JAKARTA (Waspada.id): Presiden Prabowo Subianto berhasil mengamankan pasokan energi jangka panjang bagi Indonesia usai melakukan rangkaian kunjungan kenegaraan ke Rusia dan Prancis. Kesepakatan strategis ini menjadi salah satu hasil utama dari lawatan luar negeri yang berlangsung selama dua hari tersebut.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut, berbagai kesepakatan yang dibawa pulang Presiden merupakan “oleh-oleh” penting untuk memperkuat ketahanan nasional, khususnya di sektor energi.
“Tiba di Tanah Air, Presiden Prabowo membawa pulang berbagai kesepakatan strategis,” ujar Teddy dalam keterangan resminya, Rabu (15/4/2026).
Kunjungan diawali ke Rusia, di mana Presiden Prabowo bertemu dengan Presiden Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskwa, Senin (13/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama pasokan energi jangka panjang, termasuk minyak mentah dan LPG.
Menurut Teddy, langkah ini menjadi krusial dalam menjaga ketahanan energi Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik global. Sebagai tindak lanjut, Presiden Prabowo juga menugaskan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk melakukan pembahasan teknis lebih lanjut dengan pihak Rusia.
“Pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin menegaskan peningkatan kerja sama terkait pasokan energi nasional jangka panjang,” jelasnya.
Tak hanya sektor energi, Indonesia dan Rusia juga berkomitmen memperluas kerja sama di berbagai bidang strategis seperti pendidikan, riset teknologi, pertanian, hingga investasi industri.
Setelah dari Moskwa, Presiden Prabowo melanjutkan kunjungan ke Prancis dan bertemu Presiden Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, Selasa (14/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas penguatan kerja sama di sektor energi, pendidikan, komunikasi digital, serta investasi jangka panjang.
Teddy menegaskan, rangkaian kunjungan ke dua negara besar tersebut menghasilkan kesepakatan konkret yang berdampak langsung bagi kepentingan nasional.
“Kunjungan singkat ke dua negara super power, pemegang hak veto PBB dan penghasil sumber daya besar dunia, menghasilkan capaian nyata untuk Indonesia,” pungkasnya. (invid)










