Breaking News
Memuat breaking news...

PTAR dan BPBD Tapsel Edukasi Warga Siap Hadapi Bencana

Redaksi
Redaksi
Rabu, 23 September 2026 - 5.53 PM WIB
PTAR dan BPBD Tapsel Edukasi Warga Siap Hadapi Bencana
Manager Community Relations PTAR, Masdar Muda Hasibuan bersama Kepala Pelaksana BPBD Tapsel, Zulkarnain dan Daops Manggala Agni Sumatera III/Labuhanbatu, Asima Rohana Simbolon foto bersama, Rabu (23/9).Waspada.id/Mohot Lubis
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

P.SIDIMPUAN (Waspada.id) : PT Agincourt Resources (AR), pengelola Tambang Emas Martabe, bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) edukasi masyarakat siap dan tanggap terhadap bencana alam dan kebakaran hutan.

Edukasi terhadap warga agar tanggap terhadap bencana alam dan kebakaran hutan tersebut diberikan PTAR dan BPBD Tapsel melalui Pelatihan Penyegaran Sistem Peringatan Dini (Early Warning System/EWS) dan Kesiapsiagaan Bencana Banjir serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sopo Daganak, Batang Toru, Tapsel.

Kegiatan yang mengusung tema “Tingkatkan Kesiapsiagaan, Perkuat Respons: Wujudkan Masyarakat Tangguh Bencana” digelar selama dua hari (23-24 September 2026) diikuti 220 peserta yang berasal dari 22 desa diwilayah sekitar lingkar Tambang Emas Martabe Batang Toru.

Manager Community Relations PTAR, Masdar Muda Hasibuan, dalam pembukaan Pelatihan Penyegaran Sistem Peringatan Dinidan Kesiapsiagaan Bencana Banjir serta Kebakaran Hutan, Rabu (23/9/2026) mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi sistem peringatan dini yang telah diterapkan sebelum terjadinya banjir pada November 2025.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan masyarakat semakin memahami sistem peringatan dini, mengenali tanda-tanda bencana, serta mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi,” ujar Masdar.

Materi yang diberikan, ucapnya berfokus pada penguatan sistem peringatan dini banjir melalui penyegaran konsep dasar kebencanaan, evaluasi penerapan EWS sebelum banjir November 2025, pengenalan indikator peringatan dini, alur informasi, komunikasi risiko, hingga simulasi EWS dan evakuasi.

Dalam pelatihan ini, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat dan penanganan Karhutla, mulai dari pemetaan risiko dan jalur evakuasi, penyusunan rencana kontinjensi desa, pembagian peran saat keadaan darurat, praktik aktivasi EWS, sosialisasi kebijakan penanganan Karhutla, hingga simulasi lapangan dan evaluasi.

Masdar mengungkapkan, sebelumnya sudah ada Desa Tangguh Bencana (Destana) pada enam desa."Namun dengan adanya fenomena 2025, kita melihat penting untuk membentuk disetiap desa di Batang Toru," tuturnya.

Ditanya tentang tentang tindak lanjut pembinaan peserta pelatihan, Masdar menegaskan bahwa pihaknya akan tetap berkoordinasi dengan masing masing desa, termasuk dalam upaya penguatan kompetensi petugas tanggan bencana dan kebakaran hutan di masing-masing desa.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tapanuli Selatan, Zulkarnain saat membuka pelatihan ersebut mengatakan wilayah Tapanuli Selatan yang luas dengan banyak desa dan kelurahan membutuhkan kesiapsiagaan yang kuat dari seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap potensi bencana menjadi faktor penting dalam upaya mengurangi risiko dan korban saat terjadi keadaan darurat. “Masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun penebangan liar yang dapat memicu terjadinya bencana,” harapnya.

Kepala Pelaksana BPBD Tapsel, Zulkarnain saat membuka Pelatihan Penyegaran Sistem Peringatan Dini dan Kesiapsiagaan Bencana Banjir serta Karhutla di Sopo Daganak, Batang Toru, Tapsel, Rabu (23/9/2026).Waspada.id/Mohot Lubis

Zulkarnain berharap, ke depan, masing-masing desa, termasuk dusun memiliki titik evakuasi yang jelas serta tim siaga yang mampu memberikan pertolongan secara cepat untuk meminimalkan korban.

Camat Batang Toru, Mara Tinggi, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut karena pelatihan seperti ini sangat penting mengingat wilayah Batang Toru memiliki kawasan gambut yang berpotensi mengalami kebakaran lahan apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Kepada peserta pelatihan, Camat berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan di masing-masing desa, termasuk dalam penyiapan lokasi evakuasi dan pembentukan tim siaga yang mampu bergerak cepat saat terjadi bencana.

“Peringatan dini dan kesiapsiagaan bencana banjir maupun kebakaran harus terus diperkuat. Masyarakat perlu mengetahui tanda-tanda bencana, langkah evakuasi yang tepat, serta pihak yang harus dihubungi ketika membutuhkan bantuan," ungkapnya.

Kepala Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni Sumatera III/Labuhanbatu, Asima Rohana Simbolon, S.Hut, M.I.L, ketika dimintai tanggapannya usai acara pembukaan mengatakan 99% kebakaran hutan akibat ulah manusia.

Ia mengungkapkan, Provinsi Sumatera Utara menempati peringkat dua luas hutannya yang terbakar.sedabgakt peringkat pertama ditempat Nusa Tenggara Timur. Sementara Tapanuli Selatan belum termasuk daerah yang rawan terhadap bencana Karhulta. (id46)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement