PIDIE (Waspada.id): Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, menegaskan pemerintah tidak ingin kecolongan dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Hal itu disampaikan saat meninjau Pasar Pante Teungoh dan gudang Sistem Resi Gudang (SRG) di Kabupaten Pidie, Senin (23/2).
Menurut Budi, kunjungan lapangan dilakukan untuk memastikan langsung kondisi harga dan distribusi, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri. Pemerintah, kata dia, harus hadir di tengah masyarakat untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga. “Kita ingin memastikan harga tetap stabil, pasokan lancar, dan tidak ada kelangkaan. Stok harus aman, distribusi harus berjalan baik,” tegasnya.
Ia menekankan, pengawasan tidak hanya dilakukan di tingkat pusat, tetapi juga hingga ke daerah. Pasar tradisional menjadi barometer utama untuk melihat dinamika harga di lapangan. Karena itu, pemerintah terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku distribusi.
Dalam kesempatan tersebut, Budi juga meninjau gudang SRG di Kecamatan Glumpang Minyeuk. Gudang seluas sekitar 700 meter persegi dengan kapasitas tampung 2.300 ton itu kini dimanfaatkan oleh Perum Bulog untuk mendukung cadangan beras pemerintah.
“Kita memang membutuhkan banyak gudang sebagai penopang ketahanan pangan. Gudang SRG di Pidie ini salah satu yang kita manfaatkan untuk memperkuat stok,” ujarnya.
Ia menjelaskan, gudang tersebut akan digunakan untuk penyaluran bantuan pangan pada Februari hingga Maret 2026. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan intervensi stok berjalan efektif.
“Nanti setelah stok bantuan tersalurkan dan gudang kosong, akan diisi lagi dari hasil panen tahun 2025. Jadi ini terus dipakai Bulog untuk menjaga ketersediaan beras kita,” jelasnya.
Budi menegaskan, ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga manajemen stok dan distribusi. Pemerintah, lanjutnya, akan terus memperkuat infrastruktur penyimpanan agar cadangan beras nasional tetap terjaga dan harga di tingkat konsumen tetap terkendali. “Intinya, stok aman, harga terkendali, dan masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkasnya.( id69)











