Ratusan Buruh SPBun Geruduk Polres Labuhanbatu, Desak Kasus Curas Sawit Dituntaskan

MEDAN (Waspada.id): Ratusan karyawan perkebunan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Perkebunan (SPBun) PTPN IV Regional 1 mendatangi Mapolres Labuhanbatu, Kamis (24/9), untuk mendesak kepolisian segera menuntaskan sejumlah laporan dugaan penganiayaan dan pencurian buah kelapa sawit yang disertai kekerasan terhadap pekerja.
Dalam aksi unjuk rasa damai tersebut, massa meminta Polres Labuhanbatu memberikan kepastian hukum terhadap lima laporan polisi yang disebut berkaitan dengan tindak kekerasan dan pencurian yang dialami anggota SPBun di lingkungan perkebunan.
Massa menilai penanganan sejumlah laporan tersebut berjalan lambat karena hingga aksi digelar belum seluruh terlapor dilakukan penangkapan. Kondisi itu, menurut mereka, menimbulkan keresahan dan mengganggu rasa aman pekerja saat menjalankan tugas.
Karena itu, SPBun mendesak kepolisian bekerja secara profesional, transparan dan objektif dalam menangani laporan tersebut. Mereka juga meminta proses hukum dilakukan tanpa pandang bulu serta memberikan kepastian kepada para korban.
“Kami meminta laporan-laporan yang sudah disampaikan segera ditindaklanjuti dan pelakunya diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar salah seorang perwakilan massa dalam orasinya.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan personel Polres Labuhanbatu. Sejumlah perwakilan SPBun kemudian diterima pihak kepolisian untuk menyampaikan tuntutan dan laporan yang menjadi dasar aksi.
Dalam pertemuan tersebut, pihak kepolisian menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi massa serta melakukan proses penyelidikan dan penyidikan terhadap laporan yang disampaikan sesuai ketentuan hukum.
SPBun berharap tindak lanjut tersebut segera diwujudkan sehingga kasus kekerasan dan pencurian yang menimpa pekerja perkebunan memperoleh kepastian hukum dan tidak kembali berlarut-larut.(wsp.id)
















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda