Breaking News
Memuat breaking news...

Rupiah Jebol Rp18.000 per Dolar AS, Investor Waspadai Suku Bunga The Fed

Redaksi
Redaksi
Selasa, 29 September 2026 - 10.03 AM WIB
Rupiah Jebol Rp18.000 per Dolar AS, Investor Waspadai Suku Bunga The Fed
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan. Pada perdagangan Selasa (29/9/2026) pagi, rupiah menembus level Rp18.001 per dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip data perdagangan, rupiah melemah 23 poin atau 0,13 persen dibandingkan posisi pada perdagangan sebelumnya.

Pelemahan rupiah terjadi ketika pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS berlangsung bervariasi.

Sejumlah mata uang kawasan masih mampu menguat. Yuan China naik 0,06 persen, peso Filipina menguat 0,21 persen, won Korea Selatan terapresiasi 0,03 persen, dan dolar Hong Kong naik 0,01 persen.

Namun, sejumlah mata uang Asia lainnya justru berada di zona merah. Ringgit Malaysia melemah 0,04 persen, dolar Singapura turun 0,04 persen, sedangkan yen Jepang terdepresiasi 0,04 persen terhadap dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah juga sejalan dengan pergerakan mata uang utama negara maju. Seluruh mata uang yang dipantau melemah terhadap dolar AS.

Euro Eropa turun 0,03 persen, poundsterling Inggris melemah 0,03 persen, dolar Australia terkoreksi 0,02 persen, dolar Kanada turun 0,02 persen, dan franc Swiss melemah 0,02 persen.

Rupiah Dibayangi Suku Bunga The Fed

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah masih berpotensi menghadapi tekanan terhadap dolar AS.

Ekspektasi terhadap arah suku bunga The Federal Reserve (The Fed) serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS menjadi sejumlah faktor yang diperhatikan investor.

"Rupiah diperkirakan masih tertekan terhadap dolar AS oleh ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan imbal hasil obligasi AS yang terus meningkat. Investor juga cenderung berhati-hati pada pekan yang padat dengan data ekonomi penting," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Selasa (29/9).

Menurut proyeksinya, pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini berada dalam rentang Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.

Dengan demikian, level Rp18.000 menjadi salah satu titik penting yang kembali menjadi perhatian pasar valuta asing, di tengah meningkatnya kewaspadaan investor terhadap arah kebijakan moneter AS dan berbagai data ekonomi yang akan dirilis pekan ini. (cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement