Tim Evaluasi Lomba Posyandu 6 SPM Sumut Lakukan Penilaian Pelayanan Dasar di Desa Pasar VI Kualanamu

BERINGIN (Waspada.id): Tim Evaluasi Lomba Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Tahun 2026 melakukan penilain integrasi pelayanan dasar terhadap pelaksanaan Posyandu di Desa Pasar IV Kualanamu, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang, berlangsung di ruang pertemuan Kolam Renang Tirta Fun II, Desa Pasar VI Kualanamu, Senin (21/9/26).
Evaluasi tersebut merupakan bagian dari tahapan penilaian yang mencakup pemutakhiran data, kelengkapan laporan, serta kesesuaian implementasi layanan lintas sektor dengan siklus hidup masyarakat. Kemudian Tim Pembina Posyandu Provinsi Sumut menerima dan menilai dokumen laporan Posyandu 6 SPM dari kabupaten/kota serta desa/kelurahan.
Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Sumut diwakili, Murni Sari, mengatakan bahwa hasil penilaian dokumen sebelumnya telah menghasilkan sembilan besar kategori kabupaten/kota dan desa/kelurahan. Tahap evaluasi lapangan selanjutnya dilakukan untuk menentukan peringkat juara, serta juara harapan.
“Posyandu bukan lagi tentang kesehatan. Hari ini Posyandu telah bertransformasi menjadi garda terdepan dalam pemenuhan enam standar pelayanan minimal,” kata Murni Sari.

Transformasi itu mengacu pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu.
Dijelaskannya, regulasi tersebut memperluas peran Posyandu dari yang sebelumnya dominan pada pelayanan kesehatan, menjadi wadah pelayanan masyarakat yang mencakup enam bidang SPM, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
Bupati Deliserdang dr. H. Asri Ludin Tambunan, menyampaikan apresiasi atas kedatangan Tim Evaluasi Posyandu Provinsi Sumut, sekaligus memberikan penghargaan kepada kepala desa, kader, pembina Posyandu dan seluruh pihak yang telah membawa Deliaerdang sampai pada tahap evaluasi tingkat provinsi.
Ia menyebutkan, pelaksanaan Posyandu di Desa Pasar VI Kualanamu telah menunjukkan integrasi layanan yang cukup kuat. Posyandu, puskesmas dan perpustakaan disebut telah berada dalam satu kawasan pelayanan,sehingga masyarakat dapat memperoleh berbagai layanan dasar secara lebih terpadu.
“Pemerintah Kabupaten Deliserdang tidak hanya sekadar mengikuti perubahan peraturan yang ada, tetapi juga harus mampu mengimplementasikan peraturan itu,” sebut Asri Ludin.
Menurutnya, penerapan Posyandu 6 SPM masih membutuhkan proses karena kebijakan tersebut relatif baru. Karena itu, kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah desa, kader, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan menjadi penting agar pelayanan dapat berjalan secara optimal.
Asri Ludin juga berharap, Posyandu 6 SPM di Deliserdang tidak hanya mampu menjadi yang terbaik di tingkat kabupaten, tetapi juga dapat mengharumkan nama Sumatera Utara pada jenjang berikutnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Deliserdang Hj. Jelita Asri Ludin Tambunan memaparkan berbagai inovasi yang dilakukan pemerintah daerah dalam mengembangkan Posyandu 6 SPM.
Jelita menjelaskan, Posyandu kini diarahkan menjadi wadah untuk menampung berbagai persoalan, keluhan dan aspirasi masyarakat. Pengaduan tersebut selanjutnya dapat diteruskan secara berjenjang kepada pemerintah desa, kecamatan, maupun perangkat daerah terkait melalui dukungan sistem digital Si Poskes.
“Posyandu ini sifatnya menampung keluhan, masalah dan aspirasi masyarakat. Semua itu kami arahkan agar dapat terintegrasi melalui aplikasi Si Poskes,” paparnya.

Di bidang pendidikan, tambahnya, Deliserdang mengembangkan PAUD secara holistik dan integratif, pojok baca, lapak baca, serta perpustakaan desa. Jelita menjelaskan, terdapat 32 PAUD Negeri di Deliserdanh yang telah menerima alat peraga edukasi dan 148 Perpustakaan Desa yang terus didorong untuk memperkuat budaya literasi masyarakat.
"Perhatian juga diberikan kepada anak-anak penyandang disabilitas melalui pengembangan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)," tuturnya.
Dari 22 Kecamatan di Deliserdang, telah terdapat 21 PKBM. Keberadaan PKBM tersebut diarahkan untuk membuka akses pendidikan inklusif bagi anak-anak, termasuk penyandang disabilitas yang membutuhkan layanan pendidikan sesuai kebutuhannya.
Dikatakan Jelita, terdapat 17.603 anak penyandang disabilitas yang terdata di Deliserdang, dan 886 siswa tercatat bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB). Melalui PKBM, sebanyak 617 anak penyandang disabilitas disebut telah mendapatkan layanan pendidikan di 18 kecamatan.
“Dengan adanya PKBM ini, kami ingin anak-anak kita, termasuk anak-anak disabilitas, mendapatkan pendidikan yang layak dan inklusif,” ujarnya.
Selain pendidikan, pelayanan kesehatan juga menjadi bagian penting dalam implementasi Posyandu 6 SPM. Jelita memaparkda, pelayanan kesehatan diarahkan untuk mencakup seluruh siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, remaja, dewasa, hingga lanjut usia.
Pelayanan tersebut antara lain didukung program cek kesehatan gratis dan sejumlah inovasi layanan kesehatan yang dikembangkan Pemkab Deliserdang, seperti Paspula, Pasjempol, Pas Cepat, Pascerdik dan Paskali 24 Jam.
Jelita menegaskan, berbagai program tersebut diarahkan untuk memperluas akses dan pemerataan pelayanan dasar hingga ke seluruh 22 kecamatan di Kabupaten Deliserdang.
“Sinergi Posyandu terintegrasi untuk Deliserdang sehat,” pungkasnya.
Pelaksanaan evaluasi Posyandu 6 SPM ini, sekaligus menjadi momentum untuk melihat sejauh mana integrasi pelayanan dasar telah berjalan di tingkat desa dan kelurahan. Pemkab Deliserdang berharap evaluasi tersebut tidak berhenti sebagai ajang kompetisi, tetapi menjadi pijakan untuk memperkuat kualitas pelayanan yang langsung dirasakan masyarakat.
Turut hadiri dikegiatan tersebut Perwakilan Tim Posyandu Sumut, Tim Posyandu Deliserdang, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Beringin M.Dhani Mulyawan, Kades Pasar IV Kualanamu, Wiwin Purwadi , serta sejumlah pejabat lainya.(id.28/syahril/idris)
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Deliserdang Hj. Jelita Asri Ludin Tambunan memaparkan berbagai inovasi yang dilakukan pemerintah daerah dalam mengembangkan Posyandu 6 SPM di Desa Pasar IV Kualanamu, Senin (21/9/26). Waspada.id/syahril














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda