Breaking News
Memuat breaking news...

Prabowo Amankan Pasokan Energi Jangka Panjang Dari Rusia Dan Prancis

Redaksi
Redaksi
Kamis, 16 April 2026 - 8.49 AM WIB
Prabowo Amankan Pasokan Energi Jangka Panjang Dari Rusia Dan Prancis
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Presiden Prabowo Subianto berhasil mengamankan pasokan energi jangka panjang bagi Indonesia usai melakukan rangkaian kunjungan kenegaraan ke Rusia dan Prancis. Kesepakatan strategis ini menjadi salah satu hasil utama dari lawatan luar negeri yang berlangsung selama dua hari tersebut.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut, berbagai kesepakatan yang dibawa pulang Presiden merupakan “oleh-oleh” penting untuk memperkuat ketahanan nasional, khususnya di sektor energi.

“Tiba di Tanah Air, Presiden Prabowo membawa pulang berbagai kesepakatan strategis,” ujar Teddy dalam keterangan resminya, Rabu (15/4/2026).

Kunjungan diawali ke Rusia, di mana Presiden Prabowo bertemu dengan Presiden Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskwa, Senin (13/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama pasokan energi jangka panjang, termasuk minyak mentah dan LPG.

Menurut Teddy, langkah ini menjadi krusial dalam menjaga ketahanan energi Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik global. Sebagai tindak lanjut, Presiden Prabowo juga menugaskan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk melakukan pembahasan teknis lebih lanjut dengan pihak Rusia.

“Pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin menegaskan peningkatan kerja sama terkait pasokan energi nasional jangka panjang,” jelasnya.

Tak hanya sektor energi, Indonesia dan Rusia juga berkomitmen memperluas kerja sama di berbagai bidang strategis seperti pendidikan, riset teknologi, pertanian, hingga investasi industri.

Setelah dari Moskwa, Presiden Prabowo melanjutkan kunjungan ke Prancis dan bertemu Presiden Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, Selasa (14/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas penguatan kerja sama di sektor energi, pendidikan, komunikasi digital, serta investasi jangka panjang.

Teddy menegaskan, rangkaian kunjungan ke dua negara besar tersebut menghasilkan kesepakatan konkret yang berdampak langsung bagi kepentingan nasional.

“Kunjungan singkat ke dua negara super power, pemegang hak veto PBB dan penghasil sumber daya besar dunia, menghasilkan capaian nyata untuk Indonesia,” pungkasnya. (invid)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement