UIN Syahada Siapkan Calon Guru Biologi Kuasai AI, Pembelajaran Tak Lagi Sekadar HafalanUIN Syahada Siapkan Calon Guru Biologi Kuasai AI, Pembelajaran Tak Lagi Sekadar Hafalan

P.SIDIMPUAN (Waspada.id): Program Studi (Prodi ) Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Syahada Padangsidimpuan bekali mahasiswa dan dosen daam mengintegrasikan AI kedalam Deep Learning untuk melahirkan pembelajaran biologi yang lebih inovatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan era digital.
Dekan FTIK UIN Syahada Padangsidimpuan, Dr.Hamka, M.Hum, Rabu (8/7/2026) mengatakan edukasi dan pembekalan terhadap mahasiswa dan dosen agar lebih cerdas dalam pemanfaatan kecerdasan buatan merupakan Komitmen FTIK UIN Syahada sebagai Fakultas yang melahirkan calon tenaga pendidik atau guru.
"Komitmen itu diwujudkan melalui Seminar Nasional bertajuk "Transformasi Pembelajaran Biologi Berbasis AI dan Deep Learning untuk Meningkatkan Literasi Sains di Era Digital" yang digelar secara hibrida pada 4 Juni 2026 di Aula Gedung Terpadu UIN Syahada Padangsidimpuan," ucapnya.
Seminar yang membahas integrasi AI kedalam Deep Learning tersebut menghadirkan pakar pendidikan biologi dan inovasi pembelajaran, Prof. Dr. Paidi, M.Si., Guru Besar FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta, sebagai narasumber utama yang menyampaikan materi secara daring melalui Zoom Cloud Meetings.
Dr.Hmka berpendapat, dunia pendidikan tidak boleh tertinggal dari laju perkembangan teknologi. Menurutnya, model pembelajaran yang hanya mengandalkan hafalan sudah tidak lagi memadai untuk menyiapkan generasi masa depan yang cerdas, berakhlak dan berintegritas.
"Pembelajaran yang hanya berpusat pada penguasaan hafalan tidak lagi cukup. Kita membutuhkan model yang membentuk cara berpikir kritis, kemampuan memecahkan masalah, serta keterampilan beradaptasi dengan kemajuan teknologi," ujarnya.

Dalam pemaparannya, Prof. Paidi menegaskan bahwa Deep Learning dalam pendidikan bukan sekadar istilah yang identik dengan teknologi AI, melainkan pendekatan pembelajaran yang mendorong peserta didik belajar secara sadar (mindful), bermakna (meaningful), dan menyenangkan (joyful).
Ia menjelaskan, ketika dipadukan dengan AI, pembelajaran biologi menjadi jauh lebih hidup. Berbagai konsep yang selama ini sulit dipahami dapat divisualisasikan secara interaktif, analisis data lingkungan menjadi lebih cepat, hingga penyusunan asesmen dapat disesuaikan dengan kemampuan belajar setiap peserta didik.
"AI bukan menggantikan guru, tetapi memperkuat peran guru dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif, personal, dan kontekstual," tegas Prof. Paidi.
Selain itu, ia memperkenalkan model pembelajaran INSPIRE, Problem Based Learning (PBL), dan Project Based Learning (PjBL) yang terbukti mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta penguasaan konsep sains.
Ketua Program Studi Tadris Biologi UIN Syahada, Wilda Rizkiyahnur Nasution, M.Pd., mengatakan seminar tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu lulusan agar siap menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.
"Mahasiswa dan dosen kami tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga praktik memanfaatkan AI dalam menyusun bahan ajar, mengembangkan media pembelajaran, hingga merancang instrumen penilaian yang mampu meningkatkan literasi sains," ujarnya.
Diskusi berlangsung dinamis dengan dipandu Fery Kurniawan, M.Si. Berbagai pertanyaan mengenai implementasi AI dalam pembelajaran hingga tantangan penerapannya di sekolah menjadi topik yang banyak dibahas peserta.
Melalui seminar nasional ini, Prod Tadris Biologi FTIK UIN Syahada menegaskan komitmennya mencetak calon guru biologi yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu mengintegrasikan teknologi, berpikir kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif, serta memanfaatkan AI secara bijak dan bertanggung jawab.(id46)






























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda