EkonomiPendidikan

Mahasiswa Polbangtan Kementan Dukung Percepatan CSR Di Sumatera Selatan

Mahasiswa Polbangtan Kementan Dukung Percepatan CSR Di Sumatera Selatan
Rombongan mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan resmi tiba di Provinsi Sumatera Selatan untuk melaksanakan kegiatan magang lapangan sekaligus mendukung program strategis Kementerian Pertanian, khususnya percepatan Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kabupaten Musi Banyuasin, Senin (6/4/2026).
Kecil Besar
14px

SUMATERA SELATAN (Waspada.id): Rombongan mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan resmi tiba di Provinsi Sumatera Selatan untuk melaksanakan kegiatan magang lapangan sekaligus mendukung program strategis Kementerian Pertanian, khususnya percepatan Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kabupaten Musi Banyuasin, Senin (6/4/2026).

Hal ini sesuai dengan pernyataan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman yang mengatakan bahwa keterlibatan mahasiswa Polbangtan dalam kegiatan di lokasi CSR merupakan langkah strategis dalam mendukung pembangunan pertanian nasional. Program CSR dinilai menjadi upaya nyata pemerintah dalam membuka lahan baru serta meningkatkan kapasitas produksi pangan nasional.

”Kehadiran mahasiswa menjadi energi baru bagi sektor pertanian, karena generasi muda membawa semangat, inovasi, serta kemampuan teknologi yang mampu mempercepat pencapaian swasembada pangan. Ia juga menekankan pentingnya peran aktif generasi muda untuk turun langsung ke lapangan dan mengambil bagian dalam pembangunan pertanian,” ujarnya.

Kepala BPPSDM Pertanian, Idha Widi Arsanti juga menambahkan, mahasiswa Polbangtan dipersiapkan sebagai generasi muda pertanian yang adaptif, profesional, dan mampu menjawab tantangan sektor pertanian modern, termasuk dalam mendukung program ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Begitu juga dengan yang disampaikan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin yang mengatakan, melalui kegiatan mahasiswa Polbangtan/PEPI di lokasi CSR pihaknya mendorong mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pengembangan pertanian di masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di kampu,” tambahnya.

Setibanya di lokasi, mahasiswa langsung bergerak menuju Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Lais dan Sekayu sebagai titik awal pelaksanaan kegiatan. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan lahan tidur dan suboptimal menjadi sawah produktif guna meningkatkan produksi padi nasional serta mendukung ketahanan pangan.

Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap dalam arahannya mengatakan, mahasiswa pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung program cetak sawah sebagai bagian dari upaya percepatan swasembada pangan.

“Dengan turun langsung ke lapangan, mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam praktik nyata. Keterlibatan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pertanian, khususnya dalam optimalisasi lahan baru menjadi produktif,” ujarnya.

Pendamping dosen, Makruf Wicaksono, menyampaikan bahwa mahasiswa Polbangtan Medan hadir dengan berbagai kompetensi yang siap diterapkan di lapangan.

“Mahasiswa kami membawa keahlian yang sangat dibutuhkan, mulai dari pilot drone untuk dokumentasi dan aplikasi pertanian, operator alat mesin pertanian (alsintan) khususnya pengolahan tanah, hingga percepatan administrasi di Brigade Pangan CSR,” ujarnya.

Begitu tiba di lokasi, mahasiswa melakukan orientasi lapangan dengan meninjau langsung lokasi Cetak Sawah Rakyat yang akan menjadi titik tanam serentak nasional pada Kamis (9/04/2026). Kegiatan ini meliputi pengenalan kondisi lahan, identifikasi potensi, serta pemetaan tantangan teknis di lapangan.

Selanjutnya pada keesokan harinya pada Selasa (7/4/2026), dilakukan koordinasi intensif bersama Penanggung Jawab Brigade CSR Sumatera Selatan, Budi Santoso, serta PJ BPPSDMP Wilayah Sumatera Selatan, Yudi Astoni. Pertemuan tersebut membahas strategi percepatan tanam serta optimalisasi peran mahasiswa sesuai dengan kompetensi masing-masing.

Kegiatan magang lapangan ini dijadwalkan berlangsung hingga 19 Juni 2026. Selama periode tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktis, tetapi juga berkontribusi langsung dalam mendukung Gerakan Tanam Serentak dan keberhasilan program Cetak Sawah Rakyat di Sumatera Selatan.

Melalui sinergi antara mahasiswa, penyuluh pertanian, Brigade CSR, dan pemerintah daerah, diharapkan program ini dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan luas tanam padi serta penguatan ketahanan pangan nasional, khususnya di Kabupaten Musi Banyuasin.(id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE