Ekonomi

IMF Peringatkan, Ekonomi Asia Rentan Terhadap Krisis Energi

IMF Peringatkan, Ekonomi Asia Rentan Terhadap Krisis Energi
Kecil Besar
14px

JAKARTA (Waspada.id): Dana Moneter Internasional memperingatkan bahwa perekonomian Asia memiliki kerentanan tinggi terhadap krisis energi, terutama jika terjadi gangguan distribusi minyak dan gas di Selat Hormuz.

Dikutip dari Channel News Asia, Jumat (17/4/2026), Direktur Departemen Asia-Pasifik IMF, Krishna Srinivasan, menyebut Asia sebenarnya memasuki 2026 dengan fondasi ekonomi yang cukup kuat. Hal ini didukung oleh tarif Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan, siklus teknologi yang solid, serta kondisi keuangan yang relatif stabil.

Namun demikian, faktor positif tersebut dinilai belum cukup untuk sepenuhnya menahan dampak guncangan energi akibat konflik di Timur Tengah. IMF pun mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia sejak Januari 2026, meski risiko terus meningkat.

Menurut Srinivasan, tingginya ketergantungan Asia terhadap pasokan energi dari Timur Tengah menjadi titik lemah utama. Konsumsi minyak dan gas di kawasan ini bahkan mencapai sekitar 4% dari produk domestik bruto (PDB), hampir dua kali lipat dibandingkan kawasan Eropa.

“Ini adalah guncangan yang akan lebih memengaruhi Asia daripada wilayah lain. Yang akan kita lihat adalah inflasi yang lebih tinggi, pertumbuhan yang lebih lemah, dan neraca transaksi berjalan yang lebih lemah,” beber Srinivasan.

Ia memperkirakan, gejolak di sektor energi dapat memangkas pertumbuhan ekonomi Asia hingga 1–2 poin persentase secara kumulatif sampai 2027.

“Ini adalah guncangan yang berdampak pada harga dan kuantitas,” kata Srinivasan.

IMF juga menyoroti bahwa konflik berkepanjangan tidak hanya akan mendorong kenaikan harga energi, tetapi juga berpotensi memicu kelangkaan minyak dan gas. Kondisi ini bisa berdampak luas, termasuk pada sektor industri hingga produksi pangan.

Dari sisi inflasi, IMF memproyeksikan kenaikan dari 1,4% pada 2025 menjadi 2,6% pada 2026, sebelum kembali turun ke level 2,4% pada 2027. Pemerintah di kawasan Asia pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan guna menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global. (invid)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE