Ekonomi

Perang Masih Berkecamuk, Waspadai Ancaman Ledakan Harga Pangan

Perang Masih Berkecamuk, Waspadai Ancaman Ledakan Harga Pangan
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada.id): Ketegangan geopolitik global yang masih berlangsung mulai menimbulkan dampak lanjutan pada sektor ekonomi domestik. Selain kenaikan harga bahan baku industri, potensi lonjakan harga pangan kini menjadi ancaman serius yang perlu diwaspadai.

Salah satu indikasi awal terlihat dari kenaikan harga plastik kemasan yang dikeluhkan oleh pelaku usaha, mulai dari UMKM hingga industri besar.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, harga plastik mengalami kenaikan yang cukup signifikan, bervariasi antara 12,5 persen hingga 77 persen, khususnya untuk plastik yang digunakan dalam pengemasan barang curah.

Pengamat Ekonomi dan Keuangan Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai bahwa kenaikan harga plastik tersebut berpotensi memicu efek berantai terhadap harga pangan.

“Kenaikan harga plastik akan langsung meningkatkan biaya produksi atau harga pokok produksi (HPP). Ini pada akhirnya akan diteruskan ke harga jual, terutama untuk komoditas pangan yang menggunakan kemasan, seperti minyak goreng,” ujarnya, Jumat (10/4).

Ia menjelaskan, selain faktor bahan baku utama seperti crude palm oil (CPO) yang juga mengalami kenaikan, biaya tambahan dari kemasan memperbesar tekanan terhadap harga di tingkat konsumen.

Gunawan mengingatkan bahwa perang yang masih berlangsung telah memicu kenaikan harga bahan baku secara global, termasuk plastik, serta meningkatkan biaya logistik. Jika kondisi ini terus berlanjut, potensi ledakan harga pangan menjadi semakin besar.

Menurutnya, ada beberapa faktor utama yang dapat memicu lonjakan harga pangan. Pertama, meskipun saat ini harga sejumlah komoditas seperti cabai, bawang, dan beras masih relatif stabil, kondisi tersebut sangat bergantung pada siklus pasokan dan masa panen.

“Jika pasokan terganggu, sementara biaya produksi naik, maka harga akan dengan cepat menyesuaikan ke level yang lebih tinggi,” jelasnya.

Kedua, sektor peternakan juga menghadapi tekanan dari kenaikan harga bahan baku impor, yang dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar Rupiah dan kondisi global. Komoditas seperti daging sapi, ayam potong, dan telur sangat rentan terhadap kenaikan biaya tersebut.

Ketiga, faktor cuaca seperti El Nino berpotensi mengganggu produksi pertanian dan memperburuk pasokan pangan. Keempat, lemahnya kemampuan modal petani akibat rendahnya harga jual sebelumnya dapat menghambat proses tanam ulang.

“Jika faktor-faktor ini terjadi secara bersamaan, maka risiko ledakan harga pangan, baik bahan mentah maupun makanan siap konsumsi, akan semakin besar,” tegas Gunawan.

Ia juga menyoroti sektor akomodasi makanan dan minuman yang berpotensi turut mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen. Kondisi ini bisa semakin memburuk jika pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM atau mengurangi subsidi kebutuhan dasar masyarakat.

Gunawan menekankan pentingnya langkah mitigasi dari pemerintah untuk meredam potensi lonjakan harga tersebut.

“Pemerintah harus segera menyiapkan kebijakan antisipatif. Karena selama perang masih berlangsung, ketidakpastian akan tetap tinggi dan tekanan terhadap harga pangan sulit dihindari,” pungkasnya. (id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE