MEDAN (Waspada.id): Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan–Bedah Kepala dan Leher Indonesia (PERHATI-KL) Pusat bersama Yayasan Karya Kasih Kesehatan PERHATI (YK3P) bersinergi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Utara melaksanakan kegiatan bakti kesehatan dan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (21/12/2025).
Sebelum diberangkatkan ke lokasi bencana, Tim PERHATI-KL terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan PMI Sumut di Markas PMI Sumut, Medan, Sabtu (20/12/2025). Dalam koordinasi tersebut disampaikan bahwa PERHATI-KL mengerahkan sebanyak 67 dokter, yang sebagian besar merupakan dokter spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan–Kepala dan Leher (THT-KL), serta didukung oleh dokter umum.
Ketua Umum PERHATI-KL Pusat periode 2025–2028, Prof. Dr. dr. Achmad Chusnul Romdhoni, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.Onk.(K), FICS, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas organisasi dalam situasi bencana.
“Kolaborasi seperti ini sangat penting agar kehadiran dokter benar-benar dirasakan masyarakat. Sinergi dengan PMI membantu mempercepat pelayanan kesehatan, termasuk evakuasi medis apabila diperlukan,” ujarnya.
Selain pelayanan medis, kegiatan bakti kesehatan ini juga mencakup dukungan psikososial bagi anak-anak dan kelompok rentan. PMI Sumut turut mendukung kesiapan logistik serta fasilitasi evakuasi medis di lapangan.
Tim medis PERHATI-KL dipimpin langsung oleh Prof. Romdhoni dan didampingi sejumlah dokter spesialis, di antaranya Dr. dr. Indra Z., Sp.THT (Ketua PERHATI-KL Wilayah Barat), dr. H. Agus Salim, Sp.THT-KL (Sekretaris PERHATI-KL Sumut), dr. Milzam R. Asmara, Sp.THT-KL (anggota PERHATI-KL Aceh), serta dr. Munzir (anggota PERHATI-KL Sumut).
Kedatangan rombongan disambut oleh jajaran pengurus PMI Sumatera Utara, antara lain Wakil Ketua PMI Sumut Dr. H. Sakhyan Asmara, MSP, yang mewakili Ketua PMI Sumut Tun Dr. H. Rahmat Shah, bersama para Ketua Bidang Chairil Siregar, SH, Dr. dr. Horas Rajagukguk, Sp.B, dan Dr. dr. Eka Airlangga, Sp.A, serta pengurus lainnya.
Dalam keterangannya, Prof. Romdhoni menjelaskan bahwa kondisi pascabanjir yang ditandai cuaca panas dan meningkatnya debu berpotensi memperbesar risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“Oleh karena itu, kami merasa perlu memberikan penanganan khusus, terutama di bidang kesehatan THT, guna membantu warga terdampak agar terhindar dari komplikasi penyakit,” jelasnya.
67 Dokter Spesialis THT-KL Turun Langsung ke Lokasi Bencana
Sementara itu, dr. Milzam R. Asmara, Sp.THT-KL, mengungkapkan bahwa tim gabungan dokter spesialis THT-KL dan dokter umum terjun langsung ke lokasi bencana dengan membawa bantuan obat-obatan serta tiga unit alat medis endoskopi.
“Alat endoskopi ini sangat dibutuhkan karena fasilitas endoskopi di rumah sakit Aceh Tamiang tidak dapat digunakan akibat terdampak banjir,” ujarnya.
Selain bantuan medis, tim PERHATI-KL juga membawa tangki air bersih untuk mendukung kebutuhan sanitasi warga serta bantuan kebutuhan pokok bagi korban bencana. Menurut dr. Milzam, ketersediaan air bersih sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit, termasuk ISPA.
Ketua PMI Sumut, Tun Dr. H. Rahmat Shah, yang menyampaikan pernyataannya melalui sambungan telepon dengan Ketua Umum PERHATI-KL, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian para dokter spesialis THT-KL. Ia berharap koordinasi dengan PMI Sumut maupun PMI Aceh terus dilakukan agar bantuan kemanusiaan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Senada dengan itu, Ketua Bidang PMI Sumut, Dr. dr. Horas Rajagukguk, Sp.B, menekankan pentingnya kesesuaian bantuan dengan kebutuhan riil di lapangan.
“Kondisi di lokasi bencana sering kali berat dan menantang. Karena itu, relawan yang terlatih seperti PMI sangat dibutuhkan agar bantuan dapat disalurkan secara efektif dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat terdampak,” pungkasnya. (id06)











