Breaking News
Memuat breaking news...

Tim PKM Unimed Edukasi Kelopok Tani Plamboyan Olah Limbah Pertanian Jadi Pakan Ternak

Redaksi
Redaksi
Jumat, 15 Mei 2026 - 11.04 AM WIB
Tim PKM Unimed Edukasi Kelopok Tani Plamboyan Olah Limbah Pertanian Jadi Pakan Ternak
TTG Mesin chopper dan pakan fermentasi mendorong Kelompok Tani Plamboyan mengolah limbah pertanian menjadi sumber pakan bernilai. Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): ​Di balik hamparan Perkebunan dan pertanian di desa, sering tersimpan potensi pakan ternak yang belum sepenuhnya diolah secara maksimal. Batang ubi, batang jagung, rumput, jerami, dan sisa hasil panen kerap dianggap limbah.

Padahal, bahan-bahan tersebut dapat menjadi solusi penting bagi peternak, terutama ketika harga pakan meningkat dan ketersediaan hijauan tidak selalu stabil yang diakibatkan musim kemarau yang Panjang.

Gagasan inilah yang diangkat dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertema "Inovasi Teknologi Produksi Pakan Ternak Lokal Berbasis Limbah Pertanian untuk Meningkatkan Kemandirian Kelompok Tani". Pendanaan Program PKM bersumber dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Medan (Unimed) melalui pendanaan PNBP dalam skema Pengabdian Kemitraan Masyarakat tahun 2026.

Kegiatan dilaksanakan di Desa Partimbalan, Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, pada 9 Mei 2026, dengan mitra Kelompok Tani Plamboyan.

Program ini berfokus pada penerapan teknologi tepat guna (TTG) berupa mesin chopper pencacah rumput dan pelatihan pembuatan pakan ternak fermentasi.

TTG Mesin chopper dapat membantu mencacah rumput menjadi ukuran lebih kecil dan seragam sehingga mudah dicampur, disimpan, dan diberikan kepada ternak. Mesin TTG ini dapat membantu dalam meningkatkan effisiensi kerja dan kapasitas produk pakan ferementasi.

Pakan fermentasi merupakan proses sederhana dengan bantuan mikroorganisme bermanfaat untuk memperbaiki kualitas, daya simpan, dan kecernaan pakan.

Ketua tim PKM, Suprapto, S.T., M.T., Ph.D., menyampaikan bahwa inovasi perguruan tinggi harus dekat dengan kebutuhan Mitra Tani Peternak. "Teknologi yang baik bukan hanya canggih, tetapi harus mudah digunakan, menjawab persoalan nyata, dan memberi manfaat ekonomi bagi peternak," ujarnya.

Tim pelaksana terdiri atas Dr. Agus Junaidi, S.T., M.T., Henry Iskandar, S.Pd., M.Pd.T., Safri Gunawan, S.T., M.T., Imamul Khaira, S.E., M.M., dan Dr. Eng. Jubaidah, S.Pd., M.Si, serta didampingi M. Dani Solihin, S.Pd., M.T. dari LPPM Unimed.

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Teknik Mesin sebagai bagian dari pembelajaran langsung di masyarakat.

Mereka membantu pelatihan, dokumentasi, pendampingan teknis, dan interaksi dengan petani. Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa belajar bahwa ilmu teknik, pendidikan, dan manajemen memiliki nilai besar ketika diterapkan untuk menyelesaikan masalah nyata di lapangan.

Manfaat kegiatan ini tidak berhenti pada penggunaan alat. Kelompok tani memperoleh keterampilan memproduksi pakan secara mandiri, memanfaatkan limbah pertanian, mengurangi ketergantungan pada pakan komersial, dan membuka peluang usaha pakan berbasis komunitas.

Secara lebih luas, program ini mendukung ketahanan pangan, ekonomi sirkular, pemberdayaan desa, dan hilirisasi inovasi kampus. Dari Desa Partimbalan, terlihat bahwa pembangunan dapat dimulai dari teknologi sederhana, pengetahuan praktis, dan kemauan masyarakat untuk bergerak bersama.

Ketika kampus hadir di tengah desa, limbah pertanian dapat berubah menjadi pakan bernilai, sementara kemandirian peternak menjadi tujuan yang semakin nyata.(wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement