Ekonomi

Cadangan Devisa RI Susut US$ 3,7 Miliar Demi Jaga Stabilitas Rupiah

Cadangan Devisa RI Susut US$ 3,7 Miliar Demi Jaga Stabilitas Rupiah
Kecil Besar
14px

JAKARTA (Waspada.id): Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2026 tercatat mengalami penurunan sebesar US$ 3,7 miliar atau sekitar 2,43% menjadi US$ 148,2 miliar. Penurunan ini dipicu oleh langkah Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak pasar global, serta pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Sebelumnya, pada akhir Februari 2026, cadangan devisa Indonesia masih berada di level US$ 151,9 miliar. Koreksi ini mencerminkan upaya aktif bank sentral dalam meredam tekanan terhadap Rupiah yang sempat mengalami volatilitas.

Melansir investor.id, Direktur Eksekutif BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa penggunaan cadangan devisa tidak hanya untuk stabilisasi nilai tukar, tetapi juga untuk memenuhi kewajiban pembayaran utang luar negeri pemerintah.

“Perkembangan ini dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah dan penerimaan pajak serta jasa di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4/2026).

Meski demikian, BI menegaskan posisi cadangan devisa saat ini masih tergolong sangat kuat. Nilai US$ 148,2 miliar tersebut setara dengan pembiayaan 6,0 bulan impor, atau 5,8 bulan impor jika termasuk pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka ini jauh di atas standar kecukupan internasional yang berada di kisaran 3 bulan impor.

“Cadangan devisa ini mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” tambah Ramdan.

Ke depan, Bank Indonesia optimistis ketahanan eksternal Indonesia tetap terjaga. Hal ini didukung oleh persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi nasional, serta imbal hasil investasi domestik yang dinilai masih menarik sehingga berpotensi mendorong aliran masuk modal asing (capital inflow).

BI juga menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah ketidakpastian global. (invid)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE