JAKARTA (Waspada.id): Kenaikan tajam harga minyak dunia mulai mengubah peta investasi global. Di tengah tekanan inflasi energi dan ketidakpastian geopolitik, investor kini cenderung mengalihkan dana dari emas ke dolar Amerika Serikat (AS).
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai lonjakan harga minyak jenis Brent menjadi faktor utama pergeseran tersebut. Kenaikan komoditas energi dinilai memberikan peluang keuntungan yang lebih menarik dibandingkan emas dalam jangka pendek.
Menurutnya, harga minyak Brent yang menjadi acuan global diperkirakan akan bergerak di kisaran USD 110 hingga USD 116 per barel dalam sepekan ke depan, seiring meningkatnya tekanan di sektor energi akibat konflik di Timur Tengah.
“Yang terlihat penguatannya cukup tajam itu adalah Brent crude oil. Kemungkinan besar akan ditransaksikan di USD 110 sampai USD 116,” ujar Ibrahim, dilansir dari liputan6.com, Selasa (24/3/2026).
Ia menjelaskan, minyak Brent memiliki peran penting sebagai acuan bahan bakar avtur global, sehingga sangat sensitif terhadap gangguan pasokan, khususnya dari kawasan Timur Tengah seperti Iran dan Irak.
Kondisi ini membuat investor mulai meninggalkan emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) dan beralih ke dolar AS yang dinilai lebih stabil dan likuid dalam merespons dinamika pasar global.
“Ini yang membuat emas tergelincir dan investor berpindah ke safe haven-nya dolar Amerika,” katanya.
Selain itu, penguatan dolar AS juga didorong oleh ekspektasi suku bunga tinggi dari bank sentral global. Ibrahim memproyeksikan indeks dolar akan bergerak menguat menuju level 101,20, dari posisi support di kisaran 98,73.
Perpindahan arus dana ini turut menekan harga emas dunia yang sebelumnya menjadi pilihan utama investor saat terjadi gejolak global. Namun dalam kondisi saat ini, sektor energi justru dinilai lebih menjanjikan.
Dengan ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi, pelaku pasar diperkirakan akan terus melakukan penyesuaian portofolio secara dinamis, mengikuti pergerakan harga minyak dan arah kebijakan moneter global. (lip6)













