SAFE-T Diluncurkan, Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga Hadapi Kondisi Darurat

MEDAN (Waspada.id) – Tim KKN Tematik BGB Universitas Syiah Kuala (USK) memperkenalkan dan menyosialisasikan aplikasi Smart First Aid Training (SAFE-T) kepada masyarakat Gampong Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi berbagai kondisi darurat, khususnya dalam memberikan pertolongan pertama.
SAFE-T dikembangkan sebagai media pembelajaran kesehatan berbasis aplikasi yang menyediakan informasi dan panduan pertolongan pertama secara praktis dan sistematis. Aplikasi tersebut dilengkapi materi berupa panduan naratif serta video demonstrasi agar informasi lebih mudah dipahami dan dipraktikkan masyarakat.
Kegiatan ini diketuai Ns. Jufrizal, S.Kep., M.Kep., bersama anggota Ns. Dewiyuliana, S.Kep., M.Kep., Ns. Abul A'la Tarigan, S.Kep., M.Kep., dan Ns. Novi Afrianti, S.Kep., M.Kep., yang merupakan dosen Fakultas Keperawatan USK.
Program tersebut juga berkolaborasi dengan Jul Fajrial, S.Pd., M.Pd., dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan USK, berdasarkan kontrak Nomor 856/UN11.L1/PM.01.01/9371-PTNBH/2026.
Ketua tim, Ns. Jufrizal, dalam siaran persnya, Kamis (1/10), mengatakan peluncuran dan sosialisasi SAFE-T dilakukan setelah serangkaian kegiatan edukasi dan pelatihan pertolongan pertama.
Rangkaian kegiatan meliputi diskusi kelompok, pemeriksaan kesehatan, penyampaian materi, demonstrasi, simulasi hingga redemonstrasi yang dilakukan langsung oleh masyarakat.
"Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesiapan masyarakat agar mampu memberikan pertolongan awal sebelum mendapatkan bantuan dari tenaga kesehatan," ujar Jufrizal.
Program tersebut dilatarbelakangi adanya berbagai potensi kondisi darurat di Gampong Blang Krueng. Berdasarkan laporan program, sepanjang 2025 tercatat dua kasus meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas, dua kasus cedera berat dan empat kasus cedera ringan yang membutuhkan penanganan segera.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan kemampuan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama secara tepat dan cepat sebelum korban mendapatkan penanganan medis.
Dalam kegiatan sosialisasi, masyarakat dan kader diperkenalkan dengan penggunaan SAFE-T sebagai sumber informasi untuk memahami langkah-langkah pertolongan pertama.
Materi dalam aplikasi mencakup sejumlah kondisi kegawatdaruratan, antara lain luka dan perdarahan, patah tulang, henti napas, pingsan, mimisan dan tersedak.
Kehadiran SAFE-T diharapkan menjadi salah satu media pendukung bagi masyarakat Gampong Blang Krueng dalam memperoleh informasi pertolongan pertama secara mudah dan praktis.
Selain memperluas akses informasi, penggunaan media digital tersebut juga diarahkan untuk mendukung peningkatan literasi teknologi kesehatan di tengah masyarakat.
Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan masyarakat dan kader telah dapat menggunakan SAFE-T sebagai media informasi sekaligus panduan dalam melakukan pertolongan pertama.
Kegiatan edukasi, demonstrasi, simulasi dan praktik penggunaan aplikasi secara langsung juga membantu meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi keadaan darurat.
Tim KKN Tematik BGB USK berharap SAFE-T dapat terus dikembangkan melalui penambahan panduan langkah demi langkah, ilustrasi, video demonstrasi serta informasi mengenai hal-hal yang perlu dan tidak perlu dilakukan dalam memberikan pertolongan pertama.
Keberlanjutan penggunaan aplikasi juga diharapkan mendapat dukungan melalui pendampingan pemerintah gampong dan pihak Puskesmas.
Melalui peluncuran SAFE-T, Tim KKN Tematik BGB USK berupaya menghadirkan inovasi pembelajaran kesehatan berbasis digital yang dapat membantu masyarakat lebih siap menghadapi keadaan darurat dan memberikan pertolongan pertama secara tepat sebelum memperoleh penanganan tenaga kesehatan. (Wsp.id)















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda