melawan Tunisia. FIFA mencatat, pada laga tersebut, Ayari membukukan skor tertinggi untuk kategori penyerangan dan bertahan, dua hal yang akan sangat berguna untuk menghadapi Belanda nanti.

Salah satu daya tarik pertandingan terbesar ini adalah duel antara Virgil van Dijk dan Alexander Isak. Van Dijk dikenal sebagai bek yang unggul dalam duel udara dan membaca permainan, sementara Isak memiliki mobilitas tinggi yang sering membuat bek lawan kesulitan.

Kreator serangan dari lini tengah Timnas Belanda Frenke De Jong

Jika Van Dijk mampu membendung pergerakan Isak yang juga rekan setimnya di Liverpool itu, peluang Belanda untuk menguasai pertandingan akan semakin besar. Sebaliknya, jika Isak mendapatkan ruang yang cukup, Swedia berpotensi menciptakan kejutan. Pertarungan dua pemain ini bisa menjadi faktor yang menentukan hasil akhir pertandingan.

Serangan-serangan dari lini kedua Swedia juga harus diwaspadai pertahanan Belanda. Menghadapi Jepang, terlihat bagaimana Oranje kesulitan dalam mempertahankan keunggulan. Dua kali unggul di menit ke-50 dan 64 namun dua kali pula gawang mereka kemasukan yang membuat mereka kehilangan dua poin dalam laga tersebut.

Virgil Van Dijk harus memastikan pertahanan timnya dapat mengatasi tekanan lini depan Swedia. Selain duet Alexander Isak dan Viktor Gyokeres, mereka juga harus mengantisipasi bola-bola kejutan dari luar kotak penalti yang mungkin saja akan kembali diterapkan sebagai strategi oleh pelatih Swedia, Graham Potter, yaitu dengan memaksimalkan kemampuan Yasin Ayari.

Andalan lini tengah Swedia Yasin Ayari

Namun Swedia sedikit khawatir tentang kondisi fisik terbaru Alexander Isak. Alexander Isak dikabarkan berlatih secara individu sejak Rabu lalu. Menurut media Swedia, Sweden Herald, pemain 26 tahun itu menjalani program latihan terpisah tiga hari sebelum pertandingan Grup F nanti.

Ketika menghadapi Tunisia, Alexander Isak memang digantikan pada menit ke-90. Bagi Alexander Isak, pertandingan melawan Belanda bukan hanya soal performa ketahanan fisik. Jika kondisinya tidak fit tentu Alexander Isak akan sulit menembus pertahanan Belanda yang dikawal Virgil Van Dijk yang sudah sangat mengenal permainannya karena mereka satu tim di Liverpool.

Melihat data dan fakta yang tersaji di atas saya prediksi laga akan berlangsung ketat. Namun dengan melihat kemampuan individual pemain serta besarnya ambisi Belanda untuk meraih kemenangan maka saya prediksi Belanda yang akan unggul atas Swedia dalam laga kedua Grup F ini.

Namun tentunya skuad Belanda perlu waspada karena tidak menutup kemungkinan Swedia akan tampil bertahan total dan pada akhirnya mampu mematikan kreativitas para pemain Belanda dalam menyerang. WASPADA.id

Penulis adalah pemerhati olahraga

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement