Breaking News
Memuat breaking news...

Rp5,27 Miliar untuk Pemulihan Aceh Tenggara, Serapan Anggaran Pascabencana Baru 41 Persen

Redaksi
Redaksi
Rabu, 14 Oktober 2026 - 11.15 AM WIB
Rp5,27 Miliar untuk Pemulihan Aceh Tenggara, Serapan Anggaran Pascabencana Baru 41 Persen
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Tenggara, Syukur Selamat Karo-karo, S.E. M.Si., Ak, di tengah.Waspada/Seh Muhammad Amin
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

KUTACANE (Waspada.id): Di balik sisa lumpur dan rumah yang belum sepenuhnya pulih, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara terus merajut harapan pascabencana hidrometeorologi.

Hingga pertengahan Oktober 2026, dari total pagu Rp12,85 miliar yang disiapkan untuk pemulihan, baru Rp5,27 miliar atau 41,05 persen yang terealisasi.

Bupati Aceh Tenggara, HM Salim Fakhry, SE, MM melalui Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Tenggara, Syukur Selamat Karo-karo, S.E. M.Si., Ak., mengatakan anggaran tersebut bersumber dari tiga pintu harapan: Tambahan Transfer ke Daerah (TKD), Bantuan Keuangan Khusus (BKK), dan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).

"Anggaran ini untuk mempercepat pemulihan infrastruktur, pelayanan publik, dan kebutuhan warga terdampak," ujar Syukur kepada Waspada.id, Rabu (14/10) melalui Sambungan WhatApp.

Rinciannya:

1. Tambahan TKD (KMK Nomor 59 Tahun 2026) pagu Rp8,25 miliar, realisasi Rp4,18 miliar atau 50,69 persen. Menjadi penyumbang serapan terbesar.

2. Bantuan Keuangan Khusus (BKK) pagu Rp3,5 miliar, realisasi Rp1,03 miliar atau 29,64 persen.

3. DOKA pagu Rp1,09 miliar, realisasi Rp54,9 juta atau baru 5 persen.

Rendahnya serapan bukan semata karena pekerjaan tak berjalan. Syukur menjelaskan, pola pengajuan pembayaran turut memengaruhi.

Masih ada OPD yang belum mengajukan uang muka, meski pekerjaan sudah direncanakan. Ada pula yang baru mengajukan pembayaran saat progres fisik sudah tinggi, bahkan menunggu hingga 100 persen selesai. Akibatnya, secara keuangan terlihat rendah, padahal fisik di lapangan sudah berjalan.

"Serapan anggaran harus dibaca bersamaan dengan progres fisik dan kelengkapan administrasi," jelasnya.

Ia menekankan, percepatan realisasi harus dibarengi pengawasan dan koordinasi kuat antara OPD, pejabat teknis, penyedia jasa, dan pengelola keuangan.

Menurutnya, setiap rupiah dari anggaran ini adalah tentang memulihkan kehidupan warga. Bukan sekadar angka, melainkan jembatan yang kembali kokoh, sekolah yang kembali ramah, dan rasa aman warga saat hujan turun.

"Harapannya, dengan pengajuan tepat waktu dan pengawasan melekat, target realisasi 2026 dapat tercapai optimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," tutupnya.(id80)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement