Breaking News
Memuat breaking news...

Unimed Dorong Kemandirian Ekonomi Jamaah Masjid Taqwa Lewat Koperasi Syariah

Redaksi
Redaksi
Rabu, 8 Juli 2026 - 4.35 PM WIB
Unimed Dorong Kemandirian Ekonomi Jamaah Masjid Taqwa Lewat Koperasi Syariah
Tim PKM Unimed foto bersama jamaah Masjid Taqwa. Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Tim Dosen Universitas Negeri Medan (Unimed) melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk “Meningkatkan Kesejahteraan dan Ekonomi Masyarakat: Pemberdayaan Jamaah Masjid Taqwa Pasar IV, Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Percut Sei Tuan melalui Pembentukan Koperasi”.

Program ini merupakan upaya nyata untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat berbasis jamaah dan nilai-nilai syariah.

​Kegiatan yang dilaksanakan dosen lintas fakultas diketuai Prof. Dr. Eko Wahyu Nugrahadi, M.Si. (Fakultas Ekonomi), dengan anggota Dr. Muslim, S.T., M.Pd. (Fakultas Teknik), Dr. Lisyanto, M.Si., dan Muammar Rinaldi, S.Pd., M.Si.. Tim ini juga melibatkan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Akuntansi dan Pendidikan Teknik dalam membantu pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Prof. Dr. Eko Wahyu Nugrahadi, M.Si. mengatakan, program ini berfokus pada pembentukan koperasi jamaah berbasis masjid yang diharapkan menjadi wadah ekonomi bersama bagi masyarakat sekitar Masjid Taqwa. "Melalui pendekatan berbasis komunitas dan prinsip ekonomi syariah, koperasi ini diharapkan mampu memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kesejahteraan anggota, serta menjadi model ekonomi umat yang berkelanjutan," katanya.

Lebih jauh, sebutnya, masjid bukan hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui koperasi ini, jamaah dapat membangun usaha bersama, memperkuat ekonomi lokal, dan menumbuhkan semangat gotong royong yang sejalan dengan nilai-nilai Islam

Katanya, dari Sosialisasi hingga Penyusunan AD/ART Selama pelaksanaan program, tim Unimed bersama pengurus BKM Masjid Taqwa telah melaksanakan serangkaian kegiatan, antara lain: Sosialisasi pentingnya koperasi berbasis jamaah kepada warga dan pengurus masjid.

Pelatihan manajemen dasar koperasi, termasuk administrasi, keuangan, dan pemasaran.

Penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) koperasi sebagai dasar legalitas pendirian. Pendampingan hukum dan administrasi dalam pengajuan izin pendirian koperasi kepada Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Deli Serdang.

Hasil dari kegiatan ini adalah selesainya penyusunan draf AD/ART Koperasi Masjid Taqwa, yang kini tengah dalam proses pengajuan legalisasi ke instansi terkait.

Selain pendampingan kelembagaan, tim Unimed juga memperkenalkan konsep digitalisasi koperasi melalui pelatihan penggunaan aplikasi keuangan dan pemasaran daring. Langkah ini bertujuan agar koperasi dapat beradaptasi dengan era transformasi digital dan memperluas jangkauan usaha melalui platform e-commerce dan media sosial.

Menurut Dr. Muslim, M.Pd.sebagai salah satu narasumber kegiatan, penerapan teknologi digital menjadi kunci penting agar koperasi tetap relevan di tengah perubahan zaman.

“Koperasi jamaah harus modern, transparan, dan efisien. Digitalisasi akan membantu pengurus dalam mencatat transaksi, menyusun laporan keuangan, dan menjangkau pasar yang lebih luas,” jelasnya.

Program ini mendapatkan dukungan penuh dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unimed, sebagai bagian dari komitmen universitas dalam memberdayakan masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ke depan, koperasi jamaah Masjid Taqwa diharapkan menjadi model koperasi syariah berbasis masjid yang dapat direplikasi di wilayah lain. Tim pengabdian juga berencana melakukan pendampingan lanjutan untuk memperkuat manajemen, mengembangkan usaha produktif, serta memperluas jaringan kemitraan ekonomi.

“Kami ingin menjadikan koperasi ini bukan sekadar wadah simpan pinjam, tetapi pusat penggerak ekonomi umat. Masjid harus hadir bukan hanya di ruang spiritual, tetapi juga dalam ruang sosial dan ekonomi masyarakat,” tambah Dr. Lisyanto, M.Si sebagai narasumber lainnya. (Wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement