Ekonomi

Sektor Asuransi Di Sumut Masih Dalam Fase Penyesuaian

Sektor Asuransi Di Sumut Masih Dalam Fase Penyesuaian
Kecil Besar
14px

MEDAN (Waspada.id): Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara mencermati, kinerja industri asuransi di Sumatera Utara masih berada dalam fase penyesuaian sepanjang 2025. Sebagai provinsi dengan nilai premi dan klaim terbesar di kawasan sekitarnya, sektor asuransi Sumut mengalami koreksi tipis baik pada asuransi jiwa maupun asuransi umum.

Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Khoirul Muttaqien menyebutkan, berdasarkan data per November 2025, premi asuransi jiwa tercatat sebesar Rp9,40 triliun atau terkontraksi 0,98 persen (YoY). Pada periode yang sama, klaim asuransi jiwa justru menurun lebih dalam sebesar 10,01 persen (YoY) menjadi Rp6,76 triliun.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan pada industri asuransi jiwa lebih banyak berasal dari sisi permintaan produk, sementara realisasi klaim relatif lebih terkendali,” ujar Khoirul Muttaqien, Selasa (13/1/2026).

Pada asuransi umum, lanjutnya, tekanan kinerja terlihat lebih kuat. Premi asuransi umum hingga November 2025 tercatat sebesar Rp2,13 triliun atau turun 12,09 persen (YoY), sejalan dengan penurunan klaim sebesar 9,02 persen (YoY) menjadi Rp1,11 triliun. Penurunan premi dan klaim yang berjalan searah mencerminkan melemahnya aktivitas ekonomi yang menjadi dasar perlindungan asuransi umum.

Dana Pensiun dan Lembaga Pembiayaan Tumbuh Positif

Berbeda dengan sektor asuransi, kinerja dana pensiun di Sumatera Utara menunjukkan tren positif. Total investasi dana pensiun per Oktober 2025 tercatat sebesar Rp1,3 triliun atau tumbuh 7,65 persen (YoY).

“Pertumbuhan investasi dana pensiun mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan jangka panjang dan perencanaan keuangan yang berkelanjutan,” kata Khoirul.

Di sektor lembaga pembiayaan, perkembangan industri menunjukkan kinerja yang bervariasi namun secara umum masih dalam tren positif. Piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan per Oktober 2025 tercatat sebesar Rp23,3 triliun, tumbuh 0,52 persen (YoY) dengan tingkat risiko kredit atau Non-Performing Financing (NPF) sebesar 2,58 persen.

Industri pergadaian, khususnya pergadaian swasta, mencatat pertumbuhan signifikan. Penyaluran pembiayaan pergadaian swasta per September 2025 mencapai Rp126 miliar atau melonjak 51,87 persen (YoY), seiring dengan upaya OJK mendorong perizinan dan penguatan tata kelola perusahaan gadai swasta.

Sementara itu, industri pinjaman daring (pindar) mencatat outstanding pembiayaan sebesar Rp3,3 triliun per Agustus 2025 atau tumbuh 39,21 persen (YoY), dengan tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) yang relatif rendah di level 1,60 persen.

Industri modal ventura juga menunjukkan kinerja yang kuat, dengan pembiayaan mencapai Rp685,1 miliar atau tumbuh 54,20 persen (YoY) per Oktober 2025, disertai rasio NPF sebesar 7,04 persen.

“Secara keseluruhan, kinerja sektor lembaga jasa keuangan nonbank di Sumatera Utara tetap solid dan berperan penting dalam memperluas akses pembiayaan serta mendukung aktivitas ekonomi daerah,” pungkas Khoirul. (id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Ekonomi

MEDAN (Waspada): Selama periode Januari hingga Desember tahun 2023, Kantor OJK Sumatera Utara telah menerima sebanyak 9.135 permintaan layanan yang berasal dari masyarakat di wilayah Sumatera Utara. Direktur Pengawasan Lembaga…

Ekonomi

MEDAN (Waspada): Kantor OJK Provinsi Sumatera Utara telah menerima Rencana Bisnis Bank Umum (RBB) tahun 2024-2026 perbankan di Sumut. Hal tersebut disampaikan Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Kantor OJK Provinsi…

Ekonomi

MEDAN (Waspada): Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di Sumut yang sempat stagnan selama 2023 mulai menunjukkan peningkatan. Hingga November 2023, total DPK yang dihimpun mencapai Rp317,38 triliun, mengalami pertumbuhan…