Ekonomi

Pemerintah Bidik 60% PMI Terampil, Dominasi Pekerja Low Skill Akan Dipangkas

Pemerintah Bidik 60% PMI Terampil, Dominasi Pekerja Low Skill Akan Dipangkas
Kecil Besar
14px

JAKARTA (Waspada.id): Pemerintah menargetkan transformasi besar dalam komposisi pekerja migran Indonesia (PMI) dengan meningkatkan porsi tenaga kerja terampil hingga 60 persen dalam beberapa tahun ke depan.

Langkah ini diambil untuk meningkatkan daya saing PMI di pasar global yang semakin kompetitif, sekaligus mengurangi dominasi pekerja berkemampuan rendah (low skill) yang selama ini masih mendominasi.

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, mengungkapkan bahwa saat ini mayoritas PMI masih berasal dari sektor low skill.

Berdasarkan data tahun 2025, dari total 276 ribu pekerja migran yang diberangkatkan, sekitar 70 persen di antaranya masih berada di sektor tersebut.

“Profil pekerja kita di sektor low skill masih sekitar 65–70 persen setiap tahun. Kalau berkaca dari data 2025, dari 276 ribu orang yang kita kirim, 70 persen adalah pekerja low skill,” ujarnya di Serang Baru, Bekasi, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah seiring arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di luar negeri.

Pemerintah pun menargetkan pembalikan komposisi tersebut, di mana pekerja terampil diharapkan mencapai 60 persen, sementara pekerja low skill ditekan hingga sekitar 40 persen.

“Presiden berharap komposisi ini bisa dibalik. Paling tidak yang skill itu 60 persen dan low skill sekitar 40 persen,” tambah Dzulfikar.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah kini fokus memperkuat ekosistem vokasi nasional. Salah satu langkah strategis adalah mengoptimalkan peran lembaga pelatihan kerja (LPK) dalam mencetak tenaga kerja yang siap bersaing secara global.

Dzulfikar menilai, banyak LPK yang sebenarnya telah lama beroperasi dan memiliki pengalaman, namun perlu ditata ulang agar lebih terintegrasi dengan kebutuhan pasar kerja internasional.

“Kita sedang menata bagaimana ekosistem vokasi ini bisa tumbuh dengan baik, terutama melalui LPK yang sudah lama berjalan,” jelasnya.

Transformasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas PMI, tetapi juga memperbesar peluang mendapatkan pekerjaan dengan upah lebih tinggi serta perlindungan kerja yang lebih baik di luar negeri. (invid)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE