Ekonomi

Rupiah Dan Minyak Dunia Jadi Ujian Berat IHSG, Cek Rekomendasi Trading Saham IPOT Pekan Ini

Rupiah Dan Minyak Dunia Jadi Ujian Berat IHSG, Cek Rekomendasi Trading Saham IPOT Pekan Ini
Kecil Besar
14px

JAKARTA (Waspada.id): Aktivitas investasi dan trading saham baru saja melewati pekan yang cukup menantang. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 7.026 atau melemah kurang lebih -0,99% dibandingkan pekan sebelumnya pada akhir perdagangan, Kamis, 2 April 2025 karena ada libur nasional Jumat Agung. Di masa pelemahan IHSG minggu lalu, investor asing melakukan penjualan (outflow) mencapai Rp2.8 triliun di pasar reguler.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan menjelaskan, ada sentimen global dan domestik yang menyebabkan pasar saham Indonesia masih lesu.

Dari global ada sentimen tensi geopolitik, dimana Donald Trump telah menyatakan siap menyerang Iran secara frontal. Ancaman serangan AS ke Iran ini membuat investor global panik dan buru-buru beralih ke safe haven.

“Akibatnya muncul ketidakpastian tinggi, sehingga aset berisiko seperti saham di pasar berkembang, termasuk IHSG kemungkinan besar bakal kena aksi jual jangka pendek,” jelas David, Senin (6/4).

Sementara itu dari domestik ada sentimen Program B50, dimana pemerintah Indonesia melalui Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan bahwa tingkat pencampuran biodiesel berbasis sawit akan ditingkatkan menjadi 50% (B50) mulai 1 Juli dari sebelumnya 40%.

Dikhawatirkan, pengalihan berlebih CPO ke biodiesel berisiko memicu kenaikan harga minyak goreng dan inflasi yang dapat menekan daya beli masyarakat serta memberikan sentimen negatif bagi sektor Consumer Goods.

Proyeksi dan Rekomendasi Trading Saham IPOT Pekan Ini

Berbicara tentang potensi market pada 6-10 April 2026, David mengimbau investor dan trader untuk memantau perkembangan nilai tukar Rupiah dan harga minyak.

“Kondisi ekonomi Indonesia saat ini sedang menghadapi ujian berat akibat kombinasi lonjakan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar Rupiah yang cukup drastis,” tandasnya.

Ia menambahkan, ketika harga minyak mentah bertahan di atas US$100 per barel, beban subsidi energi dalam APBN akan membengkak secara signifikan sehingga mengancam batas aman defisit fiskal negara.

“Tekanan ini diperparah oleh posisi Rupiah yang sempat menembus level Rp17.000 per Dolar AS yang secara otomatis meningkatkan biaya impor bahan baku dan memicu kenaikan inflasi domestik,” ujarnya.

IHSG diproyeksikan bergerak melemah dengan rentang support di level 6700 dan resistance pada 7250 karena dipicu juga oleh sentimen negatif akibat penyesuaian komposisi kepemilikan saham yang tinggi (high shareholding composition) sejalan dengan proyeksi metodologi MSCI yang sebelumnya telah diantisipasi pasar.

Merespons dinamika nilai tukar Rupiah dan harga minyak ini, IPOT yang telah dilengkapi fitur LADI (Live Accumulation/Distribution Indicator) dengan data akumulasi dan distribusi saham secara real-time dan dirancang untuk investor ritel agar bisa memantau tekanan beli/jual secara langsung tanpa jeda serta membantu mendeteksi pergerakan smart money saat pasar berlangsung, merekomendasikan trading saham pada emiten-emiten berikut ini:           

1. Buy STAA (Current Price: 1,350, Entry: 1,350, Target Price: 1,460 (8.15%), Stop Loss: 1,295 (-4.07%), Risk to Reward Ratio 1:2.0). Prospek cerah kini membayangi PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) seiring dengan bergulirnya wacana program B50 yang diprediksi akan menjadi katalis positif bagi kinerja perseroan. Secara teknikal, pergerakan harga saham STAA menunjukkan resiliensi yang solid dalam jangka pendek dengan bertahan konsisten di atas area MA5. Optimisme pasar semakin diperkuat oleh indikator MACD yang mulai menunjukkan pola bullish crossover, memberikan sinyal akumulasi yang menarik bagi para investor yang membidik momentum pertumbuhan di sektor perkebunan.

 2. Buy UNVR (Current Price: 1,930, Entry: 1,930, Target Price: 2,100 (8.81%), Stop Loss: 1,845 (-4.40%) dan Risk to Reward Ratio 1:2.0). PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang menarik setelah berhasil menunjukkan resiliensi di area strong support-nya. Secara teknikal, keberhasilan harga untuk bertahan di zona krusial ini mengindikasikan tekanan jual yang mulai mereda.

Optimisme ini diperkuat dengan munculnya akumulasi beli yang terlihat dari volume transaksi yang perlahan kembali meningkat. Fenomena kembalinya demand di area harga rendah ini menjadi sinyal awal bagi para investor bahwa sang raksasa consumer goods ini berpotensi sedang membentuk landasan kuat untuk memulai fase rebound.

 3. Buy JPFA (Current Price: 2,440, Entry: 2,440, Target Price: 2,630 (7.79%), Stop Loss: 2,350 (-3.69%) dan Risk to Reward Ratio 1:2.1). Optimisme baru menyelimuti PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) seiring dengan bergulirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diprediksi menjadi katalis utama pendorong konsumsi protein hewani nasional.

Secara teknikal, saham raksasa poultry ini menunjukkan kekuatan yang solid dalam jangka pendek dengan kembali bertahan di atas area MA5. Momentum ini semakin menarik untuk dicermati karena harga sedang bersiap melakukan breakout dari MA50, yang jika terkonfirmasi, akan membuka ruang penguatan lebih lanjut menuju tren bullish yang lebih stabil.

 4. Buy Reksa Dana Saham ETF Consumer Indonesia (XIIC) ( Entry Price: 810-830, Take Profit 1: 854, Take Profit 2: 870 dan Stop Loss: 780). Secara teknikal, XIIC masih berada dalam fase downtrend jangka pendek dengan harga bergerak di bawah MA10 di kisaran 816. RSI berada di level 42 menunjukkan momentum mulai pulih dari area oversold, namun belum cukup kuat mengindikasikan pembalikan tren.

Selama harga belum mampu menembus MA10, pergerakan cenderung konsolidatif. IPOT merekomendasikan DCA (Dollar Cost Averaging) dengan potensi buy terbatas jika terjadi breakout valid di atas MA10. (id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE