MEDAN (Waspada.id) – SMKS Panca Budi Medan dan Universitas Negeri Medan berhasil meraih juara pertama dalam ajang iForte National Dance Competition “Inspirasi Diri” kurasi offline Medan yang digelar Sabtu (4/4/2026) di Deli Park Mall, Medan.
Pada kategori SMA/SMK, SMKS Panca Budi Medan melalui tim Starpad.SMKS sukses meraih posisi puncak. Juara kedua diraih Bina Bersaudara Medan dengan tim G-Elite Crew, sementara juara ketiga diraih SMK Negeri 11 Medan melalui tim Sentar 11 Medan.
Sementara itu, pada kategori perguruan tinggi, Universitas Negeri Medan mendominasi dengan meraih juara pertama melalui tim Z-One Dance Company dan juara kedua melalui tim D’Jabu Company. Adapun posisi ketiga diraih Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan melalui tim UMKM Tari USM.
Perwakilan Starpad.SMKS, Fahri, mengatakan persiapan timnya dilakukan selama tiga bulan. Dalam penampilannya, mereka mengangkat tema banjir yang melanda Sumatera Utara sebagai bentuk kritik terhadap penebangan hutan yang berdampak pada lingkungan.
“Koreo bebas kami mengambil tema tentang banjir di Sumut. Lewat tarian ini, kami ingin menunjukkan dampak penebangan pohon yang menyebabkan banjir. Sekitar satu bulan kami mematangkan konsep hingga bisa ditampilkan,” ujarnya.
Di kategori universitas, Z-One Dance Company tampil memukau dengan dua konsep tarian. Tarian pertama mengangkat tema inspirasi diri yang menonjolkan nilai kebersamaan dan tolong-menolong, sementara tarian kedua mengangkat kisah budaya Batak Toba, yakni legenda Sigale-gale.
Perwakilan tim, Febrian, menyebutkan bahwa mereka menjalani latihan intensif selama sekitar lima bulan. “Kami bersyukur dengan hasil ini. Prosesnya cukup panjang dan kami berusaha memaksimalkan setiap latihan,” katanya.
Medan menjadi kota kesepuluh dalam rangkaian kurasi offline iForte National Dance Competition “Inspirasi Diri” yang digelar di 13 kota di Indonesia. Sebanyak 17 grup semifinalis tampil dalam tahap ini, terdiri dari 9 tim tingkat SMA/SMK dan 8 tim dari perguruan tinggi.
Head of Campaign & Communication iForte, Albertus Eko Wardoyo, mengatakan setiap tim diberi kesempatan membawakan dua tarian, yakni menggunakan lagu “Inspirasi Diri” dan satu lagu bebas dengan koreografi kreasi masing-masing.
“Di sini, setiap tim mendapatkan kesempatan untuk menampilkan dua tarian dengan koreografi kreasi mereka, yaitu lagu Inspirasi Diri dan lagu bebas,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa tingginya partisipasi peserta menunjukkan antusiasme generasi muda terhadap seni dan budaya. Ajang ini menjadi ruang ekspresi yang mendorong kreativitas sekaligus pelestarian budaya Nusantara.
Para peserta tidak hanya berasal dari Kota Medan, tetapi juga dari berbagai daerah di Sumatera Utara seperti Kabupaten Asahan dan Deli Serdang. Seluruh peserta dan pendukung turut mengenakan busana yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia.
Para juara dari masing-masing kategori akan mewakili Medan pada babak Grand Final di Jakarta pada April mendatang, bersaing dengan perwakilan dari 12 regional lainnya untuk memperebutkan gelar juara nasional iForte National Dance Competition “Inspirasi Diri” 2026.
Di kategori pelajar, tim Starpad.SMKS juga mengangkat isu lingkungan dengan menggabungkan unsur budaya lokal, termasuk sentuhan tari Karo, sehingga memperkuat karakter penampilan mereka di atas panggung.
“Kami ingin menyampaikan pesan lewat tarian, bukan sekadar gerakan. Ke depan, kami akan latihan lebih maksimal lagi untuk babak berikutnya di Jakarta,” ujarnya. (id146)










