Breaking News
Memuat breaking news...

UINSU Wisuda 2.038 Lulusan, Dorong Alumni Berdampak Untuk Kemandirian Bangsa

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 26 September 2026 - 4.07 PM WIB
UINSU Wisuda 2.038 Lulusan, Dorong Alumni Berdampak Untuk Kemandirian Bangsa
Rektor UINSU Medan Prof Nurhayati foto bersama lulusan terbaik.Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Medan mewisuda sebanyak 2.038 wisudawan dan wisudawati dalam momentum akademik yang mengusung tema “Alumni Berdampak, Berkolaborasi dan Berkontribusi untuk Kemandirian Bangsa.”

Dalam sambutannya, Rektor UIN Sumatera Utara Prof Nurhayati menegaskan wisuda bukan akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu, kompetensi, dan nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan di tengah masyarakat.

“Ilmu tidak boleh berhenti hanya sebagai pengetahuan, tetapi harus tumbuh menjadi gagasan, karya, dan tindakan yang memberi arti,” demikian pesan yang disampaikan kepada para wisudawan.

Dari 2.038 lulusan tersebut, 506 berasal dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 164 Fakultas Dakwah dan Komunikasi, 100 Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, 376 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, 284 Fakultas Syariah dan Hukum, 269 Fakultas Sains dan Teknologi, 165 Fakultas Kesehatan Masyarakat, 119 Fakultas Ilmu Sosial, serta 55 lulusan Program Pascasarjana.

Para lulusan diingatkan bahwa gelar akademik bukan sekadar pencapaian, melainkan amanah dan tanggung jawab sosial. Keberhasilan alumni tidak hanya diukur dari jabatan maupun penghasilan, tetapi juga dari sejauh mana ilmu dan keahlian yang dimiliki mampu menghadirkan solusi serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menghadapi perkembangan teknologi digital, kecerdasan artifisial, perubahan ekonomi, dinamika sosial, lingkungan, industri, dan kompetisi global, alumni UIN Sumatera Utara didorong untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga problem solver, inovator, kolaborator, dan pencipta lapangan kerja.

Para alumni juga diminta membangun jejaring dan kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari sesama alumni, perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha dan industri, hingga masyarakat. Kolaborasi dinilai penting untuk mempertemukan berbagai gagasan, kompetensi, dan potensi dalam menjawab persoalan bangsa.

“Kemandirian bangsa tidak lahir secara tiba-tiba. Kemandirian dibangun melalui manusia yang berpendidikan, produktif, ekonomi yang kuat, teknologi yang dikuasai, sumber daya yang dikelola secara berkelanjutan, serta karakter bangsa yang kokoh,” pesan rektor tersebut menegaskan.

Dalam kesempatan itu, para wisudawan juga diajak memahami bahwa kontribusi terhadap bangsa tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Guru, peneliti, birokrat, hakim, pengusaha, pemimpin masyarakat, pekerja sektor teknologi, pelaku ekonomi kreatif maupun mereka yang mengabdi di lingkungan masing-masing memiliki ruang yang sama untuk memberikan manfaat.

“Gelar bukan mahkota. Gelar adalah amanah,” menjadi salah satu pesan penting kepada para lulusan. Ilmu diharapkan tercermin dalam perilaku, pendidikan dalam integritas, serta kompetensi dalam karya yang memberikan dampak nyata.

Rektor juga memberikan penghormatan kepada para orang tua dan keluarga wisudawan yang dinilai memiliki peran besar dalam perjalanan pendidikan para lulusan. Doa, pengorbanan, kerja keras, dan dukungan keluarga menjadi bagian penting hingga para mahasiswa dapat mencapai momentum wisuda.

Para lulusan kemudian dilepas untuk memasuki babak baru sebagai profesional, pemimpin, pengusaha, pendidik, peneliti, birokrat, cendekiawan, dan anggota masyarakat yang diharapkan mampu membawa nilai-nilai UINSU yakni ilmu, iman, akhlak, integritas, moderasi, kepedulian, dan pengabdian.

“Berdampaklah dalam karya. Berkolaborasilah dalam membangun. Berkontribusilah dalam pengabdian. Dan jadikan ilmu sebagai jalan menuju kemandirian bangsa,” pesan kepada seluruh wisudawan.

Wisuda tersebut ditutup dengan harapan agar para alumni tidak hanya menjadi lulusan yang memiliki gelar, tetapi juga meninggalkan jejak dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Dari UINSU, untuk Sumatera Utara. Dari Sumatera Utara, untuk Indonesia. Dan dari Indonesia, untuk kemaslahatan dunia," kata rektor.(wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement