Ekonomi

Minyak Tembus US$100 Usai Gagalnya Perundingan AS-Iran

Minyak Tembus US$100 Usai Gagalnya Perundingan AS-Iran
Kecil Besar
14px

NEW YORK (Waspada.id): Harga minyak mentah dunia kembali melonjak menembus level psikologis US$100 per barel pada perdagangan Senin (13/4/2026), dipicu kegagalan perundingan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berlangsung selama 21 jam tanpa hasil.

Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik yang belum menunjukkan tanda mereda. Namun di tengah gejolak pasar energi, bursa saham Amerika Serikat justru bergerak relatif stabil.

Pelaku pasar di Wall Street tampaknya masih menyimpan optimisme bahwa kedua negara akan menghindari skenario terburuk yang dapat mengguncang ekonomi global secara lebih luas.

Hingga Senin pagi waktu New York (Senin malam WIB), indeks S&P 500 tercatat nyaris stagnan setelah sempat tertekan di awal sesi. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 250 poin atau 0,5%, sementara Nasdaq Composite justru menguat tipis 0,3%. Pergerakan ini tergolong lebih tenang dibandingkan volatilitas tajam yang terjadi sejak konflik pecah pada akhir Februari 2026, sebagaimana dipantau Associated Press.

Di sisi lain, pasar minyak menunjukkan reaksi yang jauh lebih agresif. Harga minyak mentah Brent—acuan internasional—melonjak sekitar 5% dan kembali menyentuh level US$100,18 per barel. Meski demikian, harga tersebut masih berada di bawah puncak tertinggi US$119 yang sempat tercapai saat kekhawatiran perang mencapai titik maksimum.

Ancaman Blokade Selat Hormuz

Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan melakukan blokade di Selat Hormuz sebagai respons atas kegagalan perundingan akhir pekan. Langkah ini ditujukan untuk memutus jalur pendapatan utama Iran dari ekspor minyak.

Namun, Iran merespons dengan peringatan keras. Militer Iran bersama Korps Garda Revolusi menegaskan bahwa stabilitas kawasan tidak bisa dijamin secara sepihak.

“Tidak akan ada pelabuhan di kawasan ini yang aman,” tegas pernyataan resmi militer Iran yang dikutip oleh media pemerintah setempat.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi global, yang menjadi pintu utama distribusi minyak dari negara-negara Teluk Persia ke pasar dunia. Gangguan di jalur ini berpotensi memicu lonjakan harga energi secara signifikan.

Selain perkembangan geopolitik, perhatian investor kini juga tertuju pada musim laporan keuangan perusahaan-perusahaan besar AS.

Goldman Sachs melaporkan laba sebesar US$5,63 miliar, melampaui ekspektasi pasar. Namun, sahamnya justru terkoreksi 4% akibat penurunan pendapatan di segmen perdagangan komoditas dan mata uang.

Sejumlah raksasa lainnya seperti JPMorgan Chase, Netflix, dan PepsiCo dijadwalkan merilis kinerja keuangan dalam pekan ini, yang akan menjadi katalis penting bagi arah pasar selanjutnya.

Analis menilai, pasar saat ini berada dalam fase wait and see. Selama jalur komunikasi antara AS dan Iran masih terbuka dan potensi gencatan senjata tetap ada, tekanan jual besar-besaran di pasar saham diyakini dapat dihindari.

Kenaikan harga minyak di atas US$100 per barel menjadi tantangan serius bagi upaya pengendalian inflasi global. Sejak konflik AS-Iran meletus pada Februari 2026, harga energi telah melonjak tajam dari kisaran stabil di level US$70.

Blokade Selat Hormuz menjadi risiko terbesar bagi ekonomi dunia. Gangguan pada jalur ini tidak hanya akan mendorong kenaikan harga bahan bakar di tingkat konsumen, tetapi juga berpotensi memicu kenaikan suku bunga, termasuk kredit perumahan (KPR), seiring langkah bank sentral menahan laju inflasi.

Kegagalan diplomasi di Islamabad pekan ini menandai babak baru ketidakpastian global, sekaligus meningkatkan risiko disrupsi rantai pasok energi dalam jangka panjang. (invid)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE