Breaking News
Memuat breaking news...

Wakil Wali Kota Sabang: Keberagaman Harus Jadi Kekuatan untuk Jaga Persatuan Aceh

Redaksi
Redaksi
Rabu, 7 Oktober 2026 - 5.12 PM WIB
Wakil Wali Kota Sabang: Keberagaman Harus Jadi Kekuatan untuk Jaga Persatuan Aceh
Wakil Wali Kota Sabang pada acara membuka Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) se-Aceh di Aula Pulau Weh, Kantor Wali Kota Sabang, Rabu. (Waspada.id/JK)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SABANG (Waspada.id): Wakil Wali Kota Sabang Suradji Junus menekankan pentingnya memperkuat komunikasi dan koordinasi antardaerah dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Aceh.

Hal tersebut disampaikan Suradji saat membuka Rapat Koordinasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Se-Aceh Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Pulau Weh, Kantor Wali Kota Sabang, Rabu (7/10).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Kesbangpol Aceh Dr. Munawar, M.A., Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Aceh Prof. Dr. Syahrizal Abbas, M.A., Plt. Kepala Badan Kesbangpol Kota Sabang, para Kepala Badan Kesbangpol se-Aceh, serta para Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) se-Aceh.

Suradji mengatakan, keberagaman suku, budaya, adat istiadat, bahasa, agama, dan latar belakang sosial yang dimiliki Aceh merupakan kekayaan yang perlu dijaga bersama. Dalam konteks tersebut, FPK memiliki peran penting sebagai ruang komunikasi dan koordinasi untuk memperkuat persatuan sekaligus menjaga keharmonisan masyarakat.

“Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, pembauran kebangsaan bukan berarti menghilangkan perbedaan, tetapi bagaimana perbedaan tersebut dapat menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan masyarakat yang rukun, saling menghormati, dan memiliki semangat kebersamaan,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Sabang juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi dan media sosial menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dengan cepatnya penyebaran informasi yang belum tentu benar maupun narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Karena itu, Suradji mengajak FPK se-Aceh untuk memperkuat komunikasi, literasi, dan kewaspadaan di tengah masyarakat, sekaligus mengedepankan semangat persaudaraan, musyawarah, gotong royong, dan saling menghormati.

“Jangan sampai perbedaan pilihan, pandangan, maupun latar belakang menjadi alasan bagi kita untuk saling menjauh. Sebaliknya, mari kita kedepankan semangat persaudaraan, musyawarah, gotong royong, dan saling menghormati,” katanya.

Suradji berharap rakor tersebut tidak hanya menjadi ruang pertemuan dan diskusi, tetapi juga menghasilkan gagasan, rekomendasi, dan langkah nyata yang dapat diterapkan di masing-masing daerah. Ia turut mengajak seluruh peserta memanfaatkan momentum tersebut untuk berbagi pengalaman, memperkuat koordinasi, serta membangun jejaring komunikasi antarforkom pembauran kebangsaan se-Aceh.

“Mari kita bangun Aceh yang aman, damai, harmonis, dan inklusif, dengan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (JK)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement