Breaking News
Memuat breaking news...

Tingkat Pengangguran Terbuka Februari 2026 Sebesar 7,24 Juta Orang

Redaksi
Redaksi
Selasa, 5 Mei 2026 - 5.17 PM WIB
Tingkat Pengangguran Terbuka Februari 2026 Sebesar 7,24 Juta Orang
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2026 sebesar 7,24 juta orang, atau 4,68 persen dari total angkatan kerja sebanyak 154,91 juta orang.

"Sementara penduduk dengan status bekerja pada Februari 2026 tercatat sebesar 147,67 juta orang," kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

Dikatakan, jumlah pengangguran secara absolut turun 0,035 juta orang pada periode Februari 2025-Februari 2026.

Menurutnya, penyerapan tenaga kerja masih didominasi oleh sektor pertanian, perdagangan besar dan eceran, serta industri. Ketiga sektor ini menyerap 60,29 persen tenaga kerja nasional pada Februari 2026.

Amalia menjelaskan, jumlah penduduk yang bekerja pada kegiatan formal maupun informal mengalami peningkatan selama Februari 2025-Februari 2026. Terlihat pekerja formal meningkat dari 59,19 juta orang menjadi 59,93 juta orang.

Sedangkan pekerja informal meningkat dari 86,58 juta orang menjadi 87,74 juta orang. Sesuai standar International Labour Organization (ILO), seseorang yang bekerja setidaknya satu jam dalam seminggu termasuk dalam kategori penduduk bekerja,

BPS membagi penduduk bekerja ke dalam tiga kategori. Di antaranya, pekerja penuh waktu (jam kerja minimal 35 jam per pekan); pekerja paruh waktu (jam kerja kurang dari 35 jam per pekan, tetapi tidak mencari pekerjaan, dan tidak bersedia menerima pekerjaan lain).

Kemudian setengah pengangguran (jam kerja antara 1-34 jam per pekan, dan masih mencari pekerjaan atau bersedia menerima pekerjaan lain).

"BPS mencatat, Februari 2026, proporsi pekerja penuh sebesar 66,77 persen, pekerja paruh waktu 25,97 persen, dan setengah pengangguran 7,27 persen. Proporsi pekerja penuh pada Februari 2026 tercatat lebih tinggi dibandingkan Februari 2025 yang sebesar 66,19 persen," ujar Amalia.

Jumlah Penduduk 284. 67 Jiwa

BPS juga merilis berbagai indikator kependudukan hasil pendataan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025. SUPAS dilaksanakan di antara dua periode sensus penduduk untuk memperoleh berbagai indikator demografi seperti fertilitas, mortalitas, dan mobilitas.

"BPS melaporkan jumlah penduduk Indonesia berdasarkan SUPAS 2025 mencapai 284,67 juta jiwa. Dari jumlah itu 5,65 persen di antaranya berada di Pulau Jawa," ujar Amalia.

Dia mengatakan, laju pertumbuhan penduduk tercatat sebesar 1,08 persen per tahun atau melambat dari kondisi terakhir pada long form Sensus Penduduk 2020 (LF SP2020) sebesar 1,10 persen.

Berdasarkan usia, sambung Amalia, sekitar 68,92 persen penduduk Indonesia merupakan Gen-Z (kelahiran 1997-2012), Milenial (kelahiran 1981-1996) dan Post-Gen Z (kelahiran 2013 ke atas).

"Rasio ketergantungan penduduk berdasarkan hasil SUPAS 2025 mencapai 45,05, yang artinya setiap 100 orang penduduk usia produktif menanggung 45 penduduk usia nonproduktif. Angka ini naik dari 44,33 pada pendataan LF SP2020," terang Amalia.

Selanjutnya, kata Amalia, angka kelahiran total (total fertility rate/TFR) pada SUPAS 2025 tercatat sebesar 2,13, atau turun dari 2,18 pada pendataan LF SP2020.

Amalia menambahkan, penurunan TFR ini utamanya didorong oleh penurunan angka kelahiran pada perempuan kelompok umur 15-19 tahun dan 20-24 tahun yang cukup signifikan.

"Sementara itu, angka kematian bayi atau infant mortality rate (IMR) menunjukkan tren menurun dari waktu ke waktu," ungkap Amalia. (Id88)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement