Sedekah Cahaya dari Langit Babo

"Lewat wakaf panel surya, kita tidak hanya sedang memakmurkan masjid dan menguatkan ekonomi umat, tetapi juga sedang menunaikan amanah menjaga kelestarian bumi."
Masjid Nurul Iman di Kampung Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, kini punya cara baru untuk menjaga bumi sekaligus memakmurkan umat. Bukan lagi sekadar tempat ibadah biasa, masjid ini tengah bertransformasi menjadi role model "Masjid Hijau" yang mandiri energi dan tangguh bencana. Semua itu bermula dari sebuah langkah inovatif: wakaf panel surya.
Berkah Energi di Kala Banjir
Bagi warga Kampung Babo, kehadiran fasilitas ini adalah jawaban atas keresahan menahun. Kepala Desa Babo, Khairi Ramadhan, mengisahkan bagaimana wilayah mereka kerap gelap gulita akibat listrik padam setiap kali banjir melanda.
"Adanya pasokan listrik mandiri di masjid ini tidak hanya membantu penerangan ibadah, tetapi juga memberikan ketenangan bagi warga," ungkap Khairi penuh syukur.
Menariknya, proyek ini tidak membiarkan warga sekadar menjadi penonton. Pemuda dan warga lokal dibekali pelatihan teknis—mulai dari pembersihan harian hingga penanganan kendala ringan. Langkah ini memastikan sistem energi bersih tersebut tetap andal dan berkelanjutan secara mandiri dalam jangka panjang.

Hablum Minal 'Alam: Menjaga Bumi, Memperkuat Umat
Wakaf produktif ini membuktikan bahwa instrumen ekonomi dan keuangan syariah bisa bergerak dinamis mengikuti tantangan zaman. Lewat kolaborasi apik antara Bank Indonesia, Badan Wakaf Indonesia (BWI), MOSAIC, dan berbagai mitra, wakaf kini bertransformasi menjadi pilar pelestarian lingkungan.
"Kolaborasi ini membuktikan bahwa potensi wakaf itu sangat luas," ujar M. Ali Yusuf, Dewan Pembina MOSAIC sekaligus Komisioner BWI.
Menurutnya, sinergi ini melahirkan konsep hablum minal 'alam (hubungan baik dengan alam). "Menjaga lingkungan dan memperkuat ekonomi umat bisa kita lakukan secara bersamaan melalui wakaf."
Dampak ekonominya pun nyata. Efisiensi dari penghematan biaya listrik bulanan tidak menguap begitu saja. Dana tersebut dialokasikan kembali untuk kegiatan pemakmuran masjid serta program pemberdayaan jamaah, menciptakan roda ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Menuju Target 100 Gigawatt Nasional
Gerakan di Kampung Babo barulah awal dari sebuah riak besar. Setelah Aceh Tamiang, Konsorsium NUUR+ sudah bersiap memboyong misi "sedekah cahaya" ini ke sejumlah masjid di Sumatera Utara dan Jawa Barat.
Inisiatif lokal ini membawa misi besar: membuktikan bahwa sinergi komunitas dan lembaga keagamaan mampu menjadi motor penggerak percepatan energi bersih di tanah air. Tak main-main, gerakan wakaf energi terbarukan ini ditargetkan mampu menyumbang hingga 1 GW demi mendukung target capaian nasional sebesar 100 GW.
Dari atap Masjid Nurul Iman, seberkas sinar matahari kini tidak hanya menerangi ruangan salat, tetapi juga menerangi jalan
menuju kemandirian umat dan kelestarian bumi. WASPADA.id
Maimun Asnawi, S.HI., M.Kom.I


















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda